alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Hingga Oktober 2020, Kredit Perbankan Melambat 1,40 Persen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kinerja industri perbankan di Bali hingga Oktober 2020 mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan kredit tercatat mengalami perlambatan hingga 1,40 persen jika dibandingkan dengan periode Oktober 2019.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada kredit modal kerja berkaitan dengan terhentinya berbagai lapangan usaha, khususnya usaha akomodasi, makanan dan minuman. “Hal ini tidak terlepas adanya perubahan pada pola industri pariwisata sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Meskipun terjadi penurunan di sektor kredit, Trisno mengatakan, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) perbankan masih dalam ambang batas terkendali pada level 2,64 persen. Itu terjadi sebagai hasil dari program restrukturisasi kredit, sebagai salah satu program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pemerintah untuk menjaga kesehatan perbankan serta membantu pelaku usaha yang terdampak oleh pembatasan kegiatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Menurutnya, bila melihat data kinerja perbankan lainnya, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Oktober 2020 terkontraksi sebesar 4,10 persen secara tahunan. Kontraksi ini terjadi pada rekeningan tabungan dan giro yang disebabkan oleh penurunan pendapatan masyarakat serta transaksi perusahaan. “Kondisi ini mencerminkan betapa sulitnya dunia usaha Bali menghadapi pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Sementara itu, transaksi sistem pembayaran juga menunjukkan penurunan sebagai dampak pandemi Covid-19. Aliran uang yang beredar baik inflow maupun outflow menurun sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih terkontraksi, sehingga kebutuhan atas uang kartal mengalami penurunan.

Untuk transaksi kartu ATM atau debet mengalami perbaikan. Sementara transaksi kartu kredit mengalami kontraksi yang lebih dalam. Sedangkan untuk jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS sampai dengan akhir November tercatat sebanyak 159 ribu merchant.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kinerja industri perbankan di Bali hingga Oktober 2020 mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan kredit tercatat mengalami perlambatan hingga 1,40 persen jika dibandingkan dengan periode Oktober 2019.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada kredit modal kerja berkaitan dengan terhentinya berbagai lapangan usaha, khususnya usaha akomodasi, makanan dan minuman. “Hal ini tidak terlepas adanya perubahan pada pola industri pariwisata sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Meskipun terjadi penurunan di sektor kredit, Trisno mengatakan, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) perbankan masih dalam ambang batas terkendali pada level 2,64 persen. Itu terjadi sebagai hasil dari program restrukturisasi kredit, sebagai salah satu program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pemerintah untuk menjaga kesehatan perbankan serta membantu pelaku usaha yang terdampak oleh pembatasan kegiatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Menurutnya, bila melihat data kinerja perbankan lainnya, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Oktober 2020 terkontraksi sebesar 4,10 persen secara tahunan. Kontraksi ini terjadi pada rekeningan tabungan dan giro yang disebabkan oleh penurunan pendapatan masyarakat serta transaksi perusahaan. “Kondisi ini mencerminkan betapa sulitnya dunia usaha Bali menghadapi pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Sementara itu, transaksi sistem pembayaran juga menunjukkan penurunan sebagai dampak pandemi Covid-19. Aliran uang yang beredar baik inflow maupun outflow menurun sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih terkontraksi, sehingga kebutuhan atas uang kartal mengalami penurunan.

Untuk transaksi kartu ATM atau debet mengalami perbaikan. Sementara transaksi kartu kredit mengalami kontraksi yang lebih dalam. Sedangkan untuk jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS sampai dengan akhir November tercatat sebanyak 159 ribu merchant.


Most Read

Artikel Terbaru

/