alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Bali Mulai Vaksinasi, Kasus PMK 128 Ekor, Sapi yang Dipotong Akan Diganti

DENPASAR, BALI EXPRESS -Ternak sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bali saat ini sudah mencapai 128 ekor. Ratusan kasus itu tersebar di wilayah Karangasem, Bangli, Gianyar, dan Buleleng.

Mengatasi masalah yang terus bertambah ini, ternak yang terjangkit akan dilakukan pemotongan bersyarat atau stamping out, dan akan diganti. Hal tersebut pun ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan I Wayan Sunada di Denpasar, Selasa (5/7). “Sapi yang dipotong akan diganti sesuai dengan harga sapi itu,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam upaya memutus PMK ini, per Selasa kemarin sudah tiba 110 ribu vaksin di Bali. “Mulai hari ini (kemarin) akan dilakukan vaksinasi. Setelah itu baru menyemprotkan disinfektan,” imbuh Sunada.

Dijelaskannya, vaksinasi akan menyasar kabupaten yang berdekatan dengan provinsi yang terpapar PMK. Seperti Jembrana, karena berdekatan dengan Banyuwangi, kemudian Karangasem berdekatan dengan NTB.

“Seluruh kabupaten bakal kami lakukan vaksinasi. Kalau tidak cukup, akan didatangkan lagi vaksin tahap kedua,” imbuhnya.

Sementara dari data terakhir, kasus PMK di Bali sebanyak 128 ekor. Tersebar di Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, dan Buleleng. Dari jumlah itu, telah dilakukan pemotongan sebanyak 62 ekor. Sedangkan sisanya akan dituntaskan.

Baca Juga :  Wabah PMK, Pemerintah Diminta Gencar Lakukan Pemeriksaan

Wayan Sunada membeberkan, kasus ini pertama kali ditemukan di Gianyar. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan sapi yang masuk maupun keluar ke Gianyar. Namun tiba-tiba muncul PMK ini. “Kemungkinan kasus ini dibawa manusia, dan juga kemungkinan dari alat angkut. Ini kan virus, mudah dibawa angin dan mudah penularannya,” tandasnya.

Sementara itu, kasus sapi terjangkit PMK di Kabupaten Bangli bertambah dua ekor. Kedua sapi itu berada di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kasus itu membuat warga sekitarnya waswas.

Perbekel Demulih I Nyoman Wijana mengatakan, dua ekor sapi yang positif PMK di Desa Demulih diketahui Senin (4/7) lalu. Petugas kesehatan hewan Kabupaten Bangli dan pihak terkait lainnya sudah turun melakukan penanganan. Rencananya, sapi tersebut juga akan disembelih, tapi masih menunggu izin dari peternaknya.

Wijana menuturkan, kedua sapi itu milik warga Demulih. Keduanya berada dalam satu kandang dengan empat ekor sapi lainnya. Informasi yang ia dapat, salah satu dari enam ekor sapi itu baru dibeli di pasar hewan beberapa hari lalu. Namun belum bisa dipastikan bahwa itu yang menyebarkan PMK. Sebab sejauh ini tampak masih sehat.

Baca Juga :  Lakalantas Mobil dengan Motor Kembali Terjadi di Payangan  

Kasus itu, lanjut Wijana membuat warga khawatir. Sebab banyak warga memelihara sapi di sekitar terjadinya kasus, termasuk babi, yang juga rawan terjangkit PMK. Ia memaklumi kekhawatiran warga itu, sebab saat merebaknya virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi tahun 2020 lalu, banyak babi mati di sana.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Made Alit Parwata tak menampik adanya kasus PMK di Desa Demulih. Pihaknya juga memastikan sudah langsung melakukan penanganan.

Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi prioritas vaksinasi. Vaksinasi tahap pertama yang dimulai hari ini akan menyasar sebanyak 14.549 ekor sapi. Sapi di desa yang terjadi kasus menjadi prioritas hingga radius 3 kilometer (km). Sebanyak 15 tim vaksinator dilibatkan untuk menyelesaikan vaksinasi yang ditarget selama 10 hari itu. (ade/wan)

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS -Ternak sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bali saat ini sudah mencapai 128 ekor. Ratusan kasus itu tersebar di wilayah Karangasem, Bangli, Gianyar, dan Buleleng.

