28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Berbasis Teknologi, Trans Metro Dewata Lebih Bagus Dari Bus Sarbagita

DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan transportasi berteknologi tinggi. Bus Trans Metro Dewata yang merupakan bantuan transportasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ini berjumlah 105 unit. Bus ini tergolong canggih karena sebagian besar pengoperasiannya berbasis IT. Fitur-fitur dalam bus ini juga dilengkapi dengan sensor hingga 5 buah kamera pengawas. Di bagian depan terdapat satu buah kamera yang mengarah ke bagian depan penumpang. Satu buah kamera di belakang yang mengarah ke bagian tengah ruang bus. Dua kamera lainnya untuk mendata penumpang yang naik ataupun turun dan kamera terakhir berfungsi untuk menghitung secara otomatis penumpang yang menaiki bus. Ketika pintu bus terbuka maka secara otomatis sensor akan berbunyi. Begitu pintu bus kembali ditutup, sensor tersebut akan terhenti. Hal itu pun sebagai pengontrol keamanan bus untuk penumpang.

Driver bus Trans Metro Dewata, Dewa Ketut Arsadana, Senin (7/9) menjelaskan, bus ini berkapasitas 40 orang termasuk berdiri. Karena saat ini dalam situasi pandemi, bus Trans Metro Dewata hanya menampung 20 orang. “Kami batasi untuk jumlah penumpang,” kata dia.

Arsadana menambahkan, untuk bisa menaiki bus Trans Metro Dewata ini, penumpang harus menggunakan e-money. Apabila tidak menggunakan e-money, tidak bisa menggunakan bus ini. Namun untuk sementara, bus ini digratiskan bagi masyarakat hingga bulan Desember nanti. “Nanti pembayarannya pakai e-money. Kalau gak pakai e-money gak bisa naik. Nanti uangnya langsung masuk ke kementerian,” ujarnya.

Selain itu, Trans Metro Dewata ini juga sangat memperhatikan sisi keamanan penumpang. Kursi penumpang dilengkapi dengan sabuk pengaman dan sopir juga dilengkapi dengan kamera pengawas khusus. “Penumpangnya harus pakai sabuk pengaman. Kalau sopir mengantuk, sensornya akan bunyi. Jadi otomatis sopir akan diarahkan untuk berhenti,” tambahnya.

Baca Juga :  Denpasar Festival Ke-12 Dibuka, Usung Tema Jentera Kebahagiaan

Arsadana yang sudah sepuluh tahun menjadi sopir bus ini pun mengatakan, bus ini sangat nyaman untuk digunakan dan sangat aman bagi penumpang. “Bus ini bisa dibilang sangat nyaman dan bersih. Di dalam bus, penumpang dan sopir tidak boleh merokok. Kalau merokok, sensor akan bunyi. Kalau sopirnya lain-lain dan pegang HP, sensor akan bunyi juga. Ada kamera pendeteksinya,” sambungnya.

Bus Trans Metro Dewata yang memiliki rute di empat koridor ini juga dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Kecepatan bus ini pun diatur 40 km/jam. Apabila melanggar, sopir akan didenda berupa potong gaji. “Tidak boleh dari 40. Kalau lebih, alarm bunyi lagi. Sebelum berangkat, sopir juga wajib melakukan absen dengan menggunakan e-button yang dapat ditempelkan di sebelah kemudi,” ujarnya.

Di samping itu, bus ini juga wajib berhenti 15 detik di halte bus. “Ada atau tidaknya penumpang di halte, bus wajib berhenti selama 15 detik lalu jalan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadishub Bali, IGW Samsi Gunarta mengatakan, ada empat koridor untuk bus ini yang terintergrasi dengan trayek Trans Sarbagita, trayek-trayek AKDP, trayek pelayanan KSPN, dan Trayek Angkot Denpasar. Empat koridor baru ini menggunakan bus sedang.  Di antaranya, koridor 1 yakni Terminal Persiapan – Central Parkir Kuta Badung sepanjang 63,6 km untuk perjalanan pulang pergi dengan 40 halte. Koridor 2 yakni GOR Ngurah Rai – Bandara Ngurah Rai sepanjang 30,2 km dan 24 halte. Koridor tiga yakni Pantai Matahari Terbit – Dalung sejauh 43 km dan 24 halte. Serta koridor 4 dari Terminal Ubung – Sentral Parkir Monkey Forest sepanjang 55,3 km dan 32 halte. “Empat koridor ini mendapatkan subsidi operasional dari Kementerian Perhubungan,” katanya.

