alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Jokowi Minta Petugas di Perbatasan Waspadai Varian Omicron

BADUNG, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada terhadap ancaman Covid-19 varian Omicron yang sudah mulai menyebar ke banyak negara. Pada saat yang sama, dia menekankan jajaran TNI-Polri untuk terus menggencarkan program vaksinasi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (3/12).

“Ancaman ini belum selesai. Kita boleh bersyukur. Kita boleh berbangga, tapi tetap harus waspada. Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron, hati-hati,” tuturnya.

Kepala negara menegaskan para pihak, utamanya yang bertugas di wilayah perbatasan untuk lebih waspada terhadap virus korona varian Omicron tersebut. Presiden menyebut, walaupun masih dalam proses studi, varian Omicron dinilai lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian Delta.

“Utamanya, polda-polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain karena yang membawa bisa orang-orang asing, bule-bule, tapi juga dari warga negara kita sendiri, utamanya tenaga kerja kita yang dari luar waktu masuk kembali,” ucapnya.

Baca Juga :  Penggantian Baju Batik Tingkat SDN Tabanan Dikeluhkan

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta TNI-Polri berserta jajarannya terus mempercepat dan menggencarkan program vaksinasi Covid-19, terutama kepada provinsi-provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Provinsi-provinsi mana yang masih harus digencarkan? Ada 15 provinsi yang masih di bawah 60 (persen). Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat, Maluku, Sultra, Aceh, Papua,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi juga terus menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan secara ketat, serta meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan di setiap wilayah di Indonesia.

“Hati-hati 17 kabupaten/kota di 8 provinsi yang mengalami tren naik selama 2-3 minggu terakhir ini. Naik sedikit saja segera antisipasi. Walaupun masih dalam hitungan puluhan per minggu, tapi harus segera diantisipasi karena larinya nanti bisa ke keamanan. Bisa ke politik, ketertiban masyarakat, semuanya,” tandasnya. (win)

BADUNG, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada terhadap ancaman Covid-19 varian Omicron yang sudah mulai menyebar ke banyak negara. Pada saat yang sama, dia menekankan jajaran TNI-Polri untuk terus menggencarkan program vaksinasi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (3/12).

“Ancaman ini belum selesai. Kita boleh bersyukur. Kita boleh berbangga, tapi tetap harus waspada. Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron, hati-hati,” tuturnya.

Kepala negara menegaskan para pihak, utamanya yang bertugas di wilayah perbatasan untuk lebih waspada terhadap virus korona varian Omicron tersebut. Presiden menyebut, walaupun masih dalam proses studi, varian Omicron dinilai lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian Delta.

“Utamanya, polda-polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain karena yang membawa bisa orang-orang asing, bule-bule, tapi juga dari warga negara kita sendiri, utamanya tenaga kerja kita yang dari luar waktu masuk kembali,” ucapnya.

Baca Juga :  DJ Palma tetap Survive “Jual” Musik Bukan Penampilan

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta TNI-Polri berserta jajarannya terus mempercepat dan menggencarkan program vaksinasi Covid-19, terutama kepada provinsi-provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Provinsi-provinsi mana yang masih harus digencarkan? Ada 15 provinsi yang masih di bawah 60 (persen). Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat, Maluku, Sultra, Aceh, Papua,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi juga terus menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan secara ketat, serta meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan di setiap wilayah di Indonesia.

“Hati-hati 17 kabupaten/kota di 8 provinsi yang mengalami tren naik selama 2-3 minggu terakhir ini. Naik sedikit saja segera antisipasi. Walaupun masih dalam hitungan puluhan per minggu, tapi harus segera diantisipasi karena larinya nanti bisa ke keamanan. Bisa ke politik, ketertiban masyarakat, semuanya,” tandasnya. (win)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru