alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

23 Pelanggar Prokes di Kuta Didenda, 39 Orang Dibina

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Guna menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melaksanakan sidak di Kuta Selatan, Senin (7/9). Hasilnya, 39 orang ditemukan melanggar.
Kasatpol PP Badung, IGAK Suryanegara mengatakan, sidak terus dilakukan di pusat-pusat keramaian. Senin (7/9) sidak berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00. Ada tiga tempat yang disasar, yakni Pasar Kampial, depan GWK dan Pantai Jimbaran. “Sidak yang kami lakukan hari ini (Senin, Red)) fokus di kawasan Kuta Selatan. Dari penjagaan di depan GWK, kami bina 39 orang yang terdiri dari 5 WNA dan 34 WNI. Ke-39 orang itu membawa masker, tetapi tidak dipakai dengan benar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tim yustitusi juga mengenakan sanksi administrasi kepada 23 orang yang terjaring, yakni 2 WNA dan 21 WNI. Pengenaan denda sesuai Peraturan Bupati Nomor 52 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.
Denda administrasi dikenakan Rp 100.000 kepada 23 orang. Sehingga total Rp 2.300.000. “Hasil sidak disetor ke kas daerah Badung, sebagaimana tertuang dalam Pasal 12 Ayat (3) dari Perbup 52 tahun 2020,” paparnya.
Adapun penertiban melibatkan tim gabungan, terdiri dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Badung, khususnya di Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum bersama instansi terkait seperti TNI/Polri dan Satgas Covid yang ada di desa/kelurahan.
Menurut Suryanegara, hasil evaluasai terhadap sidak yang dilakukan, kesadaran masyarakat di Kabupaten Badung untuk mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan masih rendah. “Kami akui kesadaran masyarakat menggunakan masker masih rendah. Dari hasil inspeksi di beberapa pusat keramaian, puluhan masyarakat tidak menggunakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan,” tandasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Badung mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 52 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Bagi perorangan dalam Pasal 11 ayat (1) salah satunya disebutkan membayar denda administratif sebesar Rp 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah. Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19, dikenakan sanksi membayar denda administratif sebesar Rp 1 juta. Namun, penerapan perbup ini tujuan utamanya bukan pengenaan sanksi. “Tapi kami harapkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” tutup Suryanegara.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Guna menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melaksanakan sidak di Kuta Selatan, Senin (7/9). Hasilnya, 39 orang ditemukan melanggar.
Kasatpol PP Badung, IGAK Suryanegara mengatakan, sidak terus dilakukan di pusat-pusat keramaian. Senin (7/9) sidak berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00. Ada tiga tempat yang disasar, yakni Pasar Kampial, depan GWK dan Pantai Jimbaran. “Sidak yang kami lakukan hari ini (Senin, Red)) fokus di kawasan Kuta Selatan. Dari penjagaan di depan GWK, kami bina 39 orang yang terdiri dari 5 WNA dan 34 WNI. Ke-39 orang itu membawa masker, tetapi tidak dipakai dengan benar,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tim yustitusi juga mengenakan sanksi administrasi kepada 23 orang yang terjaring, yakni 2 WNA dan 21 WNI. Pengenaan denda sesuai Peraturan Bupati Nomor 52 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.
Denda administrasi dikenakan Rp 100.000 kepada 23 orang. Sehingga total Rp 2.300.000. “Hasil sidak disetor ke kas daerah Badung, sebagaimana tertuang dalam Pasal 12 Ayat (3) dari Perbup 52 tahun 2020,” paparnya.
Adapun penertiban melibatkan tim gabungan, terdiri dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Badung, khususnya di Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum bersama instansi terkait seperti TNI/Polri dan Satgas Covid yang ada di desa/kelurahan.
Menurut Suryanegara, hasil evaluasai terhadap sidak yang dilakukan, kesadaran masyarakat di Kabupaten Badung untuk mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan masih rendah. “Kami akui kesadaran masyarakat menggunakan masker masih rendah. Dari hasil inspeksi di beberapa pusat keramaian, puluhan masyarakat tidak menggunakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan,” tandasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Badung mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 52 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Bagi perorangan dalam Pasal 11 ayat (1) salah satunya disebutkan membayar denda administratif sebesar Rp 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah. Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19, dikenakan sanksi membayar denda administratif sebesar Rp 1 juta. Namun, penerapan perbup ini tujuan utamanya bukan pengenaan sanksi. “Tapi kami harapkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” tutup Suryanegara.


Most Read

Artikel Terbaru

/