alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ngaku Dukun, Pria Asal Karangasem Setubuhi Anak SMA Puluhan Kali

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Seperti tak merasakan efek jera, IWG, 38, tampak tenang saat personel Polres Karangasem menggiringnya di hadapan awak media, Rabu (7/7) pagi. Pria yang tinggal di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, itu ditangkap polisi lantaran mencabuli gadis di bawah umur.

 

Miris, IWG mencabuli anak SMA berusia 16 tahun dengan dalih mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati sakit korban. Persetubuhan itu terjadi puluhan kali di tempat berbeda sejak Agustus 2020 hingga Juni 2021. Orangtua korban akhirnya melaporkan kasus ini awal Juli lalu setelah sekian lama korban menahan karena terdesak ancaman tersangka.

 

Mendapat laporan itu, personel Satreskrim Polres Karangasem langsung bergerak menangkap IWG, 3 Juli lalu. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini didampingi Kasatreskrim Polres Karangasem AKP Aris Setyanto, menerangkan, IWG yang diketahui telah berkeluarga, sempat mendekam di penjara selama empat tahun atas kasus yang sama di Bangli. Bahkan modusnya sama mengaku sebagai dukun.

 

Suartini menjelaskan, aksi persetubuhan IWG di Karangasem bermula ketika korban menemui tersangka di sebuah rumah kosong dengan tujuan berobat, Agustus 2020 lalu. Sebab, IWG mengaku mampu mengobati sakit yang dialami korban. Bahkan saat peristiwa pertama itu terjadi, korban diantar orangtuanya atas perintah tersangka.

 

Namun, saat dalih pengobatan itu dilakukan di satu ruangan, tersangka menyuruh orangtua korban menunggu di luar. Saat itu, IWG diduga melakukan perbuatan tak senonoh. “Pelaku beralasan ke korban, persetubuhan itu dilakukan agar penyakit korban hilang,” terang Kapolres.

 

Pertemuan antara IWG dan korban pun berlanjut. Kepada polisi, tersangka mengaku ancaman itu dilontarkan agar korban takut menolak atau menentang ajakan bejat tersangka. Ancamannya tidak main-main. IWG mengancam akan mengebom rumah keluarga korban hingga melakukan perbuatan negatif lainnya. Seperti akan menculik adik korban hingga membunuh korban sendiri. Karena itu, ajakan tersangka tak pernah ditolak. 

 

Selain mengancam hal yang bukan-bukan, tersangka juga pernah mengimingi korban handphone. Korban pun tidak tahan lantaran merasa terancam lalu mengadukan hal yang dia alami pada orangtuanya. Kapolres menegaskan akan terus mendalami kasus ini. Terutama perihal awal mula korban bisa mengenali tersangka. Apakah ada rekomendasi orang lain soal tempat berobat atau sebagainya.

 

Mengenai sakit yang dialami korban pun belum dijelaskan. Yang jelas, persetubuhan dalam kurun waktu 10 bulan itu terjadi puluhan kali di tempat berbeda. Di antaranya rumah tersangka, rumah kosong, hotel, hingga gang dekat rumah korban. IWG harus menerima ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Atas ulahnya itu, pria yang bekerja sebagai buruh ini dijerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 7D UU Perlindungan Anak Nomor 36 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Seperti tak merasakan efek jera, IWG, 38, tampak tenang saat personel Polres Karangasem menggiringnya di hadapan awak media, Rabu (7/7) pagi. Pria yang tinggal di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, itu ditangkap polisi lantaran mencabuli gadis di bawah umur.

 

Miris, IWG mencabuli anak SMA berusia 16 tahun dengan dalih mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati sakit korban. Persetubuhan itu terjadi puluhan kali di tempat berbeda sejak Agustus 2020 hingga Juni 2021. Orangtua korban akhirnya melaporkan kasus ini awal Juli lalu setelah sekian lama korban menahan karena terdesak ancaman tersangka.

 

Mendapat laporan itu, personel Satreskrim Polres Karangasem langsung bergerak menangkap IWG, 3 Juli lalu. Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini didampingi Kasatreskrim Polres Karangasem AKP Aris Setyanto, menerangkan, IWG yang diketahui telah berkeluarga, sempat mendekam di penjara selama empat tahun atas kasus yang sama di Bangli. Bahkan modusnya sama mengaku sebagai dukun.

 

Suartini menjelaskan, aksi persetubuhan IWG di Karangasem bermula ketika korban menemui tersangka di sebuah rumah kosong dengan tujuan berobat, Agustus 2020 lalu. Sebab, IWG mengaku mampu mengobati sakit yang dialami korban. Bahkan saat peristiwa pertama itu terjadi, korban diantar orangtuanya atas perintah tersangka.

 

Namun, saat dalih pengobatan itu dilakukan di satu ruangan, tersangka menyuruh orangtua korban menunggu di luar. Saat itu, IWG diduga melakukan perbuatan tak senonoh. “Pelaku beralasan ke korban, persetubuhan itu dilakukan agar penyakit korban hilang,” terang Kapolres.

 

Pertemuan antara IWG dan korban pun berlanjut. Kepada polisi, tersangka mengaku ancaman itu dilontarkan agar korban takut menolak atau menentang ajakan bejat tersangka. Ancamannya tidak main-main. IWG mengancam akan mengebom rumah keluarga korban hingga melakukan perbuatan negatif lainnya. Seperti akan menculik adik korban hingga membunuh korban sendiri. Karena itu, ajakan tersangka tak pernah ditolak. 

 

Selain mengancam hal yang bukan-bukan, tersangka juga pernah mengimingi korban handphone. Korban pun tidak tahan lantaran merasa terancam lalu mengadukan hal yang dia alami pada orangtuanya. Kapolres menegaskan akan terus mendalami kasus ini. Terutama perihal awal mula korban bisa mengenali tersangka. Apakah ada rekomendasi orang lain soal tempat berobat atau sebagainya.

 

Mengenai sakit yang dialami korban pun belum dijelaskan. Yang jelas, persetubuhan dalam kurun waktu 10 bulan itu terjadi puluhan kali di tempat berbeda. Di antaranya rumah tersangka, rumah kosong, hotel, hingga gang dekat rumah korban. IWG harus menerima ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Atas ulahnya itu, pria yang bekerja sebagai buruh ini dijerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 7D UU Perlindungan Anak Nomor 36 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.


Most Read

Artikel Terbaru

/