alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Daftar Hari Terakhir, Tamba-Ipat Optimis Menang

NEGARA, BALI EXPRESS – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari Koalisi Jembrana Maju (KJM), I Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, akhirnya mendaftar ke KPU Jembrana, Minggu (6/9) siang.

Seusai menyerahkan berkas pendaftaran, bakal calon Bupati I Nengah Tamba, menargetkan kemenangan 60 persen pada Pilkada Jembrana 2020 ini. “Optimis, kami menang dengan 60 persen suara, ” ujar Tamba didampingi bakal calon Wakil Bupati, Ipat dan lima pimpinan partai pengusung pasangan calon.

Menurutnya, tanda-tanda kemenangan sudah jelas tersirat, yakni dimana dirinya sengaja mendaftar ke KPU Jembrana tanggal 6, yang mengartikan kemenangan 60 persen.

Tamba juga sengaja memilih mendaftar di finish (hari terakhir) masa tahapan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati dengan makna Tamba-Ipat mencapai finish dengan kemenangan.

Sementara itu, PPP salah satu dari lima partai pengusung paket dengan jargon ‘Tamba-Ipat Pasti Bisa’ masih menunggu dan harus melakukan perbaikan berkas.

Pasalnya, terdapat perbedaan nama pada KTP diberkas yang diserahkan saat mendaftar ke KPU Jembrana dengan yang didaftarkan melalui Sipol (Sistem Informasi Partai Politik).

“Ya, ada perbaikan berkas dari PPP selaku partai pengusung terkait nama struktur kepengurusan partai,” ujar Ketua KPU Jembrana, Ketut Gde Tangkas Sudiantara, didampingi anggota KPU Jembrana, Nengah Suardana.

Pada struktur pengurusan partai yang didaftarkan melalui Sipol, tertulis nama Khaled Ahmad selaku Ketua DPW PPP, sedangkan pada berkas KTP yang diserahkan ke KPU Jembrana, tertulis nama Halid. 

Adanya perbedaan nama tersebut, lanjutnya, pihak PPP  harus melakukan perbaikan hingga pukul 20.00 Wita malam ini, dan juga akan datang ke KPU Jembrana.

Namun, jika tidak bisa melakukan perbaikan, PPP akan dicoret sebagai partai pengusung. Pencoretan dilakukan di KPU Jembrana dengan disaksikan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, partai pengusung dan petugas penghubung.

“Kalau memang nanti dicoret, yang mencoretnya nanti dari partai koalisi, bukan kita (KPU). Nanti dilakukan disini (KPU Jembrana),” imbuh Suardana.

Namun, sesuai batas waktu yang diberikan, berkas dukungan bisa diperbaiki, dan dukungan akhirnya dinyatakan sah.

Paket ini dinilai memenuhi syarat dari swgi dukungan, yakni diusung lebih dari 7 kursi minimal syarat pencalonan, dimana Partai Golkar dengan 6 kursi, Gerindra 5 kursi, Demokrat 3 kursi, dan PKB dengan 2 kursi. Sementara PPP memiliki 1 kursi di DPRD Jembrana. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari Koalisi Jembrana Maju (KJM), I Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, akhirnya mendaftar ke KPU Jembrana, Minggu (6/9) siang.

Seusai menyerahkan berkas pendaftaran, bakal calon Bupati I Nengah Tamba, menargetkan kemenangan 60 persen pada Pilkada Jembrana 2020 ini. “Optimis, kami menang dengan 60 persen suara, ” ujar Tamba didampingi bakal calon Wakil Bupati, Ipat dan lima pimpinan partai pengusung pasangan calon.

Menurutnya, tanda-tanda kemenangan sudah jelas tersirat, yakni dimana dirinya sengaja mendaftar ke KPU Jembrana tanggal 6, yang mengartikan kemenangan 60 persen.

Tamba juga sengaja memilih mendaftar di finish (hari terakhir) masa tahapan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati dengan makna Tamba-Ipat mencapai finish dengan kemenangan.

Sementara itu, PPP salah satu dari lima partai pengusung paket dengan jargon ‘Tamba-Ipat Pasti Bisa’ masih menunggu dan harus melakukan perbaikan berkas.

Pasalnya, terdapat perbedaan nama pada KTP diberkas yang diserahkan saat mendaftar ke KPU Jembrana dengan yang didaftarkan melalui Sipol (Sistem Informasi Partai Politik).

“Ya, ada perbaikan berkas dari PPP selaku partai pengusung terkait nama struktur kepengurusan partai,” ujar Ketua KPU Jembrana, Ketut Gde Tangkas Sudiantara, didampingi anggota KPU Jembrana, Nengah Suardana.

Pada struktur pengurusan partai yang didaftarkan melalui Sipol, tertulis nama Khaled Ahmad selaku Ketua DPW PPP, sedangkan pada berkas KTP yang diserahkan ke KPU Jembrana, tertulis nama Halid. 

Adanya perbedaan nama tersebut, lanjutnya, pihak PPP  harus melakukan perbaikan hingga pukul 20.00 Wita malam ini, dan juga akan datang ke KPU Jembrana.

Namun, jika tidak bisa melakukan perbaikan, PPP akan dicoret sebagai partai pengusung. Pencoretan dilakukan di KPU Jembrana dengan disaksikan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, partai pengusung dan petugas penghubung.

“Kalau memang nanti dicoret, yang mencoretnya nanti dari partai koalisi, bukan kita (KPU). Nanti dilakukan disini (KPU Jembrana),” imbuh Suardana.

Namun, sesuai batas waktu yang diberikan, berkas dukungan bisa diperbaiki, dan dukungan akhirnya dinyatakan sah.

Paket ini dinilai memenuhi syarat dari swgi dukungan, yakni diusung lebih dari 7 kursi minimal syarat pencalonan, dimana Partai Golkar dengan 6 kursi, Gerindra 5 kursi, Demokrat 3 kursi, dan PKB dengan 2 kursi. Sementara PPP memiliki 1 kursi di DPRD Jembrana. 


Most Read

Artikel Terbaru

/