26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Driver Ojol Ambil Paket Sepatu dari Inggris, Ternyata Isi Kokain Senilai Rp 1 M

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menggagalkan upaya peredaran gelap kokain ke Pulau Dewata dengan nilai fantastis Rp 1 miliar. Seorang pria berinisial AJ, 29, yang mengambil barang tersebut pun langsung diringkus.

Kasus tersebut dibeberkan oleh Kepala BNNP Bali Brigjenpol Raden Nurhadi Yuwono didampingi Kabid Berantas BNNP Bali Putu Agus Arjaya, Rabu (7/12). Dijelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari kerjasama Tim Pemberantasan BNNP Bali dengan Kanwil Bea Cukai Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai.

Pihaknya memperoleh informasi ada penyelundupan barang terlarang dari Inggris melalui perusahaan jasa titipan. Kemudian, tim gabungan melakukan penyelidikan ke salah satu perusahaan jasa titipan di Jalan Tjok Agung Tresna, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur.

“Sumbernya dari luar negeri kemudian penerimanya di sini, sebetulnya tidak jelas dikaburkan, sehingga beberapa hari anggota kami di perusahaan jasa titipan ini menunggu,” ujar Raden Nurhadi.

Akhirnya pada Rabu, (30/11) sekira pukul 12.00, terlihat seorang laki-laki dengan gelagat mencurigakan sedang membawa sebuah paket kiriman. Karena merasa curiga, petugas lantas mendatangi laki-laki tersebut, yang kemudian diketahui bernama AJ.

Aparat pun mengecek isi paket tersebut yang tampaknya adalah sepasang sepatu. Namun, setelah dipastikan, ternyata dalam sepatu itu ada plastik klip berisi bubuk berwarna putih yang diduga kokain seberat 200,76 gram.

“Jadi pengirimannya disamarkan seolah-olah ini hanya sepatu, padahal narkoba disimpan di dalamnya, bahkan kokain yang bisa dibilang kelas paling mahal,” tutur Jendral Bintang Satu itu. Aparat kemudian meringkus pria asal Bondowoso, Jawa Timur itu dan dirapatkan ke Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar, guna proses lebih lanjut.

Agus Arjaya menjelaskan, AJ mengaku disuruh oleh seseorang untuk mengambil barang tersebut di Bali dengan upah cukup besar, yakni Rp 10 juta untuk sekali aksi itu saja. Tetapi petugas masih mendalami apakah AJ juga akan mengedarkannya atau tidak. Pihaknya juga sudah memetakan orang yang diduga memerintah pelaku.

“Data-data sudah kami dapat hasil kerjasama BNNP Bali dengan Bea Cukai Kanwil Bali NTT dan NTB, ada WNI dan ada orang asing di belakangnya, kami sedang dalami mereka,” sebutnya.

Kokain ini banyak beredar di Bali diduga karena sasarannya adalah warga negara asing yang berlibur, dan dipersiapkan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

Harga barang haram itu disebut salah satu yang paling mahal, yakni Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per satu gram. Sehingga jika jumlah barang bukti 200,76 gram, maka nilainya berkisar Rp 1 miliar.

Atas perbuatannya, AJ yang juga driver ojol disangkakan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama seumur hidup.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menggagalkan upaya peredaran gelap kokain ke Pulau Dewata dengan nilai fantastis Rp 1 miliar. Seorang pria berinisial AJ, 29, yang mengambil barang tersebut pun langsung diringkus.

Kasus tersebut dibeberkan oleh Kepala BNNP Bali Brigjenpol Raden Nurhadi Yuwono didampingi Kabid Berantas BNNP Bali Putu Agus Arjaya, Rabu (7/12). Dijelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari kerjasama Tim Pemberantasan BNNP Bali dengan Kanwil Bea Cukai Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai.

Pihaknya memperoleh informasi ada penyelundupan barang terlarang dari Inggris melalui perusahaan jasa titipan. Kemudian, tim gabungan melakukan penyelidikan ke salah satu perusahaan jasa titipan di Jalan Tjok Agung Tresna, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur.

“Sumbernya dari luar negeri kemudian penerimanya di sini, sebetulnya tidak jelas dikaburkan, sehingga beberapa hari anggota kami di perusahaan jasa titipan ini menunggu,” ujar Raden Nurhadi.

Akhirnya pada Rabu, (30/11) sekira pukul 12.00, terlihat seorang laki-laki dengan gelagat mencurigakan sedang membawa sebuah paket kiriman. Karena merasa curiga, petugas lantas mendatangi laki-laki tersebut, yang kemudian diketahui bernama AJ.

Aparat pun mengecek isi paket tersebut yang tampaknya adalah sepasang sepatu. Namun, setelah dipastikan, ternyata dalam sepatu itu ada plastik klip berisi bubuk berwarna putih yang diduga kokain seberat 200,76 gram.

“Jadi pengirimannya disamarkan seolah-olah ini hanya sepatu, padahal narkoba disimpan di dalamnya, bahkan kokain yang bisa dibilang kelas paling mahal,” tutur Jendral Bintang Satu itu. Aparat kemudian meringkus pria asal Bondowoso, Jawa Timur itu dan dirapatkan ke Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar, guna proses lebih lanjut.

Agus Arjaya menjelaskan, AJ mengaku disuruh oleh seseorang untuk mengambil barang tersebut di Bali dengan upah cukup besar, yakni Rp 10 juta untuk sekali aksi itu saja. Tetapi petugas masih mendalami apakah AJ juga akan mengedarkannya atau tidak. Pihaknya juga sudah memetakan orang yang diduga memerintah pelaku.

“Data-data sudah kami dapat hasil kerjasama BNNP Bali dengan Bea Cukai Kanwil Bali NTT dan NTB, ada WNI dan ada orang asing di belakangnya, kami sedang dalami mereka,” sebutnya.

Kokain ini banyak beredar di Bali diduga karena sasarannya adalah warga negara asing yang berlibur, dan dipersiapkan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

Harga barang haram itu disebut salah satu yang paling mahal, yakni Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per satu gram. Sehingga jika jumlah barang bukti 200,76 gram, maka nilainya berkisar Rp 1 miliar.

Atas perbuatannya, AJ yang juga driver ojol disangkakan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama seumur hidup.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru