alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Soal Bantuan Minibus di Nusa Penida, Suwirta Sebut Mesinnya Sudah Tua

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kabupaten Klungkung mendapatkan bantuan delapan unit minibus dari pemerintah pusat. Mobil yang beroperasi di Nusa Penida itu merupakan angkutan perintis. Ternyata, mobil jenis minibus itu mesinnya keluar lama alias sudah tua. Hal itu diungkapkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (7/9).

Suwirta mengakui, saat uji coba mobil tersebut, ia mengira mobil baru. Setelah beroperasi, ternyata dirasakan mobilnya tua. Bahkan baru beberapa hari beroperasi, salah satunya sempat mogok di jalan raya.  “Saya kira mobilnya baru. Memang angkutan perintis seperti itu. Kalau ayam itu afkir. Kalau ini kendaraan yang afkir,” kelakarnya.

Selain tua, mobil bantuan yang kini dikelola Perum Damri tersebut juga terlalu besar jika dibandingkan kondisi jalan di Nusa Penida.  Saat uji coba memang semua bisa masuk di trayeknya. Hanya saja, untuk trayek Jungutbatu-Lembongan sulit papasan dengan kendaraan lain.  

Namun, pihaknya tetap mensyukuri bantuan itu, karena mampu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covdi-19, khusus di bidang transportasi. Pihaknya pun menyebutkan, mobil perintis ini sifatnya sementara. Apabila angkutan umum dari swasta berjalan maksimal, maka mobil perintis akan mundur. “Sekali lagi, apapun niat baik pemerintah pusat, harus kami sambut baik juga. Tinggal sekarang bagaimana bersinergi dengan masyarakat,” tandas Suwirta.

Diberitakan sebelumnya, peresmian armada transportasi itu dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Bali NTB Muiz Thohir dan pihak terkait lainnya di area Pelabuhan Kapal Roro, Nusa Penida, Rabu (2/9).

Kepala BPTD Wilayah XII Bali NTB Muiz Thohir mengatakan, salah satu konsistensi yang dilakukan pemerintah di bidang infrastruktur khusus di bidang perhubungan adalah bagaimana menciptakan konektivitas antar dan inter wilayah darat dengan menyediakan angkutan keperintisan. “Ini dilakukan supaya dapat menjangkau saudara-saudara kita yang berada di pulau terluar dan terpencil,” ungkapnya. Pengoperasian delapan unit minibus itu diserahkan kepada Perum Damri dan melayani  trayek perintis dengan rute Batununggul -Batumadeg, Suana – Ped dan Jungutbatu-Lembongan.

Setelah adanya angkutan tersebut, Pemkab Klungkung mempunyai rencana bahwa akan dikoneksikan dengan angkutan siswa gratis yang sepenuhnya juga dikelola Perum Damri. Seperti diketahui, pemerintah setempat mempunyai program angkutan siswa gratis. Namun baru berjalan di Kecamatan Klungkung.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kabupaten Klungkung mendapatkan bantuan delapan unit minibus dari pemerintah pusat. Mobil yang beroperasi di Nusa Penida itu merupakan angkutan perintis. Ternyata, mobil jenis minibus itu mesinnya keluar lama alias sudah tua. Hal itu diungkapkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (7/9).

Suwirta mengakui, saat uji coba mobil tersebut, ia mengira mobil baru. Setelah beroperasi, ternyata dirasakan mobilnya tua. Bahkan baru beberapa hari beroperasi, salah satunya sempat mogok di jalan raya.  “Saya kira mobilnya baru. Memang angkutan perintis seperti itu. Kalau ayam itu afkir. Kalau ini kendaraan yang afkir,” kelakarnya.

Selain tua, mobil bantuan yang kini dikelola Perum Damri tersebut juga terlalu besar jika dibandingkan kondisi jalan di Nusa Penida.  Saat uji coba memang semua bisa masuk di trayeknya. Hanya saja, untuk trayek Jungutbatu-Lembongan sulit papasan dengan kendaraan lain.  

Namun, pihaknya tetap mensyukuri bantuan itu, karena mampu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covdi-19, khusus di bidang transportasi. Pihaknya pun menyebutkan, mobil perintis ini sifatnya sementara. Apabila angkutan umum dari swasta berjalan maksimal, maka mobil perintis akan mundur. “Sekali lagi, apapun niat baik pemerintah pusat, harus kami sambut baik juga. Tinggal sekarang bagaimana bersinergi dengan masyarakat,” tandas Suwirta.

Diberitakan sebelumnya, peresmian armada transportasi itu dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Bali NTB Muiz Thohir dan pihak terkait lainnya di area Pelabuhan Kapal Roro, Nusa Penida, Rabu (2/9).

Kepala BPTD Wilayah XII Bali NTB Muiz Thohir mengatakan, salah satu konsistensi yang dilakukan pemerintah di bidang infrastruktur khusus di bidang perhubungan adalah bagaimana menciptakan konektivitas antar dan inter wilayah darat dengan menyediakan angkutan keperintisan. “Ini dilakukan supaya dapat menjangkau saudara-saudara kita yang berada di pulau terluar dan terpencil,” ungkapnya. Pengoperasian delapan unit minibus itu diserahkan kepada Perum Damri dan melayani  trayek perintis dengan rute Batununggul -Batumadeg, Suana – Ped dan Jungutbatu-Lembongan.

Setelah adanya angkutan tersebut, Pemkab Klungkung mempunyai rencana bahwa akan dikoneksikan dengan angkutan siswa gratis yang sepenuhnya juga dikelola Perum Damri. Seperti diketahui, pemerintah setempat mempunyai program angkutan siswa gratis. Namun baru berjalan di Kecamatan Klungkung.


Most Read

Artikel Terbaru

/