alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Melihat Panen Padang Kasna Jelang Galungan di Temukus, Karangasem

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Siapa yang tak kenal bunga Padang kasna? Bunga yang tumbuh subur di daerah kaki Gunung Agung, Karangasem, itu sepintas mirip salju. Karakternya yang putih agak kebiruan menjadikannya bunga yang mahal untuk dipandang. Bagaimana dengan harganya?

 

Bunga padang kasna memang terlihat elegan jika tumbuh bermekaran dengan jumlah yang banyak. Ini akan terlihat seperti hamparan salju yang luas. Ada kesan sejuk yang ditimbulkan. Bunga yang kini jadi ikon Karangasem itu, memang hanya dapat ditemui di wilayah Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

 

Bunga itu juga dibudidayakan warga di sekitar Temukus. Padang kasna dapat tumbuh sepanjang kondisi tanah cocok dan berada di ketinggian. Saat ini, tanaman yang populer dinamai Edelweis, itu dikembangkan untuk keperluan objek foto. Sebelum itu, masyarakat Bali jauh mengenalnya sebagai salah satu pelengkap sarana upacara banten.

 

Itu sebabnya, Padang kasna yang sudah dipanen dapat ditemui di pasar tradisional. Namun miris, harga jual padang kasna tidak sebanding dengan kesan mahal yang melekat pada bunga tersebut. Menurut salah seorang warga Temukus, Dian, harga jual kasna di pasaran berkisar Rp 4-6 ribu per ikat.

 

Satu ikat kasna berisi 15-20 ikat kecil-kecil. Dia dan keluarganya mampu mengumpulkan sekitar 30 kg padang kasna sekali panen. Butuh waktu sekira enam bulan agar tanaman siap dicabut atau dipanen. “Saya dan suami yang garap tiga hari. Nanti dikirim ke Pasar Klungkung,” ujar Dian, ditemui di Temukus, Jumat (5/11).

 

Kadus Temukus Wayan Sudiana mengatakan, setengah dari jumlah warga di banjar setempat membudidayakan padang kasna. Yakni sekitar 200 orang dengan luas tanam antara 10-50 are. Dia mengakui, pandangan sebagian besar orang mengatakan padang kasna hanya dapat ditemui di Temukus dan sekitarnya.

 

“Bunga itu tumbuh bagus apabila ditanam di lahan yang cocok. Kalau di bawah ketinggian 1.000, kadar tanah seperti berminyak. Jadi tidak cocok. Karena itu dia tumbuh di sekitar ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ke atas. Berpasir atau berbatu malah bagus,” jelas Sudiana.

 

Agar tidak terlalu rugi, petani sedapat mungkin menjual bunga tak lama setelah dipanen. Sebab karakter kasna cepat layu apabila sudah dipanen lebih dari tiga hari. “Saya sendiri menanam. Jika lama didiamkan setelah dicabut, warnanya akan coklat dan kering. Tidak bagus untuk canang,” sebutnya.

 

Dirinya tidak menampik, harga jual bunga padang kasna tergolong murah di pasaran. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, nilainya sempat lebih mahal setengah dari harga saat ini. Para petani berharap Padang kasna dapat terjual dengan harga yang lebih bergairah. Terutama beberapa hari jelang Galungan dan Kuningan nanti.


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Siapa yang tak kenal bunga Padang kasna? Bunga yang tumbuh subur di daerah kaki Gunung Agung, Karangasem, itu sepintas mirip salju. Karakternya yang putih agak kebiruan menjadikannya bunga yang mahal untuk dipandang. Bagaimana dengan harganya?

 

Bunga padang kasna memang terlihat elegan jika tumbuh bermekaran dengan jumlah yang banyak. Ini akan terlihat seperti hamparan salju yang luas. Ada kesan sejuk yang ditimbulkan. Bunga yang kini jadi ikon Karangasem itu, memang hanya dapat ditemui di wilayah Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

 

Bunga itu juga dibudidayakan warga di sekitar Temukus. Padang kasna dapat tumbuh sepanjang kondisi tanah cocok dan berada di ketinggian. Saat ini, tanaman yang populer dinamai Edelweis, itu dikembangkan untuk keperluan objek foto. Sebelum itu, masyarakat Bali jauh mengenalnya sebagai salah satu pelengkap sarana upacara banten.

 

Itu sebabnya, Padang kasna yang sudah dipanen dapat ditemui di pasar tradisional. Namun miris, harga jual padang kasna tidak sebanding dengan kesan mahal yang melekat pada bunga tersebut. Menurut salah seorang warga Temukus, Dian, harga jual kasna di pasaran berkisar Rp 4-6 ribu per ikat.

 

Satu ikat kasna berisi 15-20 ikat kecil-kecil. Dia dan keluarganya mampu mengumpulkan sekitar 30 kg padang kasna sekali panen. Butuh waktu sekira enam bulan agar tanaman siap dicabut atau dipanen. “Saya dan suami yang garap tiga hari. Nanti dikirim ke Pasar Klungkung,” ujar Dian, ditemui di Temukus, Jumat (5/11).

 

Kadus Temukus Wayan Sudiana mengatakan, setengah dari jumlah warga di banjar setempat membudidayakan padang kasna. Yakni sekitar 200 orang dengan luas tanam antara 10-50 are. Dia mengakui, pandangan sebagian besar orang mengatakan padang kasna hanya dapat ditemui di Temukus dan sekitarnya.

 

“Bunga itu tumbuh bagus apabila ditanam di lahan yang cocok. Kalau di bawah ketinggian 1.000, kadar tanah seperti berminyak. Jadi tidak cocok. Karena itu dia tumbuh di sekitar ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ke atas. Berpasir atau berbatu malah bagus,” jelas Sudiana.

 

Agar tidak terlalu rugi, petani sedapat mungkin menjual bunga tak lama setelah dipanen. Sebab karakter kasna cepat layu apabila sudah dipanen lebih dari tiga hari. “Saya sendiri menanam. Jika lama didiamkan setelah dicabut, warnanya akan coklat dan kering. Tidak bagus untuk canang,” sebutnya.

 

Dirinya tidak menampik, harga jual bunga padang kasna tergolong murah di pasaran. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, nilainya sempat lebih mahal setengah dari harga saat ini. Para petani berharap Padang kasna dapat terjual dengan harga yang lebih bergairah. Terutama beberapa hari jelang Galungan dan Kuningan nanti.


Most Read

Artikel Terbaru

/