alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Rumah Mewah Sitaan KPK Dijadikan Rumjab Kajati Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS-Publik Bali beberapa tahun lalu sempat dikejutkan dengan berita penyitaan satu unit rumah mewah yang dillakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rumah tersebut disita dari tangan eks Bupati Bangkalan, Fuad Amin terkait kasus korupi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Setelah Fuad Amin diputus bersalah, ternyata rumah yang kala itu ditaksir seharga Rp 15 miliaran itu, kini dijadikan rumah jabatan (Rumjab) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali. 

Dari penelusuran di lapangan, disebutkan sudah dua Kajati yang menempati rumah yag berada di perumahan elit  Jalan Imam Bonjol Nomor 417, Denpasar. Rumah yang konon dilengkapi kolam renang pribadi itu berada paling depan dari gerbang perumahan dengan petugas jaga dua orang. 

Dari pengamatan luar, rumah bernomor A1-A2 ini dipasangi plakat peresmian rumah yang ditandatangani Jaksa Agung, Burhanudin pada 10 Juli 2020 lalu. Sekilas, terlihat beberapa unit mobil  berada dalam garasi. 

Dari informasi rumah jabatan Kajati itu mulai ditempati sekitar enam bulan lalu. “Sudah dua Kajati yang pernah tinggal disini. Kajati sekarang dan sebelumnya,” ujarnya.

Sebelum menempati rumah dinas ini, Kajati Bali mendapat rumah jabatan di Jalan MT Haryono. Rumah ini selanjutnya akan ditempati Kajari Denpasar, Yuliana Sagala. 

Kasi Penkum dan Humas Kejati Bali, A. Luga Harlianto yang dikonfirmasi terkait rumah jabatan Kajati Bali yang baru membenarkannya. “Ya. Sekarang Pak Kajati tinggal di rumah jabatan Jalan Imam Bonjol,” ujarnya Minggu (7/3) sore.

Saat ditanya bagaimana proses rumah sitaan KPK bisa beralih menjadi rumah jabatan Kajati Bali, Luga enggan berkomentar banyak. “KPK menyerahkan ke Kejaksaan Agung RI kemudian diserahkan ke Kejati Bali karena berada di Bali. Segala proses sehingga bisa diberikan ke Kejaksaan pihak KPK yang paham. Kejaksaan Tinggi Bali hanya menerima untuk kemudian dimanfaatkan sebagai rumah jabatan,” ujar Luga.

Seperti diketahui rumah ini sebelumnya merupakan milik mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, yang tersangkut kasus korupsi senilai Rp 414 Miliar disita tahun 2015 lalu. Selain rumah mewah, KPK juga menyita apartemen yang juga berada di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. 

Dari hasil persidangan, rumah ini terbukti sebagai hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan dirampas untuk negara.


DENPASAR, BALI EXPRESS-Publik Bali beberapa tahun lalu sempat dikejutkan dengan berita penyitaan satu unit rumah mewah yang dillakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rumah tersebut disita dari tangan eks Bupati Bangkalan, Fuad Amin terkait kasus korupi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Setelah Fuad Amin diputus bersalah, ternyata rumah yang kala itu ditaksir seharga Rp 15 miliaran itu, kini dijadikan rumah jabatan (Rumjab) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali. 

Dari penelusuran di lapangan, disebutkan sudah dua Kajati yang menempati rumah yag berada di perumahan elit  Jalan Imam Bonjol Nomor 417, Denpasar. Rumah yang konon dilengkapi kolam renang pribadi itu berada paling depan dari gerbang perumahan dengan petugas jaga dua orang. 

Dari pengamatan luar, rumah bernomor A1-A2 ini dipasangi plakat peresmian rumah yang ditandatangani Jaksa Agung, Burhanudin pada 10 Juli 2020 lalu. Sekilas, terlihat beberapa unit mobil  berada dalam garasi. 

Dari informasi rumah jabatan Kajati itu mulai ditempati sekitar enam bulan lalu. “Sudah dua Kajati yang pernah tinggal disini. Kajati sekarang dan sebelumnya,” ujarnya.

Sebelum menempati rumah dinas ini, Kajati Bali mendapat rumah jabatan di Jalan MT Haryono. Rumah ini selanjutnya akan ditempati Kajari Denpasar, Yuliana Sagala. 

Kasi Penkum dan Humas Kejati Bali, A. Luga Harlianto yang dikonfirmasi terkait rumah jabatan Kajati Bali yang baru membenarkannya. “Ya. Sekarang Pak Kajati tinggal di rumah jabatan Jalan Imam Bonjol,” ujarnya Minggu (7/3) sore.

Saat ditanya bagaimana proses rumah sitaan KPK bisa beralih menjadi rumah jabatan Kajati Bali, Luga enggan berkomentar banyak. “KPK menyerahkan ke Kejaksaan Agung RI kemudian diserahkan ke Kejati Bali karena berada di Bali. Segala proses sehingga bisa diberikan ke Kejaksaan pihak KPK yang paham. Kejaksaan Tinggi Bali hanya menerima untuk kemudian dimanfaatkan sebagai rumah jabatan,” ujar Luga.

Seperti diketahui rumah ini sebelumnya merupakan milik mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, yang tersangkut kasus korupsi senilai Rp 414 Miliar disita tahun 2015 lalu. Selain rumah mewah, KPK juga menyita apartemen yang juga berada di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. 

Dari hasil persidangan, rumah ini terbukti sebagai hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan dirampas untuk negara.


Most Read

Artikel Terbaru

/