alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

10 PMI Dipulangkan dari Ukraina, 3 Orang Masih Karantina

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perseteruan antara Ukraina dan Rusia membuat sebgian masyarakat di dua negara tersebut kocar-kacir. Tidak saja warga lokal, namun para pekerja migran terpaksa harus kembali ke kampung halaman. Seperti halnya 10 orang Pekerja Mingran Indonesia (PMI) asal Buleleng telah dipulangkan dari Ukraina. Proses pemulangan PMI tersebut, difasilitasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wilayah Bali.

 

Dikonfirmasi terkait keberadaan 10 PMI asal Buleleng, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng, Komang Sumertajaya, Selasa (8/2) menyampaikan, tujuh dari sepuluh orang PMI asal Buleleng yang dipulangkan dari Ukraina telah tiba di Bali. Mereka tiba di Bali pada Senin (7/3) sekitar pukul 19.00 wita. Sedangkan Tiga orang lainnya masih menjalani proses karantina di Jakarta. Rencananya 3 orang tersebut akan dipulangkan ke Bali pada Rabu (9/3). “Tujuh orang PMI yang dipulangkan itu sudah diserahkan oleh UPT BP2MI Bali kepada Disnakertrans Senin kemarin,” kata dia.

 

Dari data yang diperoleh, ketujuh PMI PMI Buleleng yang dipulangkan dari