alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Endus Bau Permainan, Ancam Rotasi Petugas Portal Nakal di Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Karangasem kini tengah gencar meningkatkan pendapatan dari sektor mineral bukan logam dan batuan (MBLB) alias galian C. Satu dari sekian potensi pajak terbesar di Gumi Lahar. Target yang dipasang tahun ini pun tak main-main dibanding sebelumnya, yakni Rp 46,5 miliar.

 

Meski pandemi Covid-19 akibatkan kas daerah menurun, tak membuat pemerintah setempat mati kutu. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) juga diberikan tugas oleh Bupati I Gede Dana untuk konsentrasi mengevaluasi kinerja petugasnya di lapangan. Ancaman rotasi petugas yang kinerjanya dinilai kurang optimal pun menanti.

 

Alhasil, informasi sejumlah potensi kecurangan diduga terjadi di lapangan. Kabar itu mencuat setelah BPKAD rutin lakukan pengawasan di sejumlah pos portal pajak galian. Ada oknum yang diduga bermain-main agar truk-truk pengangkut galian C lolos dari pungutan pajak.

 

“Informasinya begitu. Truk yang tidak bawa faktur mudah lolos. Kabarnya juga ada komunikasi antara oknum ke para sopir agar tidak cari pasir saat uji petik. Yang awalnya tiga kali diminta satu kali agar terlihat sepi. Ini jadi pengawasan atasan,” ujar sumber yang enggan namanya dikorankan, belum lama ini.

 

Bupati Karangasem I Gede Dana hanya memberi isyarat bahwa evaluasi target pajak sedang dilakukan. Sejauh ini, pihaknya terus mengawasi dan menggali sumber masalah bocornya pajak MBLB. Gede Dana tidak menampik, pemerintah tidak segan mengevaluasi stafnya dengan memindahkan petugas yang kurang optimal ke instansi lain.

 

Misalnya diperbantukan ke Dinas Pendidikan untuk mengawasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SD-SMP. Kata Gede Dana, saat ini pihaknya masih memantau sejauh mana target yang diberikan dapat tercapai. Jika tercapai, tentu jadi bahan pertimbangan bagi petugas tersebut tetap dipertahankan.

 

“Kami berikan target. Acuannya bukan target realisasi Rp 46,5 M saja. Setiap hari, setiap Minggu, tiap bulan kami berikan target. Kalau tidak tercapai, akan di-rolling. Sekalian diperbantukan untuk awasi PTM. Tetapi kalau target tercapai untuk saat ini, masih (bisa) dipertahankan,” tegas Gede Dana, Minggu (7/11).

 

Sementara itu, Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika tengah menindaklanjuti evaluasi terhadap para stafnya di lapangan. Pihaknya sudah kantongi data hasil evaluasi dan investigasi beberapa waktu belakangan. Menurutnya, BPKAD perlu mengambil sikap tegas apabila dugaan adanya permainan oknum benar terjadi.

 

Belakangan ini, pihaknya acap kali turun ke beberapa pos portal pajak galian guna membandingkan penghitungan jumlah truk yang keluar Karangasem. “Kami sempat off-kan petugas di lapangan. Kami libatkan staf kecamatan ikut berjaga di portal 24 jam,” kata mantan Sekretaris DPRD Karangasem ini.

 

Di sisi lain pihaknya yakin target realisasi pendapatan MBLB dapat tercapai di sisa waktu beberapa bulan ini. Sebab, dari Rp 46,5 miliar yang dipasang, sudah terealisasi Rp 40,2 miliar per Oktober lalu. “Ini tergolong lebih tinggi sekitar Rp 20 miliar lebih dibandingkan target tahun sebelumnya. Jadi kami perlu genjot strategi,” pungkasnya. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Karangasem kini tengah gencar meningkatkan pendapatan dari sektor mineral bukan logam dan batuan (MBLB) alias galian C. Satu dari sekian potensi pajak terbesar di Gumi Lahar. Target yang dipasang tahun ini pun tak main-main dibanding sebelumnya, yakni Rp 46,5 miliar.

 

Meski pandemi Covid-19 akibatkan kas daerah menurun, tak membuat pemerintah setempat mati kutu. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) juga diberikan tugas oleh Bupati I Gede Dana untuk konsentrasi mengevaluasi kinerja petugasnya di lapangan. Ancaman rotasi petugas yang kinerjanya dinilai kurang optimal pun menanti.

 

Alhasil, informasi sejumlah potensi kecurangan diduga terjadi di lapangan. Kabar itu mencuat setelah BPKAD rutin lakukan pengawasan di sejumlah pos portal pajak galian. Ada oknum yang diduga bermain-main agar truk-truk pengangkut galian C lolos dari pungutan pajak.

 

“Informasinya begitu. Truk yang tidak bawa faktur mudah lolos. Kabarnya juga ada komunikasi antara oknum ke para sopir agar tidak cari pasir saat uji petik. Yang awalnya tiga kali diminta satu kali agar terlihat sepi. Ini jadi pengawasan atasan,” ujar sumber yang enggan namanya dikorankan, belum lama ini.

 

Bupati Karangasem I Gede Dana hanya memberi isyarat bahwa evaluasi target pajak sedang dilakukan. Sejauh ini, pihaknya terus mengawasi dan menggali sumber masalah bocornya pajak MBLB. Gede Dana tidak menampik, pemerintah tidak segan mengevaluasi stafnya dengan memindahkan petugas yang kurang optimal ke instansi lain.

 

Misalnya diperbantukan ke Dinas Pendidikan untuk mengawasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SD-SMP. Kata Gede Dana, saat ini pihaknya masih memantau sejauh mana target yang diberikan dapat tercapai. Jika tercapai, tentu jadi bahan pertimbangan bagi petugas tersebut tetap dipertahankan.

 

“Kami berikan target. Acuannya bukan target realisasi Rp 46,5 M saja. Setiap hari, setiap Minggu, tiap bulan kami berikan target. Kalau tidak tercapai, akan di-rolling. Sekalian diperbantukan untuk awasi PTM. Tetapi kalau target tercapai untuk saat ini, masih (bisa) dipertahankan,” tegas Gede Dana, Minggu (7/11).

 

Sementara itu, Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika tengah menindaklanjuti evaluasi terhadap para stafnya di lapangan. Pihaknya sudah kantongi data hasil evaluasi dan investigasi beberapa waktu belakangan. Menurutnya, BPKAD perlu mengambil sikap tegas apabila dugaan adanya permainan oknum benar terjadi.

 

Belakangan ini, pihaknya acap kali turun ke beberapa pos portal pajak galian guna membandingkan penghitungan jumlah truk yang keluar Karangasem. “Kami sempat off-kan petugas di lapangan. Kami libatkan staf kecamatan ikut berjaga di portal 24 jam,” kata mantan Sekretaris DPRD Karangasem ini.

 

Di sisi lain pihaknya yakin target realisasi pendapatan MBLB dapat tercapai di sisa waktu beberapa bulan ini. Sebab, dari Rp 46,5 miliar yang dipasang, sudah terealisasi Rp 40,2 miliar per Oktober lalu. “Ini tergolong lebih tinggi sekitar Rp 20 miliar lebih dibandingkan target tahun sebelumnya. Jadi kami perlu genjot strategi,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/