alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Rapat Virtual, Koster Bahas Penerbangan Langsung Bali-Jepang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti rapat terbatas dengan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra serta instansi lainnya dan pemangku kepentingan terkait pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali.

Rapat terbatas tersebut diikuti Gubernur Koster secara virtual dari Gedung Gajah, Jaya Sabha, Senin (7/12). Salah satunya yang sempat diulas dan dibahas mengenai situasi terkini di Jepang dan Bali untuk melihat kemungkinan melakukan reopening atau membuka kembali pariwisata Bali untuk wisatawan Jepang dalam waktu dekat.

Pada kesempatan itu, Koster mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah mempersiapkan diri dan mengantisipasi sejak jauh hari seandainya kran wisatawan mancanegara sudah kembali dibuka.

 “Kami sudah melakukan tahapan prakondisi, melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) dengan sejumlah instrumen kebijakan bersama di provinsi Bali untuk wisatawan mancanegara,” papar Koster.

Dia menambahkan, Bali sudah menyiapkan diri untuk menerima wisatawan mulai dari bandara hingga ke destinasi wisata, di antaranya dengan kebijakan sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata untuk menjamin keamanan sesuai prokes.

 “Kalau memang ini diizinkan mulai dibuka, kami akan melakukan pengelolaan dan kami pastikan itu bisa dikelola dengan baik,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Senada dengan itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memberikan pemaparan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, dari hasil survei, minat wisatawan mancanegara untuk ke Bali masih tinggi. Karena itu, maskapai pelat merah ini mengklaim siap melakukan opersional kembali untuk jalur tradisional penerbangan langsung Bali- Jepang.

 “Tidak perlu transit lagi karena dalam kondisi pandemi ini, apabila nanti dibuka, banyak orang berharap bisa terbang langsung,” ujarnya.

Kesiapan ini, sambung dia, ditunjang juga dengan keberhasilan memperoleh penghargaan sebagai satu dari 20 maskapai di dunia yang dianggap aman untuk bepergian dalam kondisi pandemi.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi berharap pertemuan ini akan menjadi persiapan sehingga saat pariwisata benar-benar dibuka bisa segera dilaksanakan prosesnya.

 “Sekitar 80 persen dari turis Jepang itu destinasi yang dituju adalah Bali,” kata Heri yang juga mantan anggota DPR RI ini.

Karena itu, KBRI Jepang menganggap penting untuk membuka kembali jalur penerbangan Bali-Jepang jika kondisi sudah memungkinkan.

Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ida Bagus Made Bimantara mengatakan, Kemenparekraf, Kemenlu dan Pemprov Bali sudah sepakat memperluas penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) di seluruh Bali sebagai salah satu langkah persiapan pembukaan pariwisata mancanegara.

Pertemuan ini juga dihadiri Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Cucu Koswala, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Sigit Witjaksono, Kepala Perwakilan BI Tokyo Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa dan pemangku kepentingan terkait lainnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti rapat terbatas dengan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra serta instansi lainnya dan pemangku kepentingan terkait pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali.

Rapat terbatas tersebut diikuti Gubernur Koster secara virtual dari Gedung Gajah, Jaya Sabha, Senin (7/12). Salah satunya yang sempat diulas dan dibahas mengenai situasi terkini di Jepang dan Bali untuk melihat kemungkinan melakukan reopening atau membuka kembali pariwisata Bali untuk wisatawan Jepang dalam waktu dekat.

Pada kesempatan itu, Koster mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah mempersiapkan diri dan mengantisipasi sejak jauh hari seandainya kran wisatawan mancanegara sudah kembali dibuka.

 “Kami sudah melakukan tahapan prakondisi, melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) dengan sejumlah instrumen kebijakan bersama di provinsi Bali untuk wisatawan mancanegara,” papar Koster.

Dia menambahkan, Bali sudah menyiapkan diri untuk menerima wisatawan mulai dari bandara hingga ke destinasi wisata, di antaranya dengan kebijakan sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata untuk menjamin keamanan sesuai prokes.

 “Kalau memang ini diizinkan mulai dibuka, kami akan melakukan pengelolaan dan kami pastikan itu bisa dikelola dengan baik,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Senada dengan itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memberikan pemaparan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, dari hasil survei, minat wisatawan mancanegara untuk ke Bali masih tinggi. Karena itu, maskapai pelat merah ini mengklaim siap melakukan opersional kembali untuk jalur tradisional penerbangan langsung Bali- Jepang.

 “Tidak perlu transit lagi karena dalam kondisi pandemi ini, apabila nanti dibuka, banyak orang berharap bisa terbang langsung,” ujarnya.

Kesiapan ini, sambung dia, ditunjang juga dengan keberhasilan memperoleh penghargaan sebagai satu dari 20 maskapai di dunia yang dianggap aman untuk bepergian dalam kondisi pandemi.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi berharap pertemuan ini akan menjadi persiapan sehingga saat pariwisata benar-benar dibuka bisa segera dilaksanakan prosesnya.

 “Sekitar 80 persen dari turis Jepang itu destinasi yang dituju adalah Bali,” kata Heri yang juga mantan anggota DPR RI ini.

Karena itu, KBRI Jepang menganggap penting untuk membuka kembali jalur penerbangan Bali-Jepang jika kondisi sudah memungkinkan.

Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ida Bagus Made Bimantara mengatakan, Kemenparekraf, Kemenlu dan Pemprov Bali sudah sepakat memperluas penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) di seluruh Bali sebagai salah satu langkah persiapan pembukaan pariwisata mancanegara.

Pertemuan ini juga dihadiri Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Cucu Koswala, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Sigit Witjaksono, Kepala Perwakilan BI Tokyo Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa dan pemangku kepentingan terkait lainnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/