28.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Pengusaha Galian C Bodong di Karangasem Minta Keadilan

BALI EXPRESS, AMLAPURA – Satpol PP Provinsi Bali bersama Pol PP Karangasem melakukan pemantauan terhadap usaha galian C di KAbupaten Karangasem, Kamis (6/9) kemarin. Salah satu yang didatangi usaha galian C di wilayah Dusun Bukit Paon, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. Usaha galian C yang tak berizin alias bodong diminta menghentikan aktivitasnya.
Atas saran itu, salah seorang pengusaha galian C, I Nyoman Pasek meminta keadilan. Ia menyebutkan, sejumlah pengusaha yang tidak punya izin itu sebenarnya sudah ada keinginan mengurus izin. Hanya saja, tumpang tindih antara Perda Provinsi Bali Nomor 4/2017 tentang Galian C dengan Perda Kabupaten Karangasem Nomor 17/2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),

Baca Juga :  KM Darma Rucitra III Nyaris Tenggelam di Padangbai, 61 Penumpang Panik

membuat sejumlah pegusaha tidak dapat izin.

Setelah diminta menghentikan aktivitasnya, Pasek pun mengaku siap. Namun dia minta keadilan. Sebab dengan menghentikan penggalian, tidak hanya pengusaha yang rugi. Tak sedikit warga yang menjadi buruh di sana tidak bisa menghidupi keluarganya.

“Banyak orang kelaparan, banyak orang tidak bisa mencapai tujuan. Kami minta pikirkan juga mereka yang tidak bsia bekerja. Biar adil,”  kata Pasek.

Selain itu, pria yang juga advokat tersebut menyebutkan, tak hanya galian C bodong yang tak membayar pajak. Informasi yang dia dapat, galian C yang berizin juga ada tak membayar pajak.   Atas persoalan itu, meminta pemerintah tidak tebang pilih.

Di sela-sela pemantauan kemarin, Kasat Pol PP Provinsi Bali, I Made Sukadana menegaskan, semua galian C bodong harus ditutup. Jika dalam beberapa hari ke depan, usaha galian C yang didatangi masih beroperasi, maka pemerintah bakal mengeluarkan surat peringatan pertama, kedua, hingga ketiga. “Kami turun menindaklanjuti perda. Kami menindaklanjuti surat Bupati Karangasem untuk menghentikan usaha galian C yang tidak berizin.” jelasnya.
Ia pun menegaskan, instansi penegak perda tersebut juga memastikan galian C yang sudah berizin. Apakah izinnya masih berlaku atau tidak. 

Baca Juga :  Pihak Keluarga Ambil Jenazah Terdampar di Pantai Lebih

BALI EXPRESS, AMLAPURA – Satpol PP Provinsi Bali bersama Pol PP Karangasem melakukan pemantauan terhadap usaha galian C di KAbupaten Karangasem, Kamis (6/9) kemarin. Salah satu yang didatangi usaha galian C di wilayah Dusun Bukit Paon, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. Usaha galian C yang tak berizin alias bodong diminta menghentikan aktivitasnya.
Atas saran itu, salah seorang pengusaha galian C, I Nyoman Pasek meminta keadilan. Ia menyebutkan, sejumlah pengusaha yang tidak punya izin itu sebenarnya sudah ada keinginan mengurus izin. Hanya saja, tumpang tindih antara Perda Provinsi Bali Nomor 4/2017 tentang Galian C dengan Perda Kabupaten Karangasem Nomor 17/2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),

Baca Juga :  Soal Video ABG Cewek Duel, Polres Badung Selidiki Lokasi Kejadian

membuat sejumlah pegusaha tidak dapat izin.

Setelah diminta menghentikan aktivitasnya, Pasek pun mengaku siap. Namun dia minta keadilan. Sebab dengan menghentikan penggalian, tidak hanya pengusaha yang rugi. Tak sedikit warga yang menjadi buruh di sana tidak bisa menghidupi keluarganya.

“Banyak orang kelaparan, banyak orang tidak bisa mencapai tujuan. Kami minta pikirkan juga mereka yang tidak bsia bekerja. Biar adil,”  kata Pasek.

Selain itu, pria yang juga advokat tersebut menyebutkan, tak hanya galian C bodong yang tak membayar pajak. Informasi yang dia dapat, galian C yang berizin juga ada tak membayar pajak.   Atas persoalan itu, meminta pemerintah tidak tebang pilih.

Di sela-sela pemantauan kemarin, Kasat Pol PP Provinsi Bali, I Made Sukadana menegaskan, semua galian C bodong harus ditutup. Jika dalam beberapa hari ke depan, usaha galian C yang didatangi masih beroperasi, maka pemerintah bakal mengeluarkan surat peringatan pertama, kedua, hingga ketiga. “Kami turun menindaklanjuti perda. Kami menindaklanjuti surat Bupati Karangasem untuk menghentikan usaha galian C yang tidak berizin.” jelasnya.
Ia pun menegaskan, instansi penegak perda tersebut juga memastikan galian C yang sudah berizin. Apakah izinnya masih berlaku atau tidak. 

Baca Juga :  Ratusan Pegawai Pensiun, Karangasem Usul Rekrutmen CPNS 2021

Most Read

Artikel Terbaru