alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Vaksinasi Ketiga Untuk Nakes, Gunakan Moderna Dari Amerika

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Vaksinasi ketiga di Buleleng mulai dilakukan. Vaksinasi telah berjalan dari 28 Juli lalu. Namun vaksinasi ini ditujukan untuk para tenaga kesehatan. Untuk di Buleleng, para nakes tersebut menerima vaksin Moderna yang diproduksi dariAmerika Serikat. Sebanyak 240 vial vaksin Moderna diberikan ke Buleleng. Jumlah tersebut mencukupi untuk 3.200 orang penerima vaksin.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi, Kamis (5/8) menerangkan, hingga kini sekitar 300 orang lebih tenaga kesehatan yang telah divaksin. Vaksin ini akan diberikan secara bertahap sesuai penjadwalan yang telah ditentukan hingga seluruh nakes di Buleleng tuntas menjalani vaksinasi ketiga. “Sampai saat ini mungkin sudah 300 orang lebih nakes yang divaksin. Ini dibuatkan penjadwalan untuk vaksin ketiga. Ini sudah berjalan sampai semunya tervaksin nakes kita. Tapi ada perubahan dengan data sebelumnya karena ada yang pensiun,” ungkapnya.

Menurut Suyasa, vaksinasi ketiga ini merupakan vaksinasi lanjutan dari vaksin Sinovac yang sebelumnya dibeikan kepada para nakes. “Ini melanjutkan vaksin sinovac yang diterima nakes. Ini sejalan dengan instruksi dari Kemenkes, karena banyaknya nakes yang terapar meski sudah vaksin dua kali maka diberikan untuk yang ketiga. Ini kebijakan dari Kemenkes. Khusus untuk nakes saja. Dan saat pertemuan virtual Menkes dan Presiden sudah mengatakan, vaksin ketiga ini hanya untuk nakes dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Jadi nakes nomor satu.” Tambahnya.  

Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha mengatakan, vaksin Moderna ini memiliki KIPI yang lebih banyak daripada vaksin lainnya. Akan tetapi kategorinya masih terbilang ringan. “Nah dari pengalaman sih, direfrensi vaksin Moderna ini memiliki KIPI yang lebih banyak ketimbang yang lain,” ujarnya.

Namun ia pun tak menampik ada nakes yang merasakan KIPI setelah melaksanakan vaksinasi ketiga dengan vaksin Moderna. Pihak RSUD pun memberikan penanganan sesuai dengan gejala serta keluhan yang dialami. “Kalau KIPI penanganannya bersifat simtomatik. Keluhan apa yang dirasakan obat itu yang kami berikan. Karena bervariasi. Dan saya terima informasi ada 3 nakes yang datang ke UGD paska vaksin hari pertama. Mereka pegal-pegal dan meriang. Jadi kami berikan obat yang sesuai dan sudah boleh pulang. Tidak sampai serius dan opname,” tambahnya.

Untuk nakes penyintas atau yang pernah terpapar Covid-19 meski telah divaksin sebanyak dua kali, dokter Arya menyebut yang bersangkutan tidak perlu divaksin kembali. Sebab, sistem kekebalan tubuhnya masih kuat. Dan daya tahan tubuhnya masih tinggi. “Kalau yang sudah penyintas tidak divaksin lagi. Karena mereka kekebalan tubuhnya masih ada. Kalau diberikan vaksin lagi itu tidak efisien. Lebih baik diberikan kepada yang belum tervaksin. Itu lebih adil menurut saya. Dan SOP kami juga begitu. Dalam screening diminta data, pernah terpapar, menderita da terinfeksi. Kapan waktunya, dan kalau masih dalam hitungan masa kebal ya gak perlu. Kami tidak berikan,” kata dia.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Vaksinasi ketiga di Buleleng mulai dilakukan. Vaksinasi telah berjalan dari 28 Juli lalu. Namun vaksinasi ini ditujukan untuk para tenaga kesehatan. Untuk di Buleleng, para nakes tersebut menerima vaksin Moderna yang diproduksi dariAmerika Serikat. Sebanyak 240 vial vaksin Moderna diberikan ke Buleleng. Jumlah tersebut mencukupi untuk 3.200 orang penerima vaksin.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi, Kamis (5/8) menerangkan, hingga kini sekitar 300 orang lebih tenaga kesehatan yang telah divaksin. Vaksin ini akan diberikan secara bertahap sesuai penjadwalan yang telah ditentukan hingga seluruh nakes di Buleleng tuntas menjalani vaksinasi ketiga. “Sampai saat ini mungkin sudah 300 orang lebih nakes yang divaksin. Ini dibuatkan penjadwalan untuk vaksin ketiga. Ini sudah berjalan sampai semunya tervaksin nakes kita. Tapi ada perubahan dengan data sebelumnya karena ada yang pensiun,” ungkapnya.

Menurut Suyasa, vaksinasi ketiga ini merupakan vaksinasi lanjutan dari vaksin Sinovac yang sebelumnya dibeikan kepada para nakes. “Ini melanjutkan vaksin sinovac yang diterima nakes. Ini sejalan dengan instruksi dari Kemenkes, karena banyaknya nakes yang terapar meski sudah vaksin dua kali maka diberikan untuk yang ketiga. Ini kebijakan dari Kemenkes. Khusus untuk nakes saja. Dan saat pertemuan virtual Menkes dan Presiden sudah mengatakan, vaksin ketiga ini hanya untuk nakes dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Jadi nakes nomor satu.” Tambahnya.  

Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha mengatakan, vaksin Moderna ini memiliki KIPI yang lebih banyak daripada vaksin lainnya. Akan tetapi kategorinya masih terbilang ringan. “Nah dari pengalaman sih, direfrensi vaksin Moderna ini memiliki KIPI yang lebih banyak ketimbang yang lain,” ujarnya.

Namun ia pun tak menampik ada nakes yang merasakan KIPI setelah melaksanakan vaksinasi ketiga dengan vaksin Moderna. Pihak RSUD pun memberikan penanganan sesuai dengan gejala serta keluhan yang dialami. “Kalau KIPI penanganannya bersifat simtomatik. Keluhan apa yang dirasakan obat itu yang kami berikan. Karena bervariasi. Dan saya terima informasi ada 3 nakes yang datang ke UGD paska vaksin hari pertama. Mereka pegal-pegal dan meriang. Jadi kami berikan obat yang sesuai dan sudah boleh pulang. Tidak sampai serius dan opname,” tambahnya.

Untuk nakes penyintas atau yang pernah terpapar Covid-19 meski telah divaksin sebanyak dua kali, dokter Arya menyebut yang bersangkutan tidak perlu divaksin kembali. Sebab, sistem kekebalan tubuhnya masih kuat. Dan daya tahan tubuhnya masih tinggi. “Kalau yang sudah penyintas tidak divaksin lagi. Karena mereka kekebalan tubuhnya masih ada. Kalau diberikan vaksin lagi itu tidak efisien. Lebih baik diberikan kepada yang belum tervaksin. Itu lebih adil menurut saya. Dan SOP kami juga begitu. Dalam screening diminta data, pernah terpapar, menderita da terinfeksi. Kapan waktunya, dan kalau masih dalam hitungan masa kebal ya gak perlu. Kami tidak berikan,” kata dia.


Most Read

Artikel Terbaru

/