alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Program Badung Kuliah Gratis ke Luar Negeri Lanjut, Tunggu Sikon

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Badung sejatinya memiliki program kuliah gratis ke luar negeri. Bahkan saat ini dari 20 mahasiswa sudah ada 18 mahasiswa yang lulus.

Rencananya program kuliah gratis ini akan dilanjutkan kembali, namun kepastian dibukanya beasiswa ke luar negeri ini masih menunggu situasi dan kondisi (sikon) daerah. Hal itu disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai mengikuti rapat paripurna, Jumat (5/8).

“Astungkara akan berlanjut. Kami akan melihat keadaan daerah, soal pandemi Covid-19, juga ada masalah global dunia seperti perang antara Ukraina dan Rusia, nah harus kami pertimbangkan dengan baik,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa. “Di samping kami memberikan sebuah kekuatan untuk memberikan anak-anak saya sekolah ke luar negeri, saya harus mempertimbangkan keselamatan dari pada anak-anak saya ketika ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolda Bali Minta Pecalang Tidak Takut Ormas

Disinggung apakah lulusan luar negeri akan diangkat sebagai pegawai, Giri Prasta menjelaskan, tentu akan dilakukan. Lantaran ia menilai lulusan luar negeri merupakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Terlebih saat ini Pemkab Badung sangat memerlukan tenaga medis untuk menunjang operasional RSD Mangusada.

“Kalau masalah ditarik (dipekerjakan) ini sudah tentu kami meminta referensi kepada mereka sebagai anak bangsa, terutama untuk menjadikan anak-anak kami menjadi tuan di rumahnya sendiri, paling tidak di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Untuk itu Bupati asal Pelaga, Petang ini menerangkan akan memohon kepada pemerintah pusat untuk pengangkatan lulusan luar negeri tersebut. Sehingga nantinya mampu mengisi kebutuhan pemerintah daerah. Namun ia belum bisa memastikan status, apakah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau PNS.

Baca Juga :  Rancangan KUA-PPAS 2023 Badung untuk Kesejahteraan Masyarakat  

“Intinya begini, semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tapi semua masalah ada solusinya. Saya tidak akan berbicara tentang status dulu, yang penting potensi sumber daya manusia anak-anak saya yang berkualitas ini saya berdayakan untuk kepentingan pribadinya, keluarganya, dan masyarakat Badung kedepannya,” jelas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana mengatakan, para lulusan luar negeri ini akan dikumpulkan dalam waktu dekat. Tentunya hal ini dilakukan untuk membahas terkait implementasi ilmu yang diperoleh selama mengeyam pendidikan di kampus ternama.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Badung sejatinya memiliki program kuliah gratis ke luar negeri. Bahkan saat ini dari 20 mahasiswa sudah ada 18 mahasiswa yang lulus.

Rencananya program kuliah gratis ini akan dilanjutkan kembali, namun kepastian dibukanya beasiswa ke luar negeri ini masih menunggu situasi dan kondisi (sikon) daerah. Hal itu disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai mengikuti rapat paripurna, Jumat (5/8).

“Astungkara akan berlanjut. Kami akan melihat keadaan daerah, soal pandemi Covid-19, juga ada masalah global dunia seperti perang antara Ukraina dan Rusia, nah harus kami pertimbangkan dengan baik,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa. “Di samping kami memberikan sebuah kekuatan untuk memberikan anak-anak saya sekolah ke luar negeri, saya harus mempertimbangkan keselamatan dari pada anak-anak saya ketika ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Badung Ngaturang Bakti Panganyaran di Pura Luhur Uluwatu

Disinggung apakah lulusan luar negeri akan diangkat sebagai pegawai, Giri Prasta menjelaskan, tentu akan dilakukan. Lantaran ia menilai lulusan luar negeri merupakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik. Terlebih saat ini Pemkab Badung sangat memerlukan tenaga medis untuk menunjang operasional RSD Mangusada.

“Kalau masalah ditarik (dipekerjakan) ini sudah tentu kami meminta referensi kepada mereka sebagai anak bangsa, terutama untuk menjadikan anak-anak kami menjadi tuan di rumahnya sendiri, paling tidak di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Untuk itu Bupati asal Pelaga, Petang ini menerangkan akan memohon kepada pemerintah pusat untuk pengangkatan lulusan luar negeri tersebut. Sehingga nantinya mampu mengisi kebutuhan pemerintah daerah. Namun ia belum bisa memastikan status, apakah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau PNS.

Baca Juga :  Sarjana Psikologi Rusia Divonis Delapan Bulan di PN Denpasar

“Intinya begini, semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tapi semua masalah ada solusinya. Saya tidak akan berbicara tentang status dulu, yang penting potensi sumber daya manusia anak-anak saya yang berkualitas ini saya berdayakan untuk kepentingan pribadinya, keluarganya, dan masyarakat Badung kedepannya,” jelas Ketua DPC PDIP Badung tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana mengatakan, para lulusan luar negeri ini akan dikumpulkan dalam waktu dekat. Tentunya hal ini dilakukan untuk membahas terkait implementasi ilmu yang diperoleh selama mengeyam pendidikan di kampus ternama.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/