26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Korbankan Sawah untuk Tol, Gus Adhi Harapkan Ada Lahan Baru Pengganti

DENPASAR, BALI EXPRESS — Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra melihat bahwa pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk banyak mengorbankan lahan sawah maupun hutan. Agar kebutuhan beras tidak kekurangan, dia berharap lahan sawah maupun hutan tersebut harus ada penggantinya.

Politikus yang akrab disapa Gus Adhi ini mengatakan, berbicara soa strategi pembangunan memang serba susah. Namun dia berharap ketahanan pangan agar tetap dijaga. “Untuk itu, sebisa mungkin kita harus menghindari pembangunan jalan atau pembangunan perumahan, termasuk pembangunan usaha yang mencaplok lahan pertanian produktif , apalagi subur,” jelasnya, Senin (5/12).

Ini harus dilaksanakan dengan komitmen bersama. Apalagi taksu Bali adalah alam dan lingkungan. Tidak hanya sawah, hutan juga harus diselamatkan.

“Pembangunan tol itu, menurut saya, harus ada sawah atau hutan baru, sebagai penggantinya untuk diselamatkan,” bebernya.

Disebutkan, di wilayah Bali barat dirasakan tidak terlalu krodit lalu lintasnya. Sehingga, menurut Gus Adhi, harus di tempat itu yang dimaksimalkan, termasuk shortcut diperbanyak. “Saya rasa pembangunan seperti itu lebih bagus. Orang sangat susah menciptakan lahan pertanian, mengapa kita mengorbankan lahan pertanian itu sendiri,” tegasnya.

Ditambahkannya, dahulu pada zaman Orde Baru diwajibkan ada hutan kota untuk menghasilkan oksigen. Termasuk untuk lahan serapan air. “Ke depan kita harus memegang keseimbangan kehidupan tersebut apalagi ketahanan pangan. Di Bali sudah kekurangan beras, masih defisit,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan sawah di Jembrana relative bagus. Di samping itu, kawasan sawah di Jembrana lebih luas dibanding kabupaten/kota lainnya di Bali. “Dahulu, kalau ada hutan yang dicaplok untuk pembangunan, harus ada hutan penggantinya,” tegasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra melihat bahwa pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk banyak mengorbankan lahan sawah maupun hutan. Agar kebutuhan beras tidak kekurangan, dia berharap lahan sawah maupun hutan tersebut harus ada penggantinya.

Politikus yang akrab disapa Gus Adhi ini mengatakan, berbicara soa strategi pembangunan memang serba susah. Namun dia berharap ketahanan pangan agar tetap dijaga. “Untuk itu, sebisa mungkin kita harus menghindari pembangunan jalan atau pembangunan perumahan, termasuk pembangunan usaha yang mencaplok lahan pertanian produktif , apalagi subur,” jelasnya, Senin (5/12).

Ini harus dilaksanakan dengan komitmen bersama. Apalagi taksu Bali adalah alam dan lingkungan. Tidak hanya sawah, hutan juga harus diselamatkan.

“Pembangunan tol itu, menurut saya, harus ada sawah atau hutan baru, sebagai penggantinya untuk diselamatkan,” bebernya.

Disebutkan, di wilayah Bali barat dirasakan tidak terlalu krodit lalu lintasnya. Sehingga, menurut Gus Adhi, harus di tempat itu yang dimaksimalkan, termasuk shortcut diperbanyak. “Saya rasa pembangunan seperti itu lebih bagus. Orang sangat susah menciptakan lahan pertanian, mengapa kita mengorbankan lahan pertanian itu sendiri,” tegasnya.

Ditambahkannya, dahulu pada zaman Orde Baru diwajibkan ada hutan kota untuk menghasilkan oksigen. Termasuk untuk lahan serapan air. “Ke depan kita harus memegang keseimbangan kehidupan tersebut apalagi ketahanan pangan. Di Bali sudah kekurangan beras, masih defisit,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan sawah di Jembrana relative bagus. Di samping itu, kawasan sawah di Jembrana lebih luas dibanding kabupaten/kota lainnya di Bali. “Dahulu, kalau ada hutan yang dicaplok untuk pembangunan, harus ada hutan penggantinya,” tegasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru