alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

15 Laporan Bencana Diterima BPBD Gianyar Dalam Sehari

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pohon tumbang dan banjir terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Gianyar, Senin (6/12). Selain itu juga ada senderan yang ambrol setelah diguyur hujan lebat disertai angina kencang sejak Minggu malam. Pohon tumbang yang terjadi pun mengakibatkan terjadi gangguan listrik.

 

Manajer PLN ULP Gianyar, I Ketut Suastika, menjelaskan bahwa pohon tumbang yang terjadi di Banjar Pengembungan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, mengakibatkan 6 gardu milik PLN padam. “Dan hal ini mengakibatkan sekitar 197 pelanggan melakukan gangguan listrik,” ujarnya.

 

Sedangkan selama bulan November 2021, total ada 16 gardu PLN yang padam akibat pohon tumbang di wilayah Kabupaten Gianyar. Dan hal itu menyebabkan 471 pelanggan mengalami gangguan listrik. “Rata-rata pohon tumbang menimpa tiang PLN dan membuat konduktor putus,” imbuhnya sembari mengatakan jika ditotal, kerugian yang dialami PLN mencapai Rp 116 Juta.

 

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta menyebutkan jika laporan mengenai pohon tumbang, banjir hingga senderan jebol sudah pihaknya terima sejak Sabtu dini hari. Dan hingga Sabtu sore, total ada 15 laporan yang masuk ke mejanya.

 

“15 laporan itu terdiri dari pohon tumbang 1 titik ditangani Relawan FPRB Gianyar, 1 titik ditangani Polres Gianyar, 2 titik ditangani PLN, 6 titik sudah ditangani BPBD, dan 5 titik lagi dalam proses penanganan. Sedangkan untuk longsor ditangani Damkar Gianyar,” tegasnya.

 

Kendatipun cukup banyak, namun menurutnya BPBD Gianyar tidak sampai kewalahan menangani bencana beruntun dalam sehari tersebut. Sebab pihaknya mengerahkan 2 tim reaksi cepat (TRC) yang langsung meluncur dengan menerapkan skala prioritas sesuai tingkat bahaya. Disamping itu, pihaknya juga bersyukur dari sekian banyak bencana alam tersebut, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, dan hanya menimbulkan kerusakan tembok atau atap rumah.

 

“Tidak kewalahan, karena waktu masih panjang. Dan laporan bencana astungkara bisa kita tangani. Jadi strateginya kita tangani dulu yang urgent, seperti misalnya menghalangi jalan,” imbuhnya.

 

Setelah tuntas menangani  pohon tumbang tutup akses jalan, maka TRC meluncur menangani pohon tumbang yang menimpa rumah atau fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk longsor yang tidak begitu besar, pihaknya dibantu Damkar. “Seperti di Samplangan dan Tegallalang itu ada longsor penanganannya dibantu Damkar dan warga setempat,” sambungnya.

 

Selain itu, kata Dibya pihaknya juga menerima laporan adanya luapan air yang masuk rumah warga hingga banjir sepinggang orang dewasa di Banjar/Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Namun laporan itu sudah ditangani. Begitu juga dengan pohon jenis Albesia setinggi 20 meter yang tumbang di Banjar Tegallantang, Ubud, hingga pohon aren di Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pohon tumbang dan banjir terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Gianyar, Senin (6/12). Selain itu juga ada senderan yang ambrol setelah diguyur hujan lebat disertai angina kencang sejak Minggu malam. Pohon tumbang yang terjadi pun mengakibatkan terjadi gangguan listrik.

 

Manajer PLN ULP Gianyar, I Ketut Suastika, menjelaskan bahwa pohon tumbang yang terjadi di Banjar Pengembungan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, mengakibatkan 6 gardu milik PLN padam. “Dan hal ini mengakibatkan sekitar 197 pelanggan melakukan gangguan listrik,” ujarnya.

 

Sedangkan selama bulan November 2021, total ada 16 gardu PLN yang padam akibat pohon tumbang di wilayah Kabupaten Gianyar. Dan hal itu menyebabkan 471 pelanggan mengalami gangguan listrik. “Rata-rata pohon tumbang menimpa tiang PLN dan membuat konduktor putus,” imbuhnya sembari mengatakan jika ditotal, kerugian yang dialami PLN mencapai Rp 116 Juta.

 

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta menyebutkan jika laporan mengenai pohon tumbang, banjir hingga senderan jebol sudah pihaknya terima sejak Sabtu dini hari. Dan hingga Sabtu sore, total ada 15 laporan yang masuk ke mejanya.

 

“15 laporan itu terdiri dari pohon tumbang 1 titik ditangani Relawan FPRB Gianyar, 1 titik ditangani Polres Gianyar, 2 titik ditangani PLN, 6 titik sudah ditangani BPBD, dan 5 titik lagi dalam proses penanganan. Sedangkan untuk longsor ditangani Damkar Gianyar,” tegasnya.

 

Kendatipun cukup banyak, namun menurutnya BPBD Gianyar tidak sampai kewalahan menangani bencana beruntun dalam sehari tersebut. Sebab pihaknya mengerahkan 2 tim reaksi cepat (TRC) yang langsung meluncur dengan menerapkan skala prioritas sesuai tingkat bahaya. Disamping itu, pihaknya juga bersyukur dari sekian banyak bencana alam tersebut, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, dan hanya menimbulkan kerusakan tembok atau atap rumah.

 

“Tidak kewalahan, karena waktu masih panjang. Dan laporan bencana astungkara bisa kita tangani. Jadi strateginya kita tangani dulu yang urgent, seperti misalnya menghalangi jalan,” imbuhnya.

 

Setelah tuntas menangani  pohon tumbang tutup akses jalan, maka TRC meluncur menangani pohon tumbang yang menimpa rumah atau fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk longsor yang tidak begitu besar, pihaknya dibantu Damkar. “Seperti di Samplangan dan Tegallalang itu ada longsor penanganannya dibantu Damkar dan warga setempat,” sambungnya.

 

Selain itu, kata Dibya pihaknya juga menerima laporan adanya luapan air yang masuk rumah warga hingga banjir sepinggang orang dewasa di Banjar/Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Namun laporan itu sudah ditangani. Begitu juga dengan pohon jenis Albesia setinggi 20 meter yang tumbang di Banjar Tegallantang, Ubud, hingga pohon aren di Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar. 


Most Read

Artikel Terbaru

/