alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Perumda Tirta Mangutama Tunda Produksi Air Minum Kemasan

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Badung sempat menargetkan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Namun setelah bebeberapa bulan setelah dilantik, produk AMDK tak kunjung direaliasasikan. Alasanya masih dalam pandemi Covid-19. “Situasi pandemi ini membuat pangsa pasar tidak sesuai estimasi. Untuk actionnya, kami masih menunggu paling tidak situasi mulai berangsur-angsur membaik. Karena pangsa pasar lebih banyak bergerak di sektor pariwisata,” kata Direktur Utama Perumda Ari Minum Tirta Mangutama Badung I Wayan Suyasa, dikonfirmasi, Selasa (6/7).

Perusahaan telah melakukan feasible study (FS), hanya saja menurut Suyasa, FS dilakukan sebelum pandemi sehingga nilai investasi tidak bisa diterapkan pada situasi pandemi. “Kajian yang baik itu harus menghitung tiga tahun terakhir. Jadi, saat ini kami masih pada posisi bertahan,” ujarnya seraya mengatakan kondisi pandemi tidak bisa diprediksi.

Meski mengaku belum memproduksi AMDK, Suyasa meyakinkan bahwa bukan berarti pihaknya tidak berkinerja. Misalnya dari 700 target pelanggan baru per triwulan tercapai 400 pelanggan baru. Sehingga saat ini sudah memilki 74.500 pelanggan. “Sebetulanya ada banyak yang mendaftar. Tapi yang membayar jumlahnya masih sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu, selain adanya penambahan pelanggan, mantan anggota DPRD Badung ini menyebutkan, bahwa ada beberapa pemutusan sambungan. Namun, jumlah tersebut tidak signifikan. “Yang signifikan justru nol pemakaian air. Itu jumlahnya 10 ribu lebih pelanggan. Pemakaian nol itu karena banyak hotel dan restoran tidak beroperasi. Termasuk rumah kos yang dulunya ada penyewanya kini kosong. Jadi pemakaian air nol itu hanya dikenakan uang beban,” bebernya.

Lebih lanjut, Suyasa menambahkan, pendapatan perusahan sudah berangsur mengalami peningkatan meski sempat terjadi penurunan. Pihaknya pun merinci pada bulan Januari pendapatan di angka Rp 13 miliar, Februari Rp 12 miliar, Maret Rp 11 Miliar, April Rp 11 miliar, Mei Rp 12 miliar, dan Juni Rp 13 miliar. “Kalau Juli ini tidak tahu. Harapan kami meningkat terus, tapi karena PPKM kemungkinan turun lagi,” tuturnya pesimis. (esa)

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS- Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Badung sempat menargetkan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Namun setelah bebeberapa bulan setelah dilantik, produk AMDK tak kunjung direaliasasikan. Alasanya masih dalam pandemi Covid-19. “Situasi pandemi ini membuat pangsa pasar tidak sesuai estimasi. Untuk actionnya, kami masih menunggu paling tidak situasi mulai berangsur-angsur membaik. Karena pangsa pasar lebih banyak bergerak di sektor pariwisata,” kata Direktur Utama Perumda Ari Minum Tirta Mangutama Badung I Wayan Suyasa, dikonfirmasi, Selasa (6/7).

Perusahaan telah melakukan feasible study (FS), hanya saja menurut Suyasa, FS dilakukan sebelum pandemi sehingga nilai investasi tidak bisa diterapkan pada situasi pandemi. “Kajian yang baik itu harus menghitung tiga tahun terakhir. Jadi, saat ini kami masih pada posisi bertahan,” ujarnya seraya mengatakan kondisi pandemi tidak bisa diprediksi.

Meski mengaku belum memproduksi AMDK, Suyasa meyakinkan bahwa bukan berarti pihaknya tidak berkinerja. Misalnya dari 700 target pelanggan baru per triwulan tercapai 400 pelanggan baru. Sehingga saat ini sudah memilki 74.500 pelanggan. “Sebetulanya ada banyak yang mendaftar. Tapi yang membayar jumlahnya masih sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu, selain adanya penambahan pelanggan, mantan anggota DPRD Badung ini menyebutkan, bahwa ada beberapa pemutusan sambungan. Namun, jumlah tersebut tidak signifikan. “Yang signifikan justru nol pemakaian air. Itu jumlahnya 10 ribu lebih pelanggan. Pemakaian nol itu karena banyak hotel dan restoran tidak beroperasi. Termasuk rumah kos yang dulunya ada penyewanya kini kosong. Jadi pemakaian air nol itu hanya dikenakan uang beban,” bebernya.

Lebih lanjut, Suyasa menambahkan, pendapatan perusahan sudah berangsur mengalami peningkatan meski sempat terjadi penurunan. Pihaknya pun merinci pada bulan Januari pendapatan di angka Rp 13 miliar, Februari Rp 12 miliar, Maret Rp 11 Miliar, April Rp 11 miliar, Mei Rp 12 miliar, dan Juni Rp 13 miliar. “Kalau Juli ini tidak tahu. Harapan kami meningkat terus, tapi karena PPKM kemungkinan turun lagi,” tuturnya pesimis. (esa)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/