alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Tukad Pakerisan Dibangun

GIANYAR, BALI EXPRESS – Jembatan penghubung dua desa, yaitu Desa Siangan Gianyar dengan Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring akan dibangun tahun ini. Dalam pembangunan proyek yang ditargetkan rampung Desember 2020 tersebut, Pemkab Gianyar menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga PU Gianyar, I Made Astawiguna, menjelaskan, dalam pagu anggaran, proyek jembatan tersebut dianggarkan sebesar Rp 12 miliar. Dalam proses tender, pemenang tender menyepakati Rp 11 miliar lebih. Jembatan itu nantinya akan dibangun sepanjang 35 meter dengan lebar tujuh meter, di atas sungai yang saat ini dipergunakan untuk jalan mobil ketika aliran air tidak pasang.

 “Sungai ini memisahkan dua desa, yakni Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring dan Desa Siangan, Kecamatan Gianyar. Meskipun merupakan sungai, namun aksebilitas masyarakat sangat padat. Biasanya, untuk sepeda motor masyarakat melintas di atas jalan bendungan yang luasnya sekitar 1,5 meter. Sementara kendaraan roda empat biasanya melintas di tengah sungai,” jelasnya, Selasa (7/7).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan satu di antara sejumlah pembangunan infrastruktur yang dipertahankan Bupati Made Mahayastra di tengah rasionalisasi anggaran  akibat pandemi Covid-19. Sebab, pengadaan jembatan ini merupakan hal vital bagi pembangunan perekonomian Gianyar. Di samping itu, di dekat lokasi jembatan terdapat wisata air terjun, yaitu Bandung Waterfall.

“Sungai ini menjadi mobilitas karena menghubungkan dua kecamatan. Biasanya dijadikan jalur terdekat menuju pusat perekonomian Ubud dan Gianyar. Bahkan masyarakat dari Bangli juga memanfaatkan sungai ini. Karena itulah, bupati mempertahankan agar jembatan ini tetap dibangun meskipun dalam situasi Covid-19,” imbuhnya.

Jembatan itu nantinya diharapkan bisa mendorong roda perekonomian masyarakat setempat, di samping untuk mengembangkan potensi pariwisata. Sebab sepanjang aliran sungai, terdapat banyak potensi wisata alam. “Saat ini ada beberapa objek wisata yang belum digarap dan juga belum tenar karena terkendala akses. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan ada banyak destinasi baru yang bangkit, sehingga perekonomian Gianyar menjadi lebih baik,” imbuh Astawiguna.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Jembatan penghubung dua desa, yaitu Desa Siangan Gianyar dengan Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring akan dibangun tahun ini. Dalam pembangunan proyek yang ditargetkan rampung Desember 2020 tersebut, Pemkab Gianyar menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga PU Gianyar, I Made Astawiguna, menjelaskan, dalam pagu anggaran, proyek jembatan tersebut dianggarkan sebesar Rp 12 miliar. Dalam proses tender, pemenang tender menyepakati Rp 11 miliar lebih. Jembatan itu nantinya akan dibangun sepanjang 35 meter dengan lebar tujuh meter, di atas sungai yang saat ini dipergunakan untuk jalan mobil ketika aliran air tidak pasang.

 “Sungai ini memisahkan dua desa, yakni Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring dan Desa Siangan, Kecamatan Gianyar. Meskipun merupakan sungai, namun aksebilitas masyarakat sangat padat. Biasanya, untuk sepeda motor masyarakat melintas di atas jalan bendungan yang luasnya sekitar 1,5 meter. Sementara kendaraan roda empat biasanya melintas di tengah sungai,” jelasnya, Selasa (7/7).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan satu di antara sejumlah pembangunan infrastruktur yang dipertahankan Bupati Made Mahayastra di tengah rasionalisasi anggaran  akibat pandemi Covid-19. Sebab, pengadaan jembatan ini merupakan hal vital bagi pembangunan perekonomian Gianyar. Di samping itu, di dekat lokasi jembatan terdapat wisata air terjun, yaitu Bandung Waterfall.

“Sungai ini menjadi mobilitas karena menghubungkan dua kecamatan. Biasanya dijadikan jalur terdekat menuju pusat perekonomian Ubud dan Gianyar. Bahkan masyarakat dari Bangli juga memanfaatkan sungai ini. Karena itulah, bupati mempertahankan agar jembatan ini tetap dibangun meskipun dalam situasi Covid-19,” imbuhnya.

Jembatan itu nantinya diharapkan bisa mendorong roda perekonomian masyarakat setempat, di samping untuk mengembangkan potensi pariwisata. Sebab sepanjang aliran sungai, terdapat banyak potensi wisata alam. “Saat ini ada beberapa objek wisata yang belum digarap dan juga belum tenar karena terkendala akses. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan ada banyak destinasi baru yang bangkit, sehingga perekonomian Gianyar menjadi lebih baik,” imbuh Astawiguna.


Most Read

Artikel Terbaru

/