alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Bersihkan Terumbu Karang, Penyelam Temukan Tiga Hiu Langka

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tiga ekor hiu ditemukan dalam kondisi mati ditengah perairan Bukti. Tiga ekor hiu tersebut ditemukan oleh salah seorang WNA asal Belgia, Juli saat menyelam di wilayah perairan yang merupakan salah satu tempat konservasi terumbu karang. Juli menemukan hiu-hiu tersebut tersangkut di jala ikan milik nelayan yang tersangkut pada karang Gugusan Karang Puncak Pitu. Kemudian ia menghubungi salah satu penyelam dari Bahari Prawara Bondalem.

Saat menerima informasi tersebut tim langsung melakukan pengecekan bersama-sama dengan tim dari Bukti Fishing Club. Namun karena arus yang terlalu besar maka penyelaman batal dilakukan. Kemudian penyelaman kembali dilakukan Minggu (7/3) siang. Panjang dari hiu tersebut masing-masing 80 cm dan 40 cm.

Dikonfirmasi via telepon, salah satu penyelam Baharai Prawara, Adi Sancaya menjelaskan, pada awalnya adalah melakukn pengangkatan jala yang tersangkut pada gugusan karang. Namun pada jala itu terdapat tiga ekor hiu yang terjebak jala ikan. Tim pun mengangkat hiu tersebut ke bibir pantai. “Panjangnya, 80 cm dan 40 cm. Biasanya itu nocturnal. Malam baru keluar. Kemungkinan saat keluar lalu ada jarring terus ditabrak dan terperangkap. Kemungkinan habitat hiu ini memang disana, Karen banyak juga hiu-hiu yang melintas diperairan Bukti ini. Jadi perkiraannya mereka tidak bermigrasi,” kata Adi.

Hiu yang diduga Coral Catshark ini ditemukan dikedalaman 26 meter dan berada 1 kilometer dari bibir pantai. Adi pun mengaku ini kali pertama hiu jenis ini terlihat di perairan Bukti. “Dan baru pertama kali kami temukan. Mungkin ada jenis lain, tapi ini baru kali ini,” tegasnya.

Proses pengangkatan jala beserta hiu itu dibantu beberapa penyelam dari Amed dan Denpasar. Bangkai hiu itu menurut Adi sudah diambil sample untuk dilakukan uji lab di Denpasar untuk mengetahui kepastian hiu tersebut. “Untuk bangkainya kami kubur. Tapi dari Yayasan Bionesia sudah mengambil sample untuk mengetahui jenisnya. Apakah itu benar-benar Coral Catshark ata Balinensia. Perkiraan sih itu Coral Catshark. Dari giginya terlihat seperti itu,” ujarnya.

Selain dilakukan uji lab, Adi juga mengaku hiu ini rencananya akan dibedah dan dikeringkan untuk selanjutnya digunakan sebagai media edukasi.

Dikutip dari artikel National Oceanograpic, hiu ini umum ditemui di sekitar perairan karang perairan tropis termasuk Indonesia,  namun tidak banyak diketahui. Disebut juga Hiu Tokek karena memiliki ciri bitnik berwarna abu-abu muda dan putih. Selain itu kedua sirip punggung sama besar. Atelomycterus marmoratus merupakan hiu yang dijumpai di celah-celah atau lubang di terumbu karang.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tiga ekor hiu ditemukan dalam kondisi mati ditengah perairan Bukti. Tiga ekor hiu tersebut ditemukan oleh salah seorang WNA asal Belgia, Juli saat menyelam di wilayah perairan yang merupakan salah satu tempat konservasi terumbu karang. Juli menemukan hiu-hiu tersebut tersangkut di jala ikan milik nelayan yang tersangkut pada karang Gugusan Karang Puncak Pitu. Kemudian ia menghubungi salah satu penyelam dari Bahari Prawara Bondalem.

Saat menerima informasi tersebut tim langsung melakukan pengecekan bersama-sama dengan tim dari Bukti Fishing Club. Namun karena arus yang terlalu besar maka penyelaman batal dilakukan. Kemudian penyelaman kembali dilakukan Minggu (7/3) siang. Panjang dari hiu tersebut masing-masing 80 cm dan 40 cm.

Dikonfirmasi via telepon, salah satu penyelam Baharai Prawara, Adi Sancaya menjelaskan, pada awalnya adalah melakukn pengangkatan jala yang tersangkut pada gugusan karang. Namun pada jala itu terdapat tiga ekor hiu yang terjebak jala ikan. Tim pun mengangkat hiu tersebut ke bibir pantai. “Panjangnya, 80 cm dan 40 cm. Biasanya itu nocturnal. Malam baru keluar. Kemungkinan saat keluar lalu ada jarring terus ditabrak dan terperangkap. Kemungkinan habitat hiu ini memang disana, Karen banyak juga hiu-hiu yang melintas diperairan Bukti ini. Jadi perkiraannya mereka tidak bermigrasi,” kata Adi.

Hiu yang diduga Coral Catshark ini ditemukan dikedalaman 26 meter dan berada 1 kilometer dari bibir pantai. Adi pun mengaku ini kali pertama hiu jenis ini terlihat di perairan Bukti. “Dan baru pertama kali kami temukan. Mungkin ada jenis lain, tapi ini baru kali ini,” tegasnya.

Proses pengangkatan jala beserta hiu itu dibantu beberapa penyelam dari Amed dan Denpasar. Bangkai hiu itu menurut Adi sudah diambil sample untuk dilakukan uji lab di Denpasar untuk mengetahui kepastian hiu tersebut. “Untuk bangkainya kami kubur. Tapi dari Yayasan Bionesia sudah mengambil sample untuk mengetahui jenisnya. Apakah itu benar-benar Coral Catshark ata Balinensia. Perkiraan sih itu Coral Catshark. Dari giginya terlihat seperti itu,” ujarnya.

Selain dilakukan uji lab, Adi juga mengaku hiu ini rencananya akan dibedah dan dikeringkan untuk selanjutnya digunakan sebagai media edukasi.

Dikutip dari artikel National Oceanograpic, hiu ini umum ditemui di sekitar perairan karang perairan tropis termasuk Indonesia,  namun tidak banyak diketahui. Disebut juga Hiu Tokek karena memiliki ciri bitnik berwarna abu-abu muda dan putih. Selain itu kedua sirip punggung sama besar. Atelomycterus marmoratus merupakan hiu yang dijumpai di celah-celah atau lubang di terumbu karang.


Most Read

Artikel Terbaru

/