alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Diskop Denpasar Ajukan 10.000 Usaha untuk Dapat Stimulus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar mengajukan 10 ribu usaha ke Gubernur Bali untuk mendapatkan stimulus selama tiga bulan. Namun jumlah tersebut akan kembali diseleksi menjadi 6.000 usaha yang akan menerima Rp 600.000 per bulan. 

Kadiskop UMKM Kota Denpasar, I Made Erwin Surya Darma saat dihubungi, Selasa (7/7) mengungkapkan, pihaknya mendapatkan jatah stimulus sama dengan kabupaten lain yakni sebanyak 6.000 usaha kecil menengah. Masing-masing usaha nantinya akan mendapatkan sebanyak Rp 600.000 per bulannya dengan total keseluruhan mencapai Rp 3,6 miliar setiap bulannya selama tiga bulan. Jumlah tersebut akan disesuaikan kembali karena ada seleksi dari provinsi terkait siapa saja yang memenuhi syarat. “Ada 6.000 usaha nantinya yang akan mendapatkan stimulus. Tetapi kami mengajukan 10.000. Nanti pengajuan itu akan diverifikasi kembali oleh Gubernur, siapa saja yang akan mendapatkan stimulus. Yang jelas kami ajukan sesuai kriteria,” jelasnya.

Erwin menambahkan, stimulus tersebut ditujukan untuk usaha kecil menengah yang dimiliki secara perorangan. Stimulus yang diterima itu nantinya akan bertahap setiap bulannya. “Pegawai baik honorer maupun kontrak atau penjual bahan pokok yang memiliki usaha, tidak masuk dalam penerima stimulus. Sehingga, sasarannya benar-benar sesuai dengan usaha kecil,” ungkapnya.

Dikatakan Erwin, pihaknya belum mengetahui target keluar stimulus tersebut. Sebab, penentuannya berada di provinsi sehingga pihaknya saat ini menunggu verifikasi dari provinsi. “Kapan turunnya, masih menunggu dari provinsi saja. Kan masih panjang prosesnya. Pengajuan dulu, trus verifikasi. Setelah itu menunggu persetujuan gubernur dulu,” tambahnya.

Usaha yang berhak mendapatkan stimulus, salah satunya warung, tukang las, termasuk sopir yang nantinya berkas mereka yang diajukan akan diverifikasi oleh gubernur. Kata dia, yang mendapatkan stimulus merupakan dari sektor informal, UMKM, dan IKM. “Mereka yang sudah pernah mendapatkan tidak boleh lagi. Satu kepala keluarga satu orang, tidak boleh lebih mendapatkan stimulus. Pegawai tidak boleh juga seperti pegawai kontrak ataupun honorer karena mereka sudah dianggap memiliki pendapatan tetap. Warung sembako juga tidak dapat,” tegasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar mengajukan 10 ribu usaha ke Gubernur Bali untuk mendapatkan stimulus selama tiga bulan. Namun jumlah tersebut akan kembali diseleksi menjadi 6.000 usaha yang akan menerima Rp 600.000 per bulan. 

Kadiskop UMKM Kota Denpasar, I Made Erwin Surya Darma saat dihubungi, Selasa (7/7) mengungkapkan, pihaknya mendapatkan jatah stimulus sama dengan kabupaten lain yakni sebanyak 6.000 usaha kecil menengah. Masing-masing usaha nantinya akan mendapatkan sebanyak Rp 600.000 per bulannya dengan total keseluruhan mencapai Rp 3,6 miliar setiap bulannya selama tiga bulan. Jumlah tersebut akan disesuaikan kembali karena ada seleksi dari provinsi terkait siapa saja yang memenuhi syarat. “Ada 6.000 usaha nantinya yang akan mendapatkan stimulus. Tetapi kami mengajukan 10.000. Nanti pengajuan itu akan diverifikasi kembali oleh Gubernur, siapa saja yang akan mendapatkan stimulus. Yang jelas kami ajukan sesuai kriteria,” jelasnya.

Erwin menambahkan, stimulus tersebut ditujukan untuk usaha kecil menengah yang dimiliki secara perorangan. Stimulus yang diterima itu nantinya akan bertahap setiap bulannya. “Pegawai baik honorer maupun kontrak atau penjual bahan pokok yang memiliki usaha, tidak masuk dalam penerima stimulus. Sehingga, sasarannya benar-benar sesuai dengan usaha kecil,” ungkapnya.

Dikatakan Erwin, pihaknya belum mengetahui target keluar stimulus tersebut. Sebab, penentuannya berada di provinsi sehingga pihaknya saat ini menunggu verifikasi dari provinsi. “Kapan turunnya, masih menunggu dari provinsi saja. Kan masih panjang prosesnya. Pengajuan dulu, trus verifikasi. Setelah itu menunggu persetujuan gubernur dulu,” tambahnya.

Usaha yang berhak mendapatkan stimulus, salah satunya warung, tukang las, termasuk sopir yang nantinya berkas mereka yang diajukan akan diverifikasi oleh gubernur. Kata dia, yang mendapatkan stimulus merupakan dari sektor informal, UMKM, dan IKM. “Mereka yang sudah pernah mendapatkan tidak boleh lagi. Satu kepala keluarga satu orang, tidak boleh lebih mendapatkan stimulus. Pegawai tidak boleh juga seperti pegawai kontrak ataupun honorer karena mereka sudah dianggap memiliki pendapatan tetap. Warung sembako juga tidak dapat,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/