alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Dijepret Wartawan, Tersangka Narkoba Tersenyum

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Polres Klungkung merilis tiga tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba, Selasa (7/5). Saat disorot kamera wartawan, ketiganya terlihat tersenyum.

 

 “Jadi artis ne?,” celetuk salah seorang tersangka. Ketiga tersangka, yakni I Gede Sudiarsana alias Botak,38, asal Dusun Minggir, Desa Gelgel, I Wayan Sukarta alias Step, 47, asal Yangbatu, Kelurahan Dangin Puri Kelod, Denpasar, dan I Putu Mahardika alias Liang, 42, asal Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung.  

 

Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana menyebutkan, antara tersangka Botak dengan Step saling berkaitan. Penangkapan keduanya berawal dari informasi peredaran narkoba di wilayah Dusun Minggir.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi transaksi narkoba Senin (8/4) sekitar pukul 22.30. Ternyata yang akan transaksi adalah Botak. Hasil penggeledahan polisi di rumah Botak, diamankan 9 paket narkoba jenis sabu dengan berat total 1,9 gram netto, dan beberapa alat isap, termasuk satu timbangan elektrik. Botak mengaku mendapat barang dari Step.

 

 “Selanjutnya dikembangkan ke tersangka Step,” jelas Sudana didampingi Kasat Resnarkoba AKP I Gusti Ngurah Yudistira, dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana.  

 

Tersangka Step ditangkap di rumahnya di Denpasar. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti satu paket sabu dengan berat 0,10 gram netto beserta alat isapnya. Atas perbuatannya, Botak terancam Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009. Tersangka Step disangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

 

Sedangkan tersangka Liang ditangkap di depan rumahnya, Jumat (3/5) sekitar pukul 20.00. Dia merupakan pemakai. Sebagai barang bukti, diamankan setengah butir inex, satu paket sabu 0,01 gram netto, beserta alat isapnya. Dia juga merupakan residivis narkoba. Sempat divonis 2 tahun penjara di Denpasar, dan baru bebas 2018. Liang kepada wartawan mengaku kembali terlibat narkoba karena frustasi akibat istrinya selingkuh.

 

 “Saya tidak ada mengedarkan, saya pakai sabu karena istri saya selingkuh,” kata Liang. Liang terancam Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.


BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Polres Klungkung merilis tiga tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba, Selasa (7/5). Saat disorot kamera wartawan, ketiganya terlihat tersenyum.

 

 “Jadi artis ne?,” celetuk salah seorang tersangka. Ketiga tersangka, yakni I Gede Sudiarsana alias Botak,38, asal Dusun Minggir, Desa Gelgel, I Wayan Sukarta alias Step, 47, asal Yangbatu, Kelurahan Dangin Puri Kelod, Denpasar, dan I Putu Mahardika alias Liang, 42, asal Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung.  

 

Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana menyebutkan, antara tersangka Botak dengan Step saling berkaitan. Penangkapan keduanya berawal dari informasi peredaran narkoba di wilayah Dusun Minggir.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi transaksi narkoba Senin (8/4) sekitar pukul 22.30. Ternyata yang akan transaksi adalah Botak. Hasil penggeledahan polisi di rumah Botak, diamankan 9 paket narkoba jenis sabu dengan berat total 1,9 gram netto, dan beberapa alat isap, termasuk satu timbangan elektrik. Botak mengaku mendapat barang dari Step.

 

 “Selanjutnya dikembangkan ke tersangka Step,” jelas Sudana didampingi Kasat Resnarkoba AKP I Gusti Ngurah Yudistira, dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana.  

 

Tersangka Step ditangkap di rumahnya di Denpasar. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti satu paket sabu dengan berat 0,10 gram netto beserta alat isapnya. Atas perbuatannya, Botak terancam Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009. Tersangka Step disangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

 

Sedangkan tersangka Liang ditangkap di depan rumahnya, Jumat (3/5) sekitar pukul 20.00. Dia merupakan pemakai. Sebagai barang bukti, diamankan setengah butir inex, satu paket sabu 0,01 gram netto, beserta alat isapnya. Dia juga merupakan residivis narkoba. Sempat divonis 2 tahun penjara di Denpasar, dan baru bebas 2018. Liang kepada wartawan mengaku kembali terlibat narkoba karena frustasi akibat istrinya selingkuh.

 

 “Saya tidak ada mengedarkan, saya pakai sabu karena istri saya selingkuh,” kata Liang. Liang terancam Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.


Most Read

Artikel Terbaru

/