alexametrics
28.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

RTH Bung Karno di Buleleng, Bali Diharapkan Jadi Ruang Kreatif

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno sudah rampung 100 persen. Tidak ada pekerjaan yang tertunda. Pengerjaannya pun telah memenuhi target yakni terselesaikan pada bulan Desember. Rampungnya RTH Bung Karno yang berlokasi di Kelurahan Sukasada ini sudah diserahterimakan pada Senin (6/12) dari pelaksana ke Dinas Lingkungan Hidup Buleleng.

Kepala DLH Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat berharap RTH Bung Karno dapat segera digunakan sebagai fasilitas publik. Dengan demikian masyarakat dapat berkunjung ke tempat tersebut. “Harapan kami sesegara mungkin bisa di gunakan, ini merupakan fasilitas umum, fasilitas public tentu, harapan masyarakat bisa sesegera mungkin berkunjung ke sini,” ujarnya saat ditemui di RTH Bung Karno.

Sebelum dibuka menjadi fasilitas publik, RTH Bung Karno rencananya akan diupacarai sesuai dengan kepercayaan hindu. Tentunya melalui hari baik atau dewasa ayu seperti yang biasa dilakukan umat hindu untuk menggelar suatu upacara. “Ini sebuah destinasi tentu, akan ada pergerakan ekonomi itu harapan dari pemda. Tidak bisa di pungkiri bahwa kami sesuai dengan adat desa kala patra namanya, bahwa sebelum dibuka kami akan adakan acara pemelaspas yang kecil tentu supaya kita nyaman aman berada di fasilitas umum RTH Bung karno. Nah setelah itu baru kami akan laksanakan ya kurang lebih kira-kira nantinya, sesuai dengan dewasa yang ada,” tambahnya.

Terkait pemeliharaan tempat, Melandrat mengaku akan tetap dikawal oleh pelaksana. Rentang waktu pemeliharaan yang dilakukan oleh pelaksana adalah selama 6 bulan. “Ya mungkin ini kan baru kontruksi bisa di selesaikan, adapun kekurangan-kekurangan misalnya pagar, vegetasinya, tamannya ini tentu nanti sesuai dengan kemampuan daerah pastinya,” lanjutnya.

Untuk pemanfaatan tempat ketika nantinya digunakan oleh masyarakat, Melandrat mengaku akan berkoordinasi dengan Even Organizer serta komunitas kreatif di Buleleng. “Ya kami akan berkoordinasi dengan EO atau teman-teman yang memiliki kreatifitas untuk menggerakan ekonomi kreatif nantinya. Sangat bagus sekali apabila RTH Bungkarno ini menjadi fasilitas yang bisa mendorong ekonomi kreatif. Ya harapan kami adalah minimal dua kali dalam satu bulan ada even di sini untuk menggerakan ekonomi, sehingga ekonomi Buleleng bisa bangkit dengan fasilitas pembangunan taman Bung Karno,” tegasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno sudah rampung 100 persen. Tidak ada pekerjaan yang tertunda. Pengerjaannya pun telah memenuhi target yakni terselesaikan pada bulan Desember. Rampungnya RTH Bung Karno yang berlokasi di Kelurahan Sukasada ini sudah diserahterimakan pada Senin (6/12) dari pelaksana ke Dinas Lingkungan Hidup Buleleng.

Kepala DLH Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat berharap RTH Bung Karno dapat segera digunakan sebagai fasilitas publik. Dengan demikian masyarakat dapat berkunjung ke tempat tersebut. “Harapan kami sesegara mungkin bisa di gunakan, ini merupakan fasilitas umum, fasilitas public tentu, harapan masyarakat bisa sesegera mungkin berkunjung ke sini,” ujarnya saat ditemui di RTH Bung Karno.

Sebelum dibuka menjadi fasilitas publik, RTH Bung Karno rencananya akan diupacarai sesuai dengan kepercayaan hindu. Tentunya melalui hari baik atau dewasa ayu seperti yang biasa dilakukan umat hindu untuk menggelar suatu upacara. “Ini sebuah destinasi tentu, akan ada pergerakan ekonomi itu harapan dari pemda. Tidak bisa di pungkiri bahwa kami sesuai dengan adat desa kala patra namanya, bahwa sebelum dibuka kami akan adakan acara pemelaspas yang kecil tentu supaya kita nyaman aman berada di fasilitas umum RTH Bung karno. Nah setelah itu baru kami akan laksanakan ya kurang lebih kira-kira nantinya, sesuai dengan dewasa yang ada,” tambahnya.

Terkait pemeliharaan tempat, Melandrat mengaku akan tetap dikawal oleh pelaksana. Rentang waktu pemeliharaan yang dilakukan oleh pelaksana adalah selama 6 bulan. “Ya mungkin ini kan baru kontruksi bisa di selesaikan, adapun kekurangan-kekurangan misalnya pagar, vegetasinya, tamannya ini tentu nanti sesuai dengan kemampuan daerah pastinya,” lanjutnya.

Untuk pemanfaatan tempat ketika nantinya digunakan oleh masyarakat, Melandrat mengaku akan berkoordinasi dengan Even Organizer serta komunitas kreatif di Buleleng. “Ya kami akan berkoordinasi dengan EO atau teman-teman yang memiliki kreatifitas untuk menggerakan ekonomi kreatif nantinya. Sangat bagus sekali apabila RTH Bungkarno ini menjadi fasilitas yang bisa mendorong ekonomi kreatif. Ya harapan kami adalah minimal dua kali dalam satu bulan ada even di sini untuk menggerakan ekonomi, sehingga ekonomi Buleleng bisa bangkit dengan fasilitas pembangunan taman Bung Karno,” tegasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/