alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Selama Pandemi, Sampah TPA Suwung Turun 40 Persen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pendemi Covid-19 telah membuat hampir sebagian besar aktivitas masyarakat macet. Tapi tidak dengan aktivitas penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Suwung. Justru, selama pandemi berlangsung, volume sampah yang masuk ke TPA ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Rata-rata per hari turun 40 persen.

Seperti dibeberkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Bali, Made Teja, Minggu (6/9), bahwa  penurunan sudah terjadi sejak Maret 2020 atau bersamaan dengan ditetapkanannya wabah Covid-19 sebagai pandemi. “Sekarang turun. Rata-rata per hari turun 40 persen. Itu sudah sejak Maret lalu,” ungkap Teja.

Sejauh ini, sampah yang masuk ke TPA Suwung sebagian besar merupakan sampah rumah tangga. Sedangkan sampah industri seperti yang berasal dari aktivitas hotel, restoran, perkantoran, maupun sekolah merosot volumenya. “Kalau sampah rumah tangga tidak seberapa besar volumenya. Selama ini kan yang banyak itu sampah industri,” jelasnya.

Dengan tingkat penurunan sebesar itu, kini volume sampah yang masuk TPA Suwung rata-rata berkisar 500 sampai 600 ton perhari. Ini berbeda dengan kondisi normal sebelum masa pandemi Covid-19 berlangsung. Dalam sehari, volume sampah yang masuk rata-rata bisa mencapai 800 ton perhari. “Sekarang ini sekitar 500 sampai 600 ton. Itu yang terhitung,” kata Teja.

Turunnya volume sampah yang masuk, memberi kemudahan bagi pihaknya untuk melakukan penataan TPA Suwung, khususnya dalam melakukan penataan dengan sistem sanitary landfill.

Penataan dengan sistem itu dilakukan dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah. “Kalau sekarang penataan jadi agak mudah dilakukan,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pendemi Covid-19 telah membuat hampir sebagian besar aktivitas masyarakat macet. Tapi tidak dengan aktivitas penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Suwung. Justru, selama pandemi berlangsung, volume sampah yang masuk ke TPA ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Rata-rata per hari turun 40 persen.

Seperti dibeberkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Bali, Made Teja, Minggu (6/9), bahwa  penurunan sudah terjadi sejak Maret 2020 atau bersamaan dengan ditetapkanannya wabah Covid-19 sebagai pandemi. “Sekarang turun. Rata-rata per hari turun 40 persen. Itu sudah sejak Maret lalu,” ungkap Teja.

Sejauh ini, sampah yang masuk ke TPA Suwung sebagian besar merupakan sampah rumah tangga. Sedangkan sampah industri seperti yang berasal dari aktivitas hotel, restoran, perkantoran, maupun sekolah merosot volumenya. “Kalau sampah rumah tangga tidak seberapa besar volumenya. Selama ini kan yang banyak itu sampah industri,” jelasnya.

Dengan tingkat penurunan sebesar itu, kini volume sampah yang masuk TPA Suwung rata-rata berkisar 500 sampai 600 ton perhari. Ini berbeda dengan kondisi normal sebelum masa pandemi Covid-19 berlangsung. Dalam sehari, volume sampah yang masuk rata-rata bisa mencapai 800 ton perhari. “Sekarang ini sekitar 500 sampai 600 ton. Itu yang terhitung,” kata Teja.

Turunnya volume sampah yang masuk, memberi kemudahan bagi pihaknya untuk melakukan penataan TPA Suwung, khususnya dalam melakukan penataan dengan sistem sanitary landfill.

Penataan dengan sistem itu dilakukan dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah. “Kalau sekarang penataan jadi agak mudah dilakukan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/