alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Berhasil Dievakuasi, 26 PMI dari Ukraina Pulang ke Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebelumnya, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 80 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 warga negara asing (WNA) yang merupakan keluarga WNI dari Ukraina ke Indonesia pada (3/3) lalu.

 

Seperti yang diketahui bahwa tim penjemput berangkat dari Jakarta ke Bucharest pada hari Selasa (2/3) pukul 18.40 WIB. Kemudian tiba di Bucharest pada keesokan harinya pukul 15.10 waktu setempat. Kemudian Kembali berangkat dari Bucharest menuju Jakarta pukul 20.23 waktu setempat, dan tiba di Jakarta pada hari yang sama pukul 17.10 WIB dengan menggunakan Pesawat Charter Garuda Indonesia GA 7730.

 

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI), Wiam Satriawan, dari keseluruhan WNI yang dievakuasi, terdapat 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dievakuasi. Seluruhnya merupakan perempuan dan mayoritas merupakan PMI yang bekerja sebagai terapis serta berasal dari Bali.

 

“Pada hari ini, 7 Maret 2022 (kemarin), sebagian besar Pekerja Migran Indonesia telah selesai menjalani masa karantina selama lima

hari. Sebanyak 26 Pekerja Migran Indonesia telah memperoleh surat klirens dari Satgas Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (7/3).

 

Sementara itu, satu orang PMI terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua orang lainnya belum mendapatkan vaksin lengkap. Oleh karenanya, ketiga PMI tersebut masih menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput dan RSDC Kemayoran.

 

“Pada hari ini (kemarin) BP2MI memfasilitasi pemulangan 26 Pekerja Migran Indonesia dari Ukraina yang telah selesai masa karantina untuk kembali ke daerah asalnya,” jelasnya.

 

Sebanyak 26 PMI dari Ukraina sebelumnya diantar ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Bali dengan menggunakan pesawat AirAsia QZ7518. Mereka berangkat pukul 16.35 WIB dengan didampingi oleh petugas UPT BP2MI Banten dan akan diterima oleh Ka UPT BP2MI Denpasar, Ka Disnaker dan Esdm Provinsi, Kabidnaker Gianyar, Kabidnaker Karangasem, Disnaker Badung, Disnaker Tabanan, KP3 Ngurah Rai, dan Unit 3 Polda Bali.

 

Lebih lanjut pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi terkait atas kerja sama yang dalam melindungi WNI. Selain itu, BP2MI juga mengucapkan terima kasih atas segala upaya dan koordinasi hingga saat ini kepada Satgas Covid-19 Nasional, Kementerian Luar Negeri, Pihak Otoritas Bandara, KKP Bandara, dan seluruh pihak yang telah berjasa melakukan fasilitasi karantina dan kepulangan PMI dari Ukraina setibanya di Indonesia.

 

“Marilah kita doakan agar seluruh Pekerja Migran Indonesia yang pulang dapat tiba di kediaman masing-masing dengan selamat sentosa dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya. Semoga Tuhan YME selalu melindungi kita semua,” tutupnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebelumnya, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 80 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 warga negara asing (WNA) yang merupakan keluarga WNI dari Ukraina ke Indonesia pada (3/3) lalu.

 

Seperti yang diketahui bahwa tim penjemput berangkat dari Jakarta ke Bucharest pada hari Selasa (2/3) pukul 18.40 WIB. Kemudian tiba di Bucharest pada keesokan harinya pukul 15.10 waktu setempat. Kemudian Kembali berangkat dari Bucharest menuju Jakarta pukul 20.23 waktu setempat, dan tiba di Jakarta pada hari yang sama pukul 17.10 WIB dengan menggunakan Pesawat Charter Garuda Indonesia GA 7730.

 

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI), Wiam Satriawan, dari keseluruhan WNI yang dievakuasi, terdapat 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dievakuasi. Seluruhnya merupakan perempuan dan mayoritas merupakan PMI yang bekerja sebagai terapis serta berasal dari Bali.

 

“Pada hari ini, 7 Maret 2022 (kemarin), sebagian besar Pekerja Migran Indonesia telah selesai menjalani masa karantina selama lima

hari. Sebanyak 26 Pekerja Migran Indonesia telah memperoleh surat klirens dari Satgas Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (7/3).

 

Sementara itu, satu orang PMI terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua orang lainnya belum mendapatkan vaksin lengkap. Oleh karenanya, ketiga PMI tersebut masih menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput dan RSDC Kemayoran.

 

“Pada hari ini (kemarin) BP2MI memfasilitasi pemulangan 26 Pekerja Migran Indonesia dari Ukraina yang telah selesai masa karantina untuk kembali ke daerah asalnya,” jelasnya.

 

Sebanyak 26 PMI dari Ukraina sebelumnya diantar ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Bali dengan menggunakan pesawat AirAsia QZ7518. Mereka berangkat pukul 16.35 WIB dengan didampingi oleh petugas UPT BP2MI Banten dan akan diterima oleh Ka UPT BP2MI Denpasar, Ka Disnaker dan Esdm Provinsi, Kabidnaker Gianyar, Kabidnaker Karangasem, Disnaker Badung, Disnaker Tabanan, KP3 Ngurah Rai, dan Unit 3 Polda Bali.

 

Lebih lanjut pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi terkait atas kerja sama yang dalam melindungi WNI. Selain itu, BP2MI juga mengucapkan terima kasih atas segala upaya dan koordinasi hingga saat ini kepada Satgas Covid-19 Nasional, Kementerian Luar Negeri, Pihak Otoritas Bandara, KKP Bandara, dan seluruh pihak yang telah berjasa melakukan fasilitasi karantina dan kepulangan PMI dari Ukraina setibanya di Indonesia.

 

“Marilah kita doakan agar seluruh Pekerja Migran Indonesia yang pulang dapat tiba di kediaman masing-masing dengan selamat sentosa dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya. Semoga Tuhan YME selalu melindungi kita semua,” tutupnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/