alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kasus Meninggal Positif Covid-19 di Bali Tembus 105 Orang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Laju perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali terus bertambah, baik dari sisi yang terkonfirmasi positif maupun yang meninggal dunia. Bahkan, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Minggu (6/9), jumlah kumulatif kasus Covid-19 yang meninggal dunia menembus angka seratus orang.

Secara rinci digambarkan, jumlah kumulatif yang meninggal sebanyak 105 orang, termasuk penambahan sebanyak tujuh orang per Minggu (6/9). Jumlah kumulatif ini terdiri dari 103 orang warga negara Indonesia atau WNI. Sisanya, dua orang warga negara asing (WNA).

Sementara untuk kasus baru yang terkonfirmasi positif, tercatat ada penambahan sebanyak 141 orang. Penambahan ini membuat jumlah kumulatif meningkat menjadi 6.212 orang. Sedangkan, kasus aktif yang masih perlu menjalani perawatan medis maupun karantina sebanyak 1.090 orang.

Sehari sebelumnya, Ketua GTPP Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menjelaskan bahwa tren perkembangan Covid-19 didominasi kelompok rentan. Baik dari segi usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Rata-rata di atas 50 tahun. Ini yang harus dijaga bersama,” jelas Dewa Indra di sela peringatan dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu (5/9).

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengatakan, sebelumnya, Covid-19 lebih banyak menjangkiti mereka yang beraktivitas di luar rumah. Mereka yang berusia muda tidak menunjukkan gejala klinis karena imunitasnya kuat.

“Sekarang Covid-19 sudah sampai di rumah. Di rumah itu ada orang-orang tua yang usianya lanjut, imunnya tidak kuat, apalagi komorbid. Karena itu, masyarakat diarahkan untuk diam di rumah. Maksudnya, supaya nggak keluar rumah ambil penyakit terus dibawa ke rumah,” tegasnya.

Meski demikian, sambung dia, pihaknya menyadari tidak mudah untuk memberikan penjelasan dan pemahaman soal risiko Covid-19 ini. Karenanya, berhubung tren perkembangan penyakit ini mulai mengancam mereka yang masuk kelompok rentan, pihaknya lebih fokus untuk memperbaiki tata laksana perawatan di rumah sakit.

“Tapi itu tidak cukup dengan pejelasan saja. Jadi kami di pemerintahan berusaha memperbaiki tata laksana (perawatan medis) di rumah sakit,” ungkapnya.

Soal tata laksana di rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bali dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, upaya itu dilakukan dengan menambah kapasitas ruang perawatan di rumah sakit. Karena kebutuhan ruangan dalam beberapa waktu terakhir cenderung meningkat.

“Tetapi dari segi distribusi, kami atur sedemikian rupa. Sekarang sudah ada tim pengendali, sehingga yang berat-berat (kasusnya), diarahkan ke RS PTN Unud dan RS Sanglah. Yang ringan di rumah sakit rujukan lainnya. Sekarang pakai manajemen kebencanaan,” jelas dr. Suarjaya.

Masih terkait kapasitas, ruang isolasi dan perawatan juga diupayakan untuk terus ditambah. Di Rumah Sakit Bali Mandara ditambah sebanyak 45 tempat tidur. Lalu di Rumah Sakit Siloam sepuluh tempat tidur. Dan di Rumah Sakit Sanglah sebanyak 30 tempat tidur. “Bahkan ada juga beberapa rumah sakit swasta yang membuka ruangan juga,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Laju perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali terus bertambah, baik dari sisi yang terkonfirmasi positif maupun yang meninggal dunia. Bahkan, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Minggu (6/9), jumlah kumulatif kasus Covid-19 yang meninggal dunia menembus angka seratus orang.

Secara rinci digambarkan, jumlah kumulatif yang meninggal sebanyak 105 orang, termasuk penambahan sebanyak tujuh orang per Minggu (6/9). Jumlah kumulatif ini terdiri dari 103 orang warga negara Indonesia atau WNI. Sisanya, dua orang warga negara asing (WNA).

Sementara untuk kasus baru yang terkonfirmasi positif, tercatat ada penambahan sebanyak 141 orang. Penambahan ini membuat jumlah kumulatif meningkat menjadi 6.212 orang. Sedangkan, kasus aktif yang masih perlu menjalani perawatan medis maupun karantina sebanyak 1.090 orang.

Sehari sebelumnya, Ketua GTPP Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menjelaskan bahwa tren perkembangan Covid-19 didominasi kelompok rentan. Baik dari segi usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Rata-rata di atas 50 tahun. Ini yang harus dijaga bersama,” jelas Dewa Indra di sela peringatan dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu (5/9).

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengatakan, sebelumnya, Covid-19 lebih banyak menjangkiti mereka yang beraktivitas di luar rumah. Mereka yang berusia muda tidak menunjukkan gejala klinis karena imunitasnya kuat.

“Sekarang Covid-19 sudah sampai di rumah. Di rumah itu ada orang-orang tua yang usianya lanjut, imunnya tidak kuat, apalagi komorbid. Karena itu, masyarakat diarahkan untuk diam di rumah. Maksudnya, supaya nggak keluar rumah ambil penyakit terus dibawa ke rumah,” tegasnya.

Meski demikian, sambung dia, pihaknya menyadari tidak mudah untuk memberikan penjelasan dan pemahaman soal risiko Covid-19 ini. Karenanya, berhubung tren perkembangan penyakit ini mulai mengancam mereka yang masuk kelompok rentan, pihaknya lebih fokus untuk memperbaiki tata laksana perawatan di rumah sakit.

“Tapi itu tidak cukup dengan pejelasan saja. Jadi kami di pemerintahan berusaha memperbaiki tata laksana (perawatan medis) di rumah sakit,” ungkapnya.

Soal tata laksana di rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bali dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, upaya itu dilakukan dengan menambah kapasitas ruang perawatan di rumah sakit. Karena kebutuhan ruangan dalam beberapa waktu terakhir cenderung meningkat.

“Tetapi dari segi distribusi, kami atur sedemikian rupa. Sekarang sudah ada tim pengendali, sehingga yang berat-berat (kasusnya), diarahkan ke RS PTN Unud dan RS Sanglah. Yang ringan di rumah sakit rujukan lainnya. Sekarang pakai manajemen kebencanaan,” jelas dr. Suarjaya.

Masih terkait kapasitas, ruang isolasi dan perawatan juga diupayakan untuk terus ditambah. Di Rumah Sakit Bali Mandara ditambah sebanyak 45 tempat tidur. Lalu di Rumah Sakit Siloam sepuluh tempat tidur. Dan di Rumah Sakit Sanglah sebanyak 30 tempat tidur. “Bahkan ada juga beberapa rumah sakit swasta yang membuka ruangan juga,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/