alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Sidak PPKM, 12 Orang Terciduk di Kafe

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sejak diberlakukannya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tim gabungan rutin melakukan sidak. Sidak dilakukan sejak 3 Juli lalu, oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Buleleng serta Dishub Buleleng. Saat dilakukan sidak pada hari keempat, Selasa (6/7) malam, masih kedapatan ada sebuah tempat hiburan malam atau café yang buka di atas pukul 22.00 wita.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Rabu (7/7) mengatakan, saat dilakukan sidak di Jalan Pidada Singaraja, tim gabungan yang tengah berpatroli melihat ada kejanggalan pada sebuah café Kyu yang berlokasi dekat pantai. Saat itu dari luar pintu pagar café tertutup. Lampu café pun dipadamkan. Namun di areal parkir terlihat masih ada kendaraan yang parkir. Merasa curiga dengan kondisi tersebut, tim langsung melakukan penggrebekan ke dalam café. Alhasil ditemukan beberapa orang tengah menikmati suasana café. “Saat kami datang semuanya sudah mati lampu disana. Pintu pagar juga tertutup. Namun masih ada kendaraan yang parkir berjejer di parkiran. Merasa curiga kami langsung masuk. Sampai di dalam ternyata benar ada orang yang berkunjung,” jelasnya.

Sumarjaya menerangkan, dari hasil sidak yang dilakukan terkait dengan PPKM Darurat terdapat 12 orang yang diciduk. Tim juga mengamankan beberapa nota serta kartu identitas. “12 orang termasuk pengelola. 9 pengunjung dan 3 waitress,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Pol PP Buleleng, I Putu Artawan menyebutkan, denda sebanyak Rp 1 juta kepada pengelola café tidak dikenakan. Sebab dilihat dari situasi di lapangan, café tersebut telah memenuhi syarat protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer. “Denda yang Rp 1 juta tidak dikenakan. Sanksi pidana juga tidak. Pengelola hanya dikenakan sanksi administrasi. Sesuai peratuaran ijin operasionalnya akan kami bekukan sementara sampai batas waktu yang ditentukan oleh Dinas Perijinan nanti,” jelasnya.

Sedangkan pengelola, pengunjung dan waitress yang diciduk saat patrol PPKM Darurat tidak dilakukan penahanan. Mereka hanya dikenakan teguran lisan serta dikenakan denda Rp 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker dan melanggar protokol kesehatan. “Kalau penahanan tidak ada. Tilang di tempat saja. Kalau tidak pakai masker ya kena,” tambahnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sejak diberlakukannya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tim gabungan rutin melakukan sidak. Sidak dilakukan sejak 3 Juli lalu, oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Buleleng serta Dishub Buleleng. Saat dilakukan sidak pada hari keempat, Selasa (6/7) malam, masih kedapatan ada sebuah tempat hiburan malam atau café yang buka di atas pukul 22.00 wita.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Rabu (7/7) mengatakan, saat dilakukan sidak di Jalan Pidada Singaraja, tim gabungan yang tengah berpatroli melihat ada kejanggalan pada sebuah café Kyu yang berlokasi dekat pantai. Saat itu dari luar pintu pagar café tertutup. Lampu café pun dipadamkan. Namun di areal parkir terlihat masih ada kendaraan yang parkir. Merasa curiga dengan kondisi tersebut, tim langsung melakukan penggrebekan ke dalam café. Alhasil ditemukan beberapa orang tengah menikmati suasana café. “Saat kami datang semuanya sudah mati lampu disana. Pintu pagar juga tertutup. Namun masih ada kendaraan yang parkir berjejer di parkiran. Merasa curiga kami langsung masuk. Sampai di dalam ternyata benar ada orang yang berkunjung,” jelasnya.

Sumarjaya menerangkan, dari hasil sidak yang dilakukan terkait dengan PPKM Darurat terdapat 12 orang yang diciduk. Tim juga mengamankan beberapa nota serta kartu identitas. “12 orang termasuk pengelola. 9 pengunjung dan 3 waitress,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Pol PP Buleleng, I Putu Artawan menyebutkan, denda sebanyak Rp 1 juta kepada pengelola café tidak dikenakan. Sebab dilihat dari situasi di lapangan, café tersebut telah memenuhi syarat protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer. “Denda yang Rp 1 juta tidak dikenakan. Sanksi pidana juga tidak. Pengelola hanya dikenakan sanksi administrasi. Sesuai peratuaran ijin operasionalnya akan kami bekukan sementara sampai batas waktu yang ditentukan oleh Dinas Perijinan nanti,” jelasnya.

Sedangkan pengelola, pengunjung dan waitress yang diciduk saat patrol PPKM Darurat tidak dilakukan penahanan. Mereka hanya dikenakan teguran lisan serta dikenakan denda Rp 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker dan melanggar protokol kesehatan. “Kalau penahanan tidak ada. Tilang di tempat saja. Kalau tidak pakai masker ya kena,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/