alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Air Sungai Meluap, Bangunan Sekolah di Buleleng Bali Tergerus

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras di musim penghujan ini kerap membuat volume air naik. Sungai-sungai yang ada di Buleleng, Bali pun beberapa mengalami kenaikan volume hingga mluap dan merendam beberapa lokasi. Air sungai yang ada di Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu pun naik dan menimbulkan bencana. Arus sungai Tukad Asahbadung meluap dan mengikis senderan gedung sekolah baik TK dan SD, yang lokasinya berada di pinggir sungai tersebut pada Senin (6/12) siang.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala Desa Sepang Kelod, Ketut Ngurah mengatakan, sebelum tergerus air sungai, senderan sekolah itu memang telah rusak sejak tahun 2020 lalu. Namun, hingga saat ini belum mendpat penanganan. Parahnya, ketika hujan deras dan air sungai meluap, membuat arus sungai meningkat dan menghanyutkan sebagian sendenran sekolah. “Curah hujannya sangat tinggi belakangan ini. Air sungai jadi naik dan meluap. Alirannya menggerus halaman SD dan TK,” kata dia.

Meski kondisinya memprihatinkan, sesungguhnya kedua sekoah itu masih tetap digunakan sebagai tempat belajar. Namun pihak sekolah mengambil keputusan untuk tidak mengadakan belajar mengajar di sekolah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah lapor juga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, PUTR Buleleng juga sudah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Buleleng, Made Astika mengaku sudah menerima informasi terkait jebolnya senderan gedung TK dan SD di Desa Sepang Kelod. Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR. Rencananya kamis (9/12) nanti akan dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk tindak lanjut penanganan, mengingat lokasi sekolah terletak di sepadan sungai.

Menurut Astika, kejadian ini bukan kali pertama. Pada musim hujan sebelumnya, senderan sekolah tersebut juga dilaporkan tergerus. “Ini kedua kalinya tergerus, tahun lalu cukup keras. Aliran sungai mengarah ke sana. Tahun lalu sudah kami survei ke lokasi. Nanti akan dilakukan penyenderan. Kalau DED dari Dinas PUPR sudah ada. Kami juga akan ajak Pemdes, karena untuk TK ada di bawah Pemerintah Desa, yang secara operasional penanganannya dari desa setempat,” jelas Astika.

Tergerusnya bangungan sekolah itu terekam dalam sebuah video pendek. Pada video itu terlihat arus sungai sangat deras. Air berwarna coklat itu pun menggerus pondasi sekolah. Selain itu sebagian bangunan padmasana juga turut tergerus.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras di musim penghujan ini kerap membuat volume air naik. Sungai-sungai yang ada di Buleleng, Bali pun beberapa mengalami kenaikan volume hingga mluap dan merendam beberapa lokasi. Air sungai yang ada di Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu pun naik dan menimbulkan bencana. Arus sungai Tukad Asahbadung meluap dan mengikis senderan gedung sekolah baik TK dan SD, yang lokasinya berada di pinggir sungai tersebut pada Senin (6/12) siang.

Dikonfirmasi via telepon, Kepala Desa Sepang Kelod, Ketut Ngurah mengatakan, sebelum tergerus air sungai, senderan sekolah itu memang telah rusak sejak tahun 2020 lalu. Namun, hingga saat ini belum mendpat penanganan. Parahnya, ketika hujan deras dan air sungai meluap, membuat arus sungai meningkat dan menghanyutkan sebagian sendenran sekolah. “Curah hujannya sangat tinggi belakangan ini. Air sungai jadi naik dan meluap. Alirannya menggerus halaman SD dan TK,” kata dia.

Meski kondisinya memprihatinkan, sesungguhnya kedua sekoah itu masih tetap digunakan sebagai tempat belajar. Namun pihak sekolah mengambil keputusan untuk tidak mengadakan belajar mengajar di sekolah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah lapor juga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, PUTR Buleleng juga sudah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Buleleng, Made Astika mengaku sudah menerima informasi terkait jebolnya senderan gedung TK dan SD di Desa Sepang Kelod. Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR. Rencananya kamis (9/12) nanti akan dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk tindak lanjut penanganan, mengingat lokasi sekolah terletak di sepadan sungai.

Menurut Astika, kejadian ini bukan kali pertama. Pada musim hujan sebelumnya, senderan sekolah tersebut juga dilaporkan tergerus. “Ini kedua kalinya tergerus, tahun lalu cukup keras. Aliran sungai mengarah ke sana. Tahun lalu sudah kami survei ke lokasi. Nanti akan dilakukan penyenderan. Kalau DED dari Dinas PUPR sudah ada. Kami juga akan ajak Pemdes, karena untuk TK ada di bawah Pemerintah Desa, yang secara operasional penanganannya dari desa setempat,” jelas Astika.

Tergerusnya bangungan sekolah itu terekam dalam sebuah video pendek. Pada video itu terlihat arus sungai sangat deras. Air berwarna coklat itu pun menggerus pondasi sekolah. Selain itu sebagian bangunan padmasana juga turut tergerus.


Most Read

Artikel Terbaru

/