alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Istilah Ghosting Viral, Perilaku Primitif Bagi Pengecut

DENPASAR, BALI EXPRESS- Istilah ghosting saat ini sedang menjadi istilah yang viral di media sosial. Ghosting ini bisa menggambarkan kondisi sebuah hubungan yang digambarkan ada pihak yang melakukan praktek penghentian dan menutup semua akses komunikasi dengan pihak lainnya. 

 

Atau pengertian lebih mudahnya ghosting dilakukan saat seseorang memilih pergi atau mengakhiri hubungan dengan menghindar dan tak dibicarakan secara baik-baik. Menurut Psikiater Roslina Verauli, M.Psi.,Psi, tindakkan ghosting ini adalah prilaku primitif yang bisa dilakukan oleh siapapun, baik itu laki-laki maupun perempuan. “Bisa dikatakan prilaku ini tindakkan pengecut, karena satu pihak ingin memproteksi dirinya sendiri, meski menimbulkan luka pada orang lain,” jelasnya.

 

Tindakan ghosting ini diakui Verauli bisa terjadi dI relasionship dalam semua bentuk, baik itu pacaran, pertemanan, persahabatan bahkan jika terjadi pada hubungan yang sudah melibatkan relasi seksual mendalam maka tindakkan ghosting ini bisa menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.

 

Meskipun menyakitkan, namun menurut Verauli, tindakan ghosting yang dilakukan seseorang justru bisa menjadi petunjuk betapa kurang dewasanya si pelaku ghosting. “Bahkan si pelaku tidak mampu mengakui bahwa aksinya keliru. Mereka dengan disonasi kognigtif bahkan menghayati aksinya adalah tepat dan merasa elegan dalam megakhiri sebuah hubungan,” ungkapnya.

 

Selain itu tindakan ghosting ini dikatakan Verauli kerilu karena untuk.mengakhiri sebuah hubungan salah satu pihak tidak perlu menghilang bagai hantu, karena pasangan juga harus dihargai karena pernah menjadi bagian dalam hidupnya. 

 

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pelaku ghosting ini? Jika sudah tidak bisa dihubungi dan diajak untuk berkomunikasi lagi, pelaku ghosting ini bisa ditinggalkan. “Meskioun menyakitkan, sebaiknya segera sadar dan berbenah. Bahwa kemarin keliru menilai seseorang sehingga terperangkap dalam relasi kekanakan yang berat sebelah,” tambah ibu dua anak ini.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Istilah ghosting saat ini sedang menjadi istilah yang viral di media sosial. Ghosting ini bisa menggambarkan kondisi sebuah hubungan yang digambarkan ada pihak yang melakukan praktek penghentian dan menutup semua akses komunikasi dengan pihak lainnya. 

 

Atau pengertian lebih mudahnya ghosting dilakukan saat seseorang memilih pergi atau mengakhiri hubungan dengan menghindar dan tak dibicarakan secara baik-baik. Menurut Psikiater Roslina Verauli, M.Psi.,Psi, tindakkan ghosting ini adalah prilaku primitif yang bisa dilakukan oleh siapapun, baik itu laki-laki maupun perempuan. “Bisa dikatakan prilaku ini tindakkan pengecut, karena satu pihak ingin memproteksi dirinya sendiri, meski menimbulkan luka pada orang lain,” jelasnya.

 

Tindakan ghosting ini diakui Verauli bisa terjadi dI relasionship dalam semua bentuk, baik itu pacaran, pertemanan, persahabatan bahkan jika terjadi pada hubungan yang sudah melibatkan relasi seksual mendalam maka tindakkan ghosting ini bisa menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.

 

Meskipun menyakitkan, namun menurut Verauli, tindakan ghosting yang dilakukan seseorang justru bisa menjadi petunjuk betapa kurang dewasanya si pelaku ghosting. “Bahkan si pelaku tidak mampu mengakui bahwa aksinya keliru. Mereka dengan disonasi kognigtif bahkan menghayati aksinya adalah tepat dan merasa elegan dalam megakhiri sebuah hubungan,” ungkapnya.

 

Selain itu tindakan ghosting ini dikatakan Verauli kerilu karena untuk.mengakhiri sebuah hubungan salah satu pihak tidak perlu menghilang bagai hantu, karena pasangan juga harus dihargai karena pernah menjadi bagian dalam hidupnya. 

 

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pelaku ghosting ini? Jika sudah tidak bisa dihubungi dan diajak untuk berkomunikasi lagi, pelaku ghosting ini bisa ditinggalkan. “Meskioun menyakitkan, sebaiknya segera sadar dan berbenah. Bahwa kemarin keliru menilai seseorang sehingga terperangkap dalam relasi kekanakan yang berat sebelah,” tambah ibu dua anak ini.


Most Read

Artikel Terbaru

/