alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ratusan Rumah di Karangasem Berada di Lokasi Rawan Longsor

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan jumlah rumah penduduk yang berada di lokasi rawan longsor mencapai ratusan unit. Tidak mengherankan bila kondisi tersebut benar adanya lantaran sebagian besar wilayah Karangasem berbukit.

Selain itu, lahan-lahan milik warga yang dibangun rumah sebagian besar berada di dataran tinggi. Lokasinya dekat dengan tebing, perbukitan, hingga kaki gunung. Misalnya di Kecamatan Rendang, Selat, Sidemen, hingga Kubu.

Plt Kepala Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengakui rumah yang berada di lokasi rawan longsor mencapai ratusan unit. Namun pihak belum melakukan inventarisasi rumah penduduk yang berada di lokasi dengan potensi longsor tinggi.

Kata Arimbawa, sebagian besar rumah yang terdampak adalah rumah baru. Warga terpaksa membangun di lokasi seadanya, seperti di lereng bukti lantaran tak ada lahan. “Biasanya tanah di bukit diratakan dan pohon ditebang untuk bangun rumah. Seperti beberapa rumah di Kecamatan Sidemen dan Rendang,” ujar Arimbawa, Jumat (6/8).

Di lain sisi, pihaknya memperhatikan potensi bencana yang tinggi di Karangasem. Pemahaman mitigasi bencana perlu dikuatkan ke masyarakat. BPBD Karangasem pun melibatkan semua unsur untuk ikut berpartisipasi dalam mitigasi bencana. Salah satunya, membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangasem.

FPRB yang terbentuk di Karangasem ini bisa mengedukasi masyarakat tentang penanganan bencana. Unsur yang ada di dalamnya tentu BPBD Karangasem, Basarnas Pos Karangasem, forum perbekel, organisasi radio amatir, media, dan lainnya.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan jumlah rumah penduduk yang berada di lokasi rawan longsor mencapai ratusan unit. Tidak mengherankan bila kondisi tersebut benar adanya lantaran sebagian besar wilayah Karangasem berbukit.

Selain itu, lahan-lahan milik warga yang dibangun rumah sebagian besar berada di dataran tinggi. Lokasinya dekat dengan tebing, perbukitan, hingga kaki gunung. Misalnya di Kecamatan Rendang, Selat, Sidemen, hingga Kubu.

Plt Kepala Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengakui rumah yang berada di lokasi rawan longsor mencapai ratusan unit. Namun pihak belum melakukan inventarisasi rumah penduduk yang berada di lokasi dengan potensi longsor tinggi.

Kata Arimbawa, sebagian besar rumah yang terdampak adalah rumah baru. Warga terpaksa membangun di lokasi seadanya, seperti di lereng bukti lantaran tak ada lahan. “Biasanya tanah di bukit diratakan dan pohon ditebang untuk bangun rumah. Seperti beberapa rumah di Kecamatan Sidemen dan Rendang,” ujar Arimbawa, Jumat (6/8).

Di lain sisi, pihaknya memperhatikan potensi bencana yang tinggi di Karangasem. Pemahaman mitigasi bencana perlu dikuatkan ke masyarakat. BPBD Karangasem pun melibatkan semua unsur untuk ikut berpartisipasi dalam mitigasi bencana. Salah satunya, membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangasem.

FPRB yang terbentuk di Karangasem ini bisa mengedukasi masyarakat tentang penanganan bencana. Unsur yang ada di dalamnya tentu BPBD Karangasem, Basarnas Pos Karangasem, forum perbekel, organisasi radio amatir, media, dan lainnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/