alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Jelang Tatap Muka, Sekolah Gelar Simulasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS-SMK Negeri 3 Singaraja mulai melakulan simulasi jelang tatap muka Januari 2020 mendatang. Simulasi yang mengacu pada protokol kesehatan dimulai Senin (7/12), digelar selama tujuh Hari mendatang. 

Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, I Nyoman Suastika saat dikonfirmasi Senin siang mengingatakan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran dengan tatap muka di sekolah akan dilaksanakan Januari 2021 mendatang. 

Menyikapi keputusan tersebut, pihaknya pun mulai melaksanakan uji coba atau simulasi tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Simulasi ini diikuti oleh seluruh siswa di SMK N 3 Singaraja, namun dibagi dalam dua shift. 

Teknisnya, untuk shift pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga 10.00 Wita. Sementara untuk shift kedua, dilaksanakan mulai pukul 10.30 sampai 12.30 Wita. Sebelum melaksanakan uji coba ini, pihaknya terlebih dulu meminta izin kepada para orangtua siswa.

Hasilnya, dari 2.191 siswa yang ada, hanya 50 siswa yang tidak diizinkan oleh orangtuanya untuk mengikuti simulasi. 

“Untuk yang tidak setuju, tidak masalah, tidak dipaksakan.  Untuk siswa yang ikut simulasi juga harus dipastikan dalam keadaan sehat,” ucapnya. 

Lanjut Suastika, dalam simulasi ini, pihaknya telah menyiapkan skema  dan sarpras pendukung protokol kesehatan, berupa 100 unit tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, thermogun, serta pembatas untuk jaga jarak. 

Saat siswa masuk ke sekolah, petugas yang sudah disiapkan untuk melakukan pengecekan suhu dengan thermogun. Saat masuk ke bengkel atau ruang praktik, siswa selanjutnya diwajibkan cuci tangan, dan jaga jarak. Dimana, masing-masing ruang praktik hanya berisi 10 orang siswa. 

Simulasi ini, sebut Suastika, hanya dilakukan di bengkel, untuk pembelajaran praktik karena tidak bisa diteorikan. Seperti las, bubut, dan memasang LAN. Sesuai aturan itu diperbolehkan, untuk dilakukan secara tatap muka pada zona apapun. 

“Kebetulan kami sudah selesai melaksanakan ulangan umum. Jadi jelang terima raport, kami isi dengan kegiatan simulasi ini. Nanti setiap hari akan kami evaluasi, agar penerapan protokol kesehatan dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga tahun depan saat mulai tatap muka kami sudah siap,” jelasnya.

Sementara itu, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Senin (7/12), Gugus Tugas melaporkan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi baru. Bahkan, sebanyak 11 pasien yang sempat dirawat telah dinyatakan sembuh. 

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suweca mengatakan, 11 orang yang sembuh itu rinciannya dari Kecamatan Buleleng sebanyak 7 orang dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Sawan, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Seririt. Dengan demikian, jumlah pasien yang kini dirawat di Buleleng sebanyak 41 orang dan dirawat di luar Buleleng sebanyak 20 orang. 

“Pandemi ini belum berakhir. Kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer, dan jaga jarak,” pungkasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-SMK Negeri 3 Singaraja mulai melakulan simulasi jelang tatap muka Januari 2020 mendatang. Simulasi yang mengacu pada protokol kesehatan dimulai Senin (7/12), digelar selama tujuh Hari mendatang. 

Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, I Nyoman Suastika saat dikonfirmasi Senin siang mengingatakan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran dengan tatap muka di sekolah akan dilaksanakan Januari 2021 mendatang. 

Menyikapi keputusan tersebut, pihaknya pun mulai melaksanakan uji coba atau simulasi tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Simulasi ini diikuti oleh seluruh siswa di SMK N 3 Singaraja, namun dibagi dalam dua shift. 

Teknisnya, untuk shift pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga 10.00 Wita. Sementara untuk shift kedua, dilaksanakan mulai pukul 10.30 sampai 12.30 Wita. Sebelum melaksanakan uji coba ini, pihaknya terlebih dulu meminta izin kepada para orangtua siswa.

Hasilnya, dari 2.191 siswa yang ada, hanya 50 siswa yang tidak diizinkan oleh orangtuanya untuk mengikuti simulasi. 

“Untuk yang tidak setuju, tidak masalah, tidak dipaksakan.  Untuk siswa yang ikut simulasi juga harus dipastikan dalam keadaan sehat,” ucapnya. 

Lanjut Suastika, dalam simulasi ini, pihaknya telah menyiapkan skema  dan sarpras pendukung protokol kesehatan, berupa 100 unit tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, thermogun, serta pembatas untuk jaga jarak. 

Saat siswa masuk ke sekolah, petugas yang sudah disiapkan untuk melakukan pengecekan suhu dengan thermogun. Saat masuk ke bengkel atau ruang praktik, siswa selanjutnya diwajibkan cuci tangan, dan jaga jarak. Dimana, masing-masing ruang praktik hanya berisi 10 orang siswa. 

Simulasi ini, sebut Suastika, hanya dilakukan di bengkel, untuk pembelajaran praktik karena tidak bisa diteorikan. Seperti las, bubut, dan memasang LAN. Sesuai aturan itu diperbolehkan, untuk dilakukan secara tatap muka pada zona apapun. 

“Kebetulan kami sudah selesai melaksanakan ulangan umum. Jadi jelang terima raport, kami isi dengan kegiatan simulasi ini. Nanti setiap hari akan kami evaluasi, agar penerapan protokol kesehatan dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga tahun depan saat mulai tatap muka kami sudah siap,” jelasnya.

Sementara itu, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Senin (7/12), Gugus Tugas melaporkan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi baru. Bahkan, sebanyak 11 pasien yang sempat dirawat telah dinyatakan sembuh. 

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suweca mengatakan, 11 orang yang sembuh itu rinciannya dari Kecamatan Buleleng sebanyak 7 orang dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Sawan, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Seririt. Dengan demikian, jumlah pasien yang kini dirawat di Buleleng sebanyak 41 orang dan dirawat di luar Buleleng sebanyak 20 orang. 

“Pandemi ini belum berakhir. Kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer, dan jaga jarak,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/