Mengatasi masalah yang terus bertambah ini, ternak yang terjangkit akan dilakukan pemotongan bersyarat atau stamping out, dan akan diganti. Hal tersebut pun ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan I Wayan Sunada di Denpasar, Selasa (5/7). “Sapi yang dipotong akan diganti sesuai dengan harga sapi itu,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam upaya memutus PMK ini, per Selasa kemarin sudah tiba 110 ribu vaksin di Bali. “Mulai hari ini (kemarin) akan dilakukan vaksinasi. Setelah itu baru menyemprotkan disinfektan,” imbuh Sunada.

Dijelaskannya, vaksinasi akan menyasar kabupaten yang berdekatan dengan provinsi yang terpapar PMK. Seperti Jembrana, karena berdekatan dengan Banyuwangi, kemudian Karangasem berdekatan dengan NTB.

“Seluruh kabupaten bakal kami lakukan vaksinasi. Kalau tidak cukup, akan didatangkan lagi vaksin tahap kedua,” imbuhnya.

Sementara dari data terakhir, kasus PMK di Bali sebanyak 128 ekor. Tersebar di Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, dan Buleleng. Dari jumlah itu, telah dilakukan pemotongan sebanyak 62 ekor. Sedangkan sisanya akan dituntaskan.

Baca Juga :  Berkas Perbekel Plaga yang Tampar Dokter Dilimpahkan ke Kejari

Wayan Sunada membeberkan, kasus ini pertama kali ditemukan di Gianyar. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan sapi yang masuk maupun keluar ke Gianyar. Namun tiba-tiba muncul PMK ini. “Kemungkinan kasus ini dibawa manusia, dan juga kemungkinan dari alat angkut. Ini kan virus, mudah dibawa angin dan mudah penularannya,” tandasnya.

Sementara itu, kasus sapi terjangkit PMK di Kabupaten Bangli bertambah dua ekor. Kedua sapi itu berada di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kasus itu membuat warga sekitarnya waswas.

Perbekel Demulih I Nyoman Wijana mengatakan, dua ekor sapi yang positif PMK di Desa Demulih diketahui Senin (4/7) lalu. Petugas kesehatan hewan Kabupaten Bangli dan pihak terkait lainnya sudah turun melakukan penanganan. Rencananya, sapi tersebut juga akan disembelih, tapi masih menunggu izin dari peternaknya.

Wijana menuturkan, kedua sapi itu milik warga Demulih. Keduanya berada dalam satu kandang dengan empat ekor sapi lainnya. Informasi yang ia dapat, salah satu dari enam ekor sapi itu baru dibeli di pasar hewan beberapa hari lalu. Namun belum bisa dipastikan bahwa itu yang menyebarkan PMK. Sebab sejauh ini tampak masih sehat.

Baca Juga :  Made Pahit Berharap Penjualan Ternaknya Tak Seperti Namanya

Kasus itu, lanjut Wijana membuat warga khawatir. Sebab banyak warga memelihara sapi di sekitar terjadinya kasus, termasuk babi, yang juga rawan terjangkit PMK. Ia memaklumi kekhawatiran warga itu, sebab saat merebaknya virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi tahun 2020 lalu, banyak babi mati di sana.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Made Alit Parwata tak menampik adanya kasus PMK di Desa Demulih. Pihaknya juga memastikan sudah langsung melakukan penanganan.

Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi prioritas vaksinasi. Vaksinasi tahap pertama yang dimulai hari ini akan menyasar sebanyak 14.549 ekor sapi. Sapi di desa yang terjadi kasus menjadi prioritas hingga radius 3 kilometer (km). Sebanyak 15 tim vaksinator dilibatkan untuk menyelesaikan vaksinasi yang ditarget selama 10 hari itu. (ade/wan)

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/