alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

BEM FIP Undiksha Gelar PHP2D di Desa Adat Timbul

GIANYAR, BALI EXPRESS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha menggelar kegiatan PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) dari Kemendikbud Ristek. Kegiatan ini terlaksana dari bulan Agustus lalu hingga akhir November 2021. 

 

Menurut Ketua Kelompok Kegiatan PHP2D, I Gede Adi Sanjaya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Desa Adat Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Pada kegiatan tersebut ia menjelaskan, pengembangan yang dimaksud adalah mengembangkan kampung wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. 

 

“Potensi pertanian yang dimiliki sangat berpotensi untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Konsep yang diangkat dari kampung wisata ini adalah Living In Permaculture,” katanya, Selasa (7/12).

 

Adi menambahkan, program yang terlaksana adalah melakukan penataan areal sawah menjadi tempat wisata. Yakni dengan membuat lobby penyambutan wisatawan, membuat subak gallery yang memajang alat pertanian tradisional dengan dilengkapi deskripsinya. Disamping itu juga dilakukan pembuatan mud area dan shower, pembuatan plang kampung wisata dan yang paling utama adalah merancang marketing kampung wisata melalui website. 

 

“Kemudian kami juga merangkul unit usaha yang bergerak di bidang pariwisata seperti pemilik rumah makan tradisonal, pemilik tempat penginapan, dan sebagainya yang akan dikombinasikan dengan potensi milik desa untuk dijual di website,” jelasnya.

 

Adapun beberapa paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, meliputi farming activities, home stay, campground, retreat, villa, SPA, culinarry, treacking, dan cycling. 

 

Kemudian pihaknya juga melaksanakan pelatihan kepada remaja setempat untuk mempublikasikan kampung wisata melalui media sosial masing-masing dengan mendatangkan dua narasumber.

 

“Harapan kami dengan kegiatan ini adalah supaya masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata bisa bangkit kembali, usai dihadang oleh badai pandemi Covid-19 yang mempengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat. Sehingga dengan kegiatan ini dapat kembali memberikan harapan pada penggiat pariwisata untuk dapat memperbaiki perekonomian di desa khususnya, dan di Indonesia umumnya,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha menggelar kegiatan PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) dari Kemendikbud Ristek. Kegiatan ini terlaksana dari bulan Agustus lalu hingga akhir November 2021. 

 

Menurut Ketua Kelompok Kegiatan PHP2D, I Gede Adi Sanjaya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Desa Adat Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Pada kegiatan tersebut ia menjelaskan, pengembangan yang dimaksud adalah mengembangkan kampung wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. 

 

“Potensi pertanian yang dimiliki sangat berpotensi untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Konsep yang diangkat dari kampung wisata ini adalah Living In Permaculture,” katanya, Selasa (7/12).

 

Adi menambahkan, program yang terlaksana adalah melakukan penataan areal sawah menjadi tempat wisata. Yakni dengan membuat lobby penyambutan wisatawan, membuat subak gallery yang memajang alat pertanian tradisional dengan dilengkapi deskripsinya. Disamping itu juga dilakukan pembuatan mud area dan shower, pembuatan plang kampung wisata dan yang paling utama adalah merancang marketing kampung wisata melalui website. 

 

“Kemudian kami juga merangkul unit usaha yang bergerak di bidang pariwisata seperti pemilik rumah makan tradisonal, pemilik tempat penginapan, dan sebagainya yang akan dikombinasikan dengan potensi milik desa untuk dijual di website,” jelasnya.

 

Adapun beberapa paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, meliputi farming activities, home stay, campground, retreat, villa, SPA, culinarry, treacking, dan cycling. 

 

Kemudian pihaknya juga melaksanakan pelatihan kepada remaja setempat untuk mempublikasikan kampung wisata melalui media sosial masing-masing dengan mendatangkan dua narasumber.

 

“Harapan kami dengan kegiatan ini adalah supaya masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata bisa bangkit kembali, usai dihadang oleh badai pandemi Covid-19 yang mempengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat. Sehingga dengan kegiatan ini dapat kembali memberikan harapan pada penggiat pariwisata untuk dapat memperbaiki perekonomian di desa khususnya, dan di Indonesia umumnya,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/