27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Senator Australia Diduga Hina Bali, Pelaku Pariwisata Tak Ambil Pusing

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di media sosial instagram, tengah dihebohkan oleh postingan dari politisi atau senator Australia, Pauline Hanson dengan akun instagram @senatorpaulinehanson. Dalam postingannya yang juga diunggah ke kanal youtube, ia diduga menghina Bali, dengan menyatakan bahwa Bali berbeda dengan negara lain. Yang mana, banyak sapi bebas berjalan dimana-mana, sehingga banyak kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali, dan orang-orang berjalan di atas kotoran sapi tersebut. Unggahan ini pun menuai hingga puluhan ribu komentar dari netizen yang menepis pernyataan senator tersebut.

 

Menanggapi unggahan itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengaku tidak ambil pusing terkait pernyataan viral tersebut. Pihaknya mengaku tidak khawatir, lantaran tentunya Pemerintah Australia telah melakukan berbagai cara untuk melakukan antisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

 

“Ya biasalah ya, namanya juga politisi mungkin mau menaikan popularitas dengan cara begitu,” katanya, Minggu (7/8).

 

Pria yang akrab disapa Gus Agung ini pun mengatakan para pengusaha di industri pariwisata Bali tidak terlalu khawatir akan hal tersebut. Pasalnya, ia baru saja bertemu dengan Konsulat Australia di Bali. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Australia dikatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Saya tidak percaya dengan politisi, saya lebih percaya pemerintahnya melalui perwakilannya di sini. Mereka tidak melarang, menyetop atau menunda. Silahkan saja ke Bali namun saat kembali ke Australia harus ikuti aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintahnya,” terangnya.

 

Diungkapkannya, ketika PMK merebak di Bali pada Juni lalu, wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia justru tercatat paling banyak mengunjungi Bali. Bahkan, Australia menduduki peringkat pertama dengan jumlah kedatangan 61.855, terbanyak di bulan Juni 2022. Hal ini membuktikan, merebaknya kasus PMK di Bali, tak menyurutkan minat wisatawan datang ke Bali.

 

“PMK sempat banyak di Bali, tidak mempengaruhi wisman ke Bali. Buktinya nambah terus (wisman yang datang ke Bali) dan Australia berada di urutan pertama,” katanya.

 

Berdasarkan data dari BTB (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali), tercatat ada 20 besar negara asal kedatangan WNA ke Bali pada Juni 2022 dengan total kunjungan wisman ke Bali sebanyak 141.215 kunjungan. Data tersebut dihimpun dari Imigrasi dengan rincian Australia sebanyak 61.855 kunjungan, India 17.425 kunjungan, Singapura 13.189 kunjungan, Jerman 7.845 kunjungan, Prancis 7.467 kunjungan, Malaysia 5.927 kunjungan, Belanda 4.165 kunjungan, New Zealend 3.307 kunjungan, dan China 2.529 kunjungan. Kemudian dilanjutkan Korea Selatan 2.500 kunjungan, Rusia 2.274 kunjungan, Filipina 1.858 kunjungan, Italia 1.788 kunjungan, Spanyol 1.684 kunjungan, Kanada 1.654 kunjungan, Irlandia 1.322 kunjungan, Denmark 1.231 kunjungan, Polandia 1.147 kunjungan, Belgia 1.100 kunjungan dan Afrika Selatan 948 kunjungan.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di media sosial instagram, tengah dihebohkan oleh postingan dari politisi atau senator Australia, Pauline Hanson dengan akun instagram @senatorpaulinehanson. Dalam postingannya yang juga diunggah ke kanal youtube, ia diduga menghina Bali, dengan menyatakan bahwa Bali berbeda dengan negara lain. Yang mana, banyak sapi bebas berjalan dimana-mana, sehingga banyak kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali, dan orang-orang berjalan di atas kotoran sapi tersebut. Unggahan ini pun menuai hingga puluhan ribu komentar dari netizen yang menepis pernyataan senator tersebut.

 

Menanggapi unggahan itu, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengaku tidak ambil pusing terkait pernyataan viral tersebut. Pihaknya mengaku tidak khawatir, lantaran tentunya Pemerintah Australia telah melakukan berbagai cara untuk melakukan antisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

 

“Ya biasalah ya, namanya juga politisi mungkin mau menaikan popularitas dengan cara begitu,” katanya, Minggu (7/8).

 

Pria yang akrab disapa Gus Agung ini pun mengatakan para pengusaha di industri pariwisata Bali tidak terlalu khawatir akan hal tersebut. Pasalnya, ia baru saja bertemu dengan Konsulat Australia di Bali. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Australia dikatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Saya tidak percaya dengan politisi, saya lebih percaya pemerintahnya melalui perwakilannya di sini. Mereka tidak melarang, menyetop atau menunda. Silahkan saja ke Bali namun saat kembali ke Australia harus ikuti aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintahnya,” terangnya.

 

Diungkapkannya, ketika PMK merebak di Bali pada Juni lalu, wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia justru tercatat paling banyak mengunjungi Bali. Bahkan, Australia menduduki peringkat pertama dengan jumlah kedatangan 61.855, terbanyak di bulan Juni 2022. Hal ini membuktikan, merebaknya kasus PMK di Bali, tak menyurutkan minat wisatawan datang ke Bali.

 

“PMK sempat banyak di Bali, tidak mempengaruhi wisman ke Bali. Buktinya nambah terus (wisman yang datang ke Bali) dan Australia berada di urutan pertama,” katanya.

 

Berdasarkan data dari BTB (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali), tercatat ada 20 besar negara asal kedatangan WNA ke Bali pada Juni 2022 dengan total kunjungan wisman ke Bali sebanyak 141.215 kunjungan. Data tersebut dihimpun dari Imigrasi dengan rincian Australia sebanyak 61.855 kunjungan, India 17.425 kunjungan, Singapura 13.189 kunjungan, Jerman 7.845 kunjungan, Prancis 7.467 kunjungan, Malaysia 5.927 kunjungan, Belanda 4.165 kunjungan, New Zealend 3.307 kunjungan, dan China 2.529 kunjungan. Kemudian dilanjutkan Korea Selatan 2.500 kunjungan, Rusia 2.274 kunjungan, Filipina 1.858 kunjungan, Italia 1.788 kunjungan, Spanyol 1.684 kunjungan, Kanada 1.654 kunjungan, Irlandia 1.322 kunjungan, Denmark 1.231 kunjungan, Polandia 1.147 kunjungan, Belgia 1.100 kunjungan dan Afrika Selatan 948 kunjungan.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru