alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Bakal Dipotong, Sapi Positif PMK Bertambah Dua Ekor di Demulih

BANGLI, BALI EXPRESS – Kasus sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangli bertambah dua ekor. Kedua sapi itu berada di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kasus itu membuat warga sekitarnya waswas.

Perbekel Demulih I Nyoman Wijana mengatakan, dua ekor sapi yang positif PMK di Desa Demulih diketahui Senin (4/7) lalu. Petugas kesehatan hewan Kabupaten Bangli dan pihak terkait lainnya sudah turun melakukan penanganan. Rencananya, sapi tersebut juga akan disembelih, tapi masih menunggu izin dari peternaknya.

Wijana menuturkan, kedua sapi itu milik warga Demulih. Keduanya berada dalam satu kandang dengan empat ekor sapi lainnya. Informasi yang ia dapat, salah satu dari enam ekor sapi itu baru dibeli di pasar hewan beberapa hari lalu. Namun belum bisa dipastikan bahwa itu yang menyebarkan PMK. Sebab sejauh ini tampak masih sehat.

Baca Juga :  Modus Minta Tolong, Pelaku Penipuan Bawa Kabur HP di Tabanan

Kasus itu, lanjut Wijana membuat warga khawatir. Sebab banyak warga memelihara sapi di sekitar terjadinya kasus, termasuk babi, yang juga rawan terjangkit PMK. Ia memaklumi kekhawatiran warga itu, sebab saat merebaknya virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi tahun 2020 lalu, banyak babi mati di sana.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Made Alit Parwata tak menampik adanya kasus PMK di Desa Demulih. Pihaknya juga memastikan sudah langsung melakukan penanganan. Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi prioritas vaksinasi. Vaksinasi tahap pertama yang dimulai hari ini akan menyasar sebanyak 14.549 ekor sapi. Sapi di desa yang terjadi kasus menjadi prioritas hingga radius 3 kilometer (km). Sebanyak 15 tim vaksinator dilibatkan untuk menyelesaikan vaksinasi yang ditarget selama 10 hari itu. (wan)

Baca Juga :  Kejari Badung Stop Kasus Dugaan Pemotongan Insentif Covid untuk Nakes

 


BANGLI, BALI EXPRESS – Kasus sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangli bertambah dua ekor. Kedua sapi itu berada di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kasus itu membuat warga sekitarnya waswas.

Perbekel Demulih I Nyoman Wijana mengatakan, dua ekor sapi yang positif PMK di Desa Demulih diketahui Senin (4/7) lalu. Petugas kesehatan hewan Kabupaten Bangli dan pihak terkait lainnya sudah turun melakukan penanganan. Rencananya, sapi tersebut juga akan disembelih, tapi masih menunggu izin dari peternaknya.

Wijana menuturkan, kedua sapi itu milik warga Demulih. Keduanya berada dalam satu kandang dengan empat ekor sapi lainnya. Informasi yang ia dapat, salah satu dari enam ekor sapi itu baru dibeli di pasar hewan beberapa hari lalu. Namun belum bisa dipastikan bahwa itu yang menyebarkan PMK. Sebab sejauh ini tampak masih sehat.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi, 5.279 KPM di Badung Berhak Terima Kartu Sembako

Kasus itu, lanjut Wijana membuat warga khawatir. Sebab banyak warga memelihara sapi di sekitar terjadinya kasus, termasuk babi, yang juga rawan terjangkit PMK. Ia memaklumi kekhawatiran warga itu, sebab saat merebaknya virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi tahun 2020 lalu, banyak babi mati di sana.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Made Alit Parwata tak menampik adanya kasus PMK di Desa Demulih. Pihaknya juga memastikan sudah langsung melakukan penanganan. Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi prioritas vaksinasi. Vaksinasi tahap pertama yang dimulai hari ini akan menyasar sebanyak 14.549 ekor sapi. Sapi di desa yang terjadi kasus menjadi prioritas hingga radius 3 kilometer (km). Sebanyak 15 tim vaksinator dilibatkan untuk menyelesaikan vaksinasi yang ditarget selama 10 hari itu. (wan)

Baca Juga :  Instruksi Sistem Padat Karya Tunai, Perbekel Repot Ubah APBDes Lagi

 


Most Read

Artikel Terbaru

/