alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Gelombang Hantam Pesisir Yehembang, Banjir Bandang di Pekutatan, Bali

NEGARA, BALI EXPRESS – Cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, sejak sepekan terakhir. Hujan deras disertai gelombang tinggi menghantam pesisir Selatan Jembrana yakni Pantai Yehembang, Pantai Perancak hingga Pantai Pebuahan, Minggu (5/12).

 

Akibatnya sejumlah bangunan warung maupun senderan yang ada di pesisir Pantai Yehembang rusak parah. Bahkan tingginya gelombang malam itu juga menyebabkan air laut sempat masuk ke dalam rumah warga di Desa Perancak.

 

Komang Astawa yang merupakan salah seorang pemilik warung di Pesisir Yehembang mengatakan gelombang tinggi sejatinya sudah terjadi sejak Sabtu (4/12) malam. Namun yang paling parah terjadi pada Minggu (5/12) malam dan mengakibatkan warung miliknya hancur. “Yang tadi malam (Minggu) gelombangnya sangat besar, warung saya rusak termasuk senderan pantai di dekat kuburan,” ujarnya.

 

Sementara itu Perbekel Yehembang I Made Semadi mengatakan sudah melaporkan bencana alam ini ke BPBD Jembrana. Selain itu pihaknya juga sudah menghimbau warganya untuk waspada akan gelombang tinggi.

“Kami perkirakan gelombang tinggi masih terjadi hingga dua hari ke depan. Jadi kepada warga Saya mohon untuk tetap waspada,”ujarnya.

 

Dijelaskan Semadi abrasi di pesisir pantai Yehembang sudah terjadi sejak empat tahun lalu.

“Semoga nantinya ada penanganan. Kami khawatir dengan kondisi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, 16 kepala keluarga di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan menjadi korban banjir bandang yang terjadi Senin (6/12) dini hari. Luapan Sungai Pulukan itu merendam rumah-rumah warga sejak pukul 04.00Wita.

 

“Warga sudah melakukan antisipasi, terus berkoordinasi dengan penjaga bendungan di hulu. Sehingga kerugian yang ditimbulkan musibah kali ini tidak terlalu besar,” ujar Komang Astawa.

 

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat meninjau lokasi banjir bandang mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa warganya itu. Pihaknya berharap warga sabar dan tetap waspada, karena air sungai masih besar dan hujan masih kerap turun.


NEGARA, BALI EXPRESS – Cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, sejak sepekan terakhir. Hujan deras disertai gelombang tinggi menghantam pesisir Selatan Jembrana yakni Pantai Yehembang, Pantai Perancak hingga Pantai Pebuahan, Minggu (5/12).

 

Akibatnya sejumlah bangunan warung maupun senderan yang ada di pesisir Pantai Yehembang rusak parah. Bahkan tingginya gelombang malam itu juga menyebabkan air laut sempat masuk ke dalam rumah warga di Desa Perancak.

 

Komang Astawa yang merupakan salah seorang pemilik warung di Pesisir Yehembang mengatakan gelombang tinggi sejatinya sudah terjadi sejak Sabtu (4/12) malam. Namun yang paling parah terjadi pada Minggu (5/12) malam dan mengakibatkan warung miliknya hancur. “Yang tadi malam (Minggu) gelombangnya sangat besar, warung saya rusak termasuk senderan pantai di dekat kuburan,” ujarnya.

 

Sementara itu Perbekel Yehembang I Made Semadi mengatakan sudah melaporkan bencana alam ini ke BPBD Jembrana. Selain itu pihaknya juga sudah menghimbau warganya untuk waspada akan gelombang tinggi.

“Kami perkirakan gelombang tinggi masih terjadi hingga dua hari ke depan. Jadi kepada warga Saya mohon untuk tetap waspada,”ujarnya.

 

Dijelaskan Semadi abrasi di pesisir pantai Yehembang sudah terjadi sejak empat tahun lalu.

“Semoga nantinya ada penanganan. Kami khawatir dengan kondisi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, 16 kepala keluarga di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan menjadi korban banjir bandang yang terjadi Senin (6/12) dini hari. Luapan Sungai Pulukan itu merendam rumah-rumah warga sejak pukul 04.00Wita.

 

“Warga sudah melakukan antisipasi, terus berkoordinasi dengan penjaga bendungan di hulu. Sehingga kerugian yang ditimbulkan musibah kali ini tidak terlalu besar,” ujar Komang Astawa.

 

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat meninjau lokasi banjir bandang mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa warganya itu. Pihaknya berharap warga sabar dan tetap waspada, karena air sungai masih besar dan hujan masih kerap turun.


Most Read

Artikel Terbaru

/