Baca Juga :  Polda Bali “Pelototi” Komentar-Komentar di Medsos

Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi mengatakan, untuk Denpasar merupakan penerapan ketiga setelah sebelumnya Solo dan Palembang. Budi menyebutkan, sebuah kota akan semakin maju jika masyarakatnya semakin ketergantungan terhadap kendaraan umum. Ia mengatakan, jumlah bus yang beroperasi di Bali lebih banyak ketimbang dua daerah sebelumnya. “Nanti akan dilakukan kajian untuk tarif, tetapi tetap diberikan subsidi parsial. Subsidi ini harus jangka panjang, yaitu selama lima tahun,” katanya.

Di sisi lain Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Trans Metro Dewata ini jauh lebih bagus dari Trans Sarbagita. “Jauh lebih bagus. Subsidi negara dan koridornya lebih sesuai dengan kenyataan,” kata Koster.

Koster berharap masyarakat dan anak-anak muda, siswa maupun mahasiswa akan memilih transportasi publik. Menurut Koster, bus ini sangat bagus dan nyaman. Juga bisa mengurangi risiko berkendara di jalan. Ia bahkan mengatakan, Trans Sarbagita salah pengelolaan. Busnya juga dianggap tidak menarik. “Sarbagita itu beda pengelolaannya. Manajemennya beda. Dulu salah kelola, busnya juga tidak menarik,” ujarnya saat diwawancarai usai peluncuran Bus Trans Metro Dewata, di Pasar Badung, Senin (7/9) sore.


DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan transportasi berteknologi tinggi. Bus Trans Metro Dewata yang merupakan bantuan transportasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ini berjumlah 105 unit. Bus ini tergolong canggih karena sebagian besar pengoperasiannya berbasis IT. Fitur-fitur dalam bus ini juga dilengkapi dengan sensor hingga 5 buah kamera pengawas. Di bagian depan terdapat satu buah kamera yang mengarah ke bagian depan penumpang. Satu buah kamera di belakang yang mengarah ke bagian tengah ruang bus. Dua kamera lainnya untuk mendata penumpang yang naik ataupun turun dan kamera terakhir berfungsi untuk menghitung secara otomatis penumpang yang menaiki bus. Ketika pintu bus terbuka maka secara otomatis sensor akan berbunyi. Begitu pintu bus kembali ditutup, sensor tersebut akan terhenti. Hal itu pun sebagai pengontrol keamanan bus untuk penumpang.

Driver bus Trans Metro Dewata, Dewa Ketut Arsadana, Senin (7/9) menjelaskan, bus ini berkapasitas 40 orang termasuk berdiri. Karena saat ini dalam situasi pandemi, bus Trans Metro Dewata hanya menampung 20 orang. “Kami batasi untuk jumlah penumpang,” kata dia.

Arsadana menambahkan, untuk bisa menaiki bus Trans Metro Dewata ini, penumpang harus menggunakan e-money. Apabila tidak menggunakan e-money, tidak bisa menggunakan bus ini. Namun untuk sementara, bus ini digratiskan bagi masyarakat hingga bulan Desember nanti. “Nanti pembayarannya pakai e-money. Kalau gak pakai e-money gak bisa naik. Nanti uangnya langsung masuk ke kementerian,” ujarnya.

Selain itu, Trans Metro Dewata ini juga sangat memperhatikan sisi keamanan penumpang. Kursi penumpang dilengkapi dengan sabuk pengaman dan sopir juga dilengkapi dengan kamera pengawas khusus. “Penumpangnya harus pakai sabuk pengaman. Kalau sopir mengantuk, sensornya akan bunyi. Jadi otomatis sopir akan diarahkan untuk berhenti,” tambahnya.

Baca Juga :  OC dan Terjun ke Jurang, PNS Meninggal Dunia

Arsadana yang sudah sepuluh tahun menjadi sopir bus ini pun mengatakan, bus ini sangat nyaman untuk digunakan dan sangat aman bagi penumpang. “Bus ini bisa dibilang sangat nyaman dan bersih. Di dalam bus, penumpang dan sopir tidak boleh merokok. Kalau merokok, sensor akan bunyi. Kalau sopirnya lain-lain dan pegang HP, sensor akan bunyi juga. Ada kamera pendeteksinya,” sambungnya.

Bus Trans Metro Dewata yang memiliki rute di empat koridor ini juga dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Kecepatan bus ini pun diatur 40 km/jam. Apabila melanggar, sopir akan didenda berupa potong gaji. “Tidak boleh dari 40. Kalau lebih, alarm bunyi lagi. Sebelum berangkat, sopir juga wajib melakukan absen dengan menggunakan e-button yang dapat ditempelkan di sebelah kemudi,” ujarnya.

Di samping itu, bus ini juga wajib berhenti 15 detik di halte bus. “Ada atau tidaknya penumpang di halte, bus wajib berhenti selama 15 detik lalu jalan lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadishub Bali, IGW Samsi Gunarta mengatakan, ada empat koridor untuk bus ini yang terintergrasi dengan trayek Trans Sarbagita, trayek-trayek AKDP, trayek pelayanan KSPN, dan Trayek Angkot Denpasar. Empat koridor baru ini menggunakan bus sedang.  Di antaranya, koridor 1 yakni Terminal Persiapan – Central Parkir Kuta Badung sepanjang 63,6 km untuk perjalanan pulang pergi dengan 40 halte. Koridor 2 yakni GOR Ngurah Rai – Bandara Ngurah Rai sepanjang 30,2 km dan 24 halte. Koridor tiga yakni Pantai Matahari Terbit – Dalung sejauh 43 km dan 24 halte. Serta koridor 4 dari Terminal Ubung – Sentral Parkir Monkey Forest sepanjang 55,3 km dan 32 halte. “Empat koridor ini mendapatkan subsidi operasional dari Kementerian Perhubungan,” katanya.

Baca Juga :  Bobol Konter HP di Pemogan Pakai Linggis, Nur Hasan Ditangkap

Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi mengatakan, untuk Denpasar merupakan penerapan ketiga setelah sebelumnya Solo dan Palembang. Budi menyebutkan, sebuah kota akan semakin maju jika masyarakatnya semakin ketergantungan terhadap kendaraan umum. Ia mengatakan, jumlah bus yang beroperasi di Bali lebih banyak ketimbang dua daerah sebelumnya. “Nanti akan dilakukan kajian untuk tarif, tetapi tetap diberikan subsidi parsial. Subsidi ini harus jangka panjang, yaitu selama lima tahun,” katanya.

Di sisi lain Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Trans Metro Dewata ini jauh lebih bagus dari Trans Sarbagita. “Jauh lebih bagus. Subsidi negara dan koridornya lebih sesuai dengan kenyataan,” kata Koster.

Koster berharap masyarakat dan anak-anak muda, siswa maupun mahasiswa akan memilih transportasi publik. Menurut Koster, bus ini sangat bagus dan nyaman. Juga bisa mengurangi risiko berkendara di jalan. Ia bahkan mengatakan, Trans Sarbagita salah pengelolaan. Busnya juga dianggap tidak menarik. “Sarbagita itu beda pengelolaannya. Manajemennya beda. Dulu salah kelola, busnya juga tidak menarik,” ujarnya saat diwawancarai usai peluncuran Bus Trans Metro Dewata, di Pasar Badung, Senin (7/9) sore.


Most Read

Artikel Terbaru

/