alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pelebon Ketua LVRI Bangli, AA Ardana Dilangsungkan Hari Ini

Upacara pelebon panglingsir Puri Agung Bangli Anak Agung Gede Bagus Ardana dilaksanakan Sabtu (7/5) hari ini. Rangkaian upacaranya telah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 12 sulinggih terlibat dalam prosesi upacara dari awal hingga akhir.

Anak Agung Gede Putra Temaja Ardana, anak kelima almarhum menyampaikan, upacara pelebon ini merupakan tingkat utama (nyawa wedana). Sebab selama hidup, ayahnya seorang panglingsir puri yang telah melalui proses ekajati. Selain itu juga ditokohkan oleh masyarakat. Almarhum yang merupakan adik kandung pejuang kemerdekaan RI Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita ini juga menjabat ketua Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Kabupaten Bangli.

Rangkaian upacara hari ini, lanjut Agung Temaja, dijadwalkan dimulai sekitar pukul 04.00. Direncanakan ke tunon Banjar Adat Pande, Desa Adat Cempaga, Bangli lewat pukul 12.00. Sebelum itu dilaksanakn apel persada karena almarhum merupakan veteran. “Karena beliau adalah veteran jadi akan ada apel persada di natar puri,” jelasnya.

Palebon almarhum menggunakan bade tumpang 9 sebagaimana biasa di puri setempat. Sedangkan petulangan menggunakan singa putih. Dalam perjalanan ke tunon, sekitar 600 orang akan terlibat mengusung bade secara bergilir, sedangkan singa diusung sekitar 300 orang, bergilir. Sehingga dipastikan ribuan orang terlibat dalam posesi pelobon almarhum yang juga pelukis itu.

Seperti diketahui, Agung Ardana tutup usia pada 21 Februari 2022 di usia 90 tahun 52 hari. Selama 2 bulan lebih, layon (jenazah) disemayamkan di Puri Kilian, Puri Agung Bangli. Pihak keluarga baru sekarang menggelar upacara pelebon karena menunggu hari baik. Pelebon sempat akan digelar pada 6 April 2022, namun karena masih Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, akhirnya diundur. Pihak keluarga almarhum sangat selektif mencari hari baik menggelar upacara, hal itu mengingat almarhum semasa hidup terbiasa teliti dalam menentukan hari baik untuk upacara pelebon. “Karena beliau langkahnya ketat semasa hidup, jangan  sampai ketika beliau tidak ada, kok saya anaknya justru melanggar apa yang sudah biasa beliau lakukan,” tegasnya.


Upacara pelebon panglingsir Puri Agung Bangli Anak Agung Gede Bagus Ardana dilaksanakan Sabtu (7/5) hari ini. Rangkaian upacaranya telah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 12 sulinggih terlibat dalam prosesi upacara dari awal hingga akhir.

Anak Agung Gede Putra Temaja Ardana, anak kelima almarhum menyampaikan, upacara pelebon ini merupakan tingkat utama (nyawa wedana). Sebab selama hidup, ayahnya seorang panglingsir puri yang telah melalui proses ekajati. Selain itu juga ditokohkan oleh masyarakat. Almarhum yang merupakan adik kandung pejuang kemerdekaan RI Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita ini juga menjabat ketua Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Kabupaten Bangli.

Rangkaian upacara hari ini, lanjut Agung Temaja, dijadwalkan dimulai sekitar pukul 04.00. Direncanakan ke tunon Banjar Adat Pande, Desa Adat Cempaga, Bangli lewat pukul 12.00. Sebelum itu dilaksanakn apel persada karena almarhum merupakan veteran. “Karena beliau adalah veteran jadi akan ada apel persada di natar puri,” jelasnya.

Palebon almarhum menggunakan bade tumpang 9 sebagaimana biasa di puri setempat. Sedangkan petulangan menggunakan singa putih. Dalam perjalanan ke tunon, sekitar 600 orang akan terlibat mengusung bade secara bergilir, sedangkan singa diusung sekitar 300 orang, bergilir. Sehingga dipastikan ribuan orang terlibat dalam posesi pelobon almarhum yang juga pelukis itu.

Seperti diketahui, Agung Ardana tutup usia pada 21 Februari 2022 di usia 90 tahun 52 hari. Selama 2 bulan lebih, layon (jenazah) disemayamkan di Puri Kilian, Puri Agung Bangli. Pihak keluarga baru sekarang menggelar upacara pelebon karena menunggu hari baik. Pelebon sempat akan digelar pada 6 April 2022, namun karena masih Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, akhirnya diundur. Pihak keluarga almarhum sangat selektif mencari hari baik menggelar upacara, hal itu mengingat almarhum semasa hidup terbiasa teliti dalam menentukan hari baik untuk upacara pelebon. “Karena beliau langkahnya ketat semasa hidup, jangan  sampai ketika beliau tidak ada, kok saya anaknya justru melanggar apa yang sudah biasa beliau lakukan,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/