29.8 C
Denpasar
Friday, March 24, 2023

Wisman Kerja Ilegal, Hanura Bali Dorong Pemerintah Tindak Tegas

DENPASAR, BALI EXPRESS – Belakangan ini nampak wisatawan memadati di beberapa lokasi pariwisata di Bali. Namun banyak juga terdapat wisatawan asing atau turis yang bekerja ilegal di Pulau Bali. Lantaran mengancam UMKM Bali, membuat DPD Partai Hanura Bali mendorong Pemerintah Provinsi melakukan tindakan tegas.

 

Para wisatawan itu pun ada yang bekerja mulai dari menawarkan jasa fotografer, tato, membuka salon, hingga ada yang jualan sayur. “Mereka yang melakukan hal itu di antaranya adalah wisatawan asal Rusia dan Ukraina,” jelas Sekretaris DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, Selasa (7/3).

 

Gde Wirajaya Wisna juga menegaskan Hanura Bali sangat khawatir dengan fenomena tersebut dan mirisnya bahkan masuk ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena wisatawan asing di Bali mengambil dan seolah-olah menjajah pekerjaan warga lokal, mengancam pelaku UMKM.

Baca Juga :  Denfest 2020 Jadi Ruang Bagi Seniman Sekaligus Stimulus Ekonomi

 

Karena itu pihaknya mendukung dan mendorong pemerintah melakukan tindakan tegas. Seperti dengan melakukan menguatkan pengawasan, melakukan penertiban dan menegakkan hukum yang ada.

 

“Agar jangan sampai menjadi preseden buruk bagi pariwisata Bali, dan tidak ditiru oleh lebih banyak wisatawan asing,” tegasnya.

 

Gde Wirajaya Wisna menambahkan, jika ini dibiarkan maka tentu pariwisata Bali menjadi pariwisata semu. Selain itu tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat Bali.

 

“Karena banyak pekerjaan warga lokal malah diserobot wisatawan asing dengan bekerja secara illegal,” pungkas pria asal Buleleng ini.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Belakangan ini nampak wisatawan memadati di beberapa lokasi pariwisata di Bali. Namun banyak juga terdapat wisatawan asing atau turis yang bekerja ilegal di Pulau Bali. Lantaran mengancam UMKM Bali, membuat DPD Partai Hanura Bali mendorong Pemerintah Provinsi melakukan tindakan tegas.

 

Para wisatawan itu pun ada yang bekerja mulai dari menawarkan jasa fotografer, tato, membuka salon, hingga ada yang jualan sayur. “Mereka yang melakukan hal itu di antaranya adalah wisatawan asal Rusia dan Ukraina,” jelas Sekretaris DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, Selasa (7/3).

 

Gde Wirajaya Wisna juga menegaskan Hanura Bali sangat khawatir dengan fenomena tersebut dan mirisnya bahkan masuk ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena wisatawan asing di Bali mengambil dan seolah-olah menjajah pekerjaan warga lokal, mengancam pelaku UMKM.

Baca Juga :  Denfest 2020 Jadi Ruang Bagi Seniman Sekaligus Stimulus Ekonomi

 

Karena itu pihaknya mendukung dan mendorong pemerintah melakukan tindakan tegas. Seperti dengan melakukan menguatkan pengawasan, melakukan penertiban dan menegakkan hukum yang ada.

 

“Agar jangan sampai menjadi preseden buruk bagi pariwisata Bali, dan tidak ditiru oleh lebih banyak wisatawan asing,” tegasnya.

 

Gde Wirajaya Wisna menambahkan, jika ini dibiarkan maka tentu pariwisata Bali menjadi pariwisata semu. Selain itu tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat Bali.

 

“Karena banyak pekerjaan warga lokal malah diserobot wisatawan asing dengan bekerja secara illegal,” pungkas pria asal Buleleng ini.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru