alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Jaga Napas Kaum Marhaen, PDIP Buleleng Gelar Pasar Gotong Royong

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sendi perekonomian memang melesu akibat dampak dari wabah pandemi Covid-19. Tak ingin kaum Marhaen seperti nelayan, petani, perajin kian terjepit, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Buleleng pun menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Buleleng, Desa Pemaron, Jumat (7/8).

Pasar Gotong Royong merupakan pasar untuk menjual produk pertanian, ikan tangkapan nelayan, kerajinan para perajin. Penjual menjajakan langsung produk kaum Marhaen untuk dibeli oleh masyarakat, sehingga denyut nadi perekonomian tetap terjaga di tengah pandemik Covid-19.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Gede Supriatna, mengatakan, PDI Perjuangan sebagai partai dengan napas ideologi Pancasila, sangat memihak terhadap kaum Marhaen. 

Keberpihakan ini dibangun dengan cara memberikan ruang bagi kaum wong cilik untuk menjual segala bentuk produksinya. “Pasar Gotong Royong ini bisa menciptakan geliat ekonomi,” ujar pria yang akrab dipanggil Supit.

Supit yang juga Ketua DPRD Buleleng ini, menyatakan, secara formal Pasar Gotong Royong ini juga mengimplementasikan surat edaran Gubernur Bali. Dimana, menginstruksikan agar setiap lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi melaksanakan Pasar Gotong Royong, mempertemukan produk para petani, pedagang, nelayan secara langsung kepada pembeli. 

Baca Juga :  Saluran Irigasi di Banjar Semaga Penatih Longsor

“Kami membuka Pasar Gotong Royong di DPC PDI Perjuangan dan meminta anggota fraksi PDI Perjuangan, struktur partai untuk membeli produk mereka yang dipajang disini,” jelas Supit.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan Pasar Gotong Royong ini merupakan instruksi dari DPP Partai. Semangat dari kegiatan ini adalah PDI Perjuangan merupakan partai rakyat. 

Agus Suradnyana berharap agar ceruk ekonomi kaum Marhaen sebagai urat nadi perekonomian, tetap dijaga secara terstruktur. “Agar serapan-serapan hasil pertanian dan perikanan bisa maksimal, sehingga membuat masyarakat semakin sejahtera,” jelasnya.

Dari Pasar Gotong Royong yang digelar ini, diharapkan ada stimulan-stimulan dari anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Buleleng terhadap masyarakat-masyarakat sekitar. 

Baca Juga :  Dipadati Wisman, Fast Boat Padangbai Mulai Menggeliat

Masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah dari Pasar Gotong Royong ini. Kontribusi juga dapat diberikan kepada para nelayan dan petani. “Kita juga bisa memberdayakan masyarakat melalui Pasar Gotong Royong ini,” ujar Agus Suradnyana.

Agus Suradnyana mengungkapkan, pada Pasar Gotong Royong ini dibagikan voucher kepada masyarakat sekitar. Ini merupakan bantuan dari anggota fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng. 

Kedepan, Pasar Gotong Royong akan dibuat lebih baik agar kontribusi hasil bumi bisa lebih banyak lagi dipasarkan ke masyarakat luas. “Nilainya Rp 50.000. Cukup untuk beli beras lima kilogram,” ungkapnya.

Selain ke kecamatan, ke depan ranting juga bisa menggelar Pasar Gotong Royong ini. Karena di masing-masing ranting juga memiliki nelayan dan petani yang banyak. Agar terbiasa menyerap hasil daerah Buleleng untuk kepentingan masyarakat luas. “Saya harapkan seperti itu nantinya. Biar biasa menyerap hasil alam kita,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sendi perekonomian memang melesu akibat dampak dari wabah pandemi Covid-19. Tak ingin kaum Marhaen seperti nelayan, petani, perajin kian terjepit, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Buleleng pun menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Buleleng, Desa Pemaron, Jumat (7/8).

Pasar Gotong Royong merupakan pasar untuk menjual produk pertanian, ikan tangkapan nelayan, kerajinan para perajin. Penjual menjajakan langsung produk kaum Marhaen untuk dibeli oleh masyarakat, sehingga denyut nadi perekonomian tetap terjaga di tengah pandemik Covid-19.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Gede Supriatna, mengatakan, PDI Perjuangan sebagai partai dengan napas ideologi Pancasila, sangat memihak terhadap kaum Marhaen. 

Keberpihakan ini dibangun dengan cara memberikan ruang bagi kaum wong cilik untuk menjual segala bentuk produksinya. “Pasar Gotong Royong ini bisa menciptakan geliat ekonomi,” ujar pria yang akrab dipanggil Supit.

Supit yang juga Ketua DPRD Buleleng ini, menyatakan, secara formal Pasar Gotong Royong ini juga mengimplementasikan surat edaran Gubernur Bali. Dimana, menginstruksikan agar setiap lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi melaksanakan Pasar Gotong Royong, mempertemukan produk para petani, pedagang, nelayan secara langsung kepada pembeli. 

Baca Juga :  Beredar Foto Tersangka Narkoba dan Senpi Ilegal Bersama HRS

“Kami membuka Pasar Gotong Royong di DPC PDI Perjuangan dan meminta anggota fraksi PDI Perjuangan, struktur partai untuk membeli produk mereka yang dipajang disini,” jelas Supit.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan Pasar Gotong Royong ini merupakan instruksi dari DPP Partai. Semangat dari kegiatan ini adalah PDI Perjuangan merupakan partai rakyat. 

Agus Suradnyana berharap agar ceruk ekonomi kaum Marhaen sebagai urat nadi perekonomian, tetap dijaga secara terstruktur. “Agar serapan-serapan hasil pertanian dan perikanan bisa maksimal, sehingga membuat masyarakat semakin sejahtera,” jelasnya.

Dari Pasar Gotong Royong yang digelar ini, diharapkan ada stimulan-stimulan dari anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Buleleng terhadap masyarakat-masyarakat sekitar. 

Baca Juga :  Pemkab Badung Tunda Pembukaan Krematorium Tuka

Masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah dari Pasar Gotong Royong ini. Kontribusi juga dapat diberikan kepada para nelayan dan petani. “Kita juga bisa memberdayakan masyarakat melalui Pasar Gotong Royong ini,” ujar Agus Suradnyana.

Agus Suradnyana mengungkapkan, pada Pasar Gotong Royong ini dibagikan voucher kepada masyarakat sekitar. Ini merupakan bantuan dari anggota fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng. 

Kedepan, Pasar Gotong Royong akan dibuat lebih baik agar kontribusi hasil bumi bisa lebih banyak lagi dipasarkan ke masyarakat luas. “Nilainya Rp 50.000. Cukup untuk beli beras lima kilogram,” ungkapnya.

Selain ke kecamatan, ke depan ranting juga bisa menggelar Pasar Gotong Royong ini. Karena di masing-masing ranting juga memiliki nelayan dan petani yang banyak. Agar terbiasa menyerap hasil daerah Buleleng untuk kepentingan masyarakat luas. “Saya harapkan seperti itu nantinya. Biar biasa menyerap hasil alam kita,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/