alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Curi Motor di Benoa, Dua Napi Asimilasi Dibekuk

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kebijakan asimilasi narapidana (napi) Kemenkumham efek pandemic Covid-19 banyak menuai kritikan. Pasalnya, banyak napi yang kembali berbuat ulah pada masa asimilasi. Kali ini, Didik Dwi Hermawan, 25, dan Riski Andi Rahayu, 23, dua orang napi asimilasi kembali ditangkap Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan setelah mencuri motor di sebuah halaman kos di Jalan Jemparing, Lingkungan Banjar Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Aksi pencurian dilakukan pada Minggu (19/7) pukul 01.00 dini hari.

Tersangka mengambil sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi DK 8764 FA milik korban Wiranti yang beralamat di TKP. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan menerangkan, korban kehilangan sepeda motornya saat diparkir di halaman kos tempat tinggalnya. “Kemudian esok harinya, suami korban keluar kos dan kaget sepeda motornya sudah tidak ada,” ungkap Dodi.

Baca Juga :  Sunadra Ngantor Lagi di Bawaslu Bali, Gantikan Raka Sandi

Korban kemudian melaporkan kehilangan ke Polsek Kuta Selatan. “Korban awalnya mencari sepeda motornya hingga dua hari. Karena tidak ketemu, korban melapor. Kami kemudian melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Setelah melakukan olah TKP, polisi meminta keterangan saksi. “Kami mendapatkan informasi pada Kamis (3/8) bahwa ada dua orang membawa sepeda motor Yamaha Thunder dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar TKP. Mereka mendekati sepeda motor warga,” ungkapnya lagi.

Setelah mendapat informasi, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi menangkap tersangka dan melakukan interogasi. “Setelah kami interogasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya mengambil sepeda motor Honda Vario milik korban,” ungkap Kombespol Dodi.

Kedua tersangka juga mengaku baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan dengan kasus curat dan curanmor. Keduanya telah mencuri di 12 TKP.

Baca Juga :  Marah Motor Dipindah, 3 Buruh NTT Hajar Driver Ojol Sampai Bonyok

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kebijakan asimilasi narapidana (napi) Kemenkumham efek pandemic Covid-19 banyak menuai kritikan. Pasalnya, banyak napi yang kembali berbuat ulah pada masa asimilasi. Kali ini, Didik Dwi Hermawan, 25, dan Riski Andi Rahayu, 23, dua orang napi asimilasi kembali ditangkap Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan setelah mencuri motor di sebuah halaman kos di Jalan Jemparing, Lingkungan Banjar Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Aksi pencurian dilakukan pada Minggu (19/7) pukul 01.00 dini hari.

Tersangka mengambil sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi DK 8764 FA milik korban Wiranti yang beralamat di TKP. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan menerangkan, korban kehilangan sepeda motornya saat diparkir di halaman kos tempat tinggalnya. “Kemudian esok harinya, suami korban keluar kos dan kaget sepeda motornya sudah tidak ada,” ungkap Dodi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Badung Dilimpahkan ke Kejati Bali

Korban kemudian melaporkan kehilangan ke Polsek Kuta Selatan. “Korban awalnya mencari sepeda motornya hingga dua hari. Karena tidak ketemu, korban melapor. Kami kemudian melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Setelah melakukan olah TKP, polisi meminta keterangan saksi. “Kami mendapatkan informasi pada Kamis (3/8) bahwa ada dua orang membawa sepeda motor Yamaha Thunder dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar TKP. Mereka mendekati sepeda motor warga,” ungkapnya lagi.

Setelah mendapat informasi, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi menangkap tersangka dan melakukan interogasi. “Setelah kami interogasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya mengambil sepeda motor Honda Vario milik korban,” ungkap Kombespol Dodi.

Kedua tersangka juga mengaku baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan dengan kasus curat dan curanmor. Keduanya telah mencuri di 12 TKP.

Baca Juga :  Marah Motor Dipindah, 3 Buruh NTT Hajar Driver Ojol Sampai Bonyok

Most Read

Artikel Terbaru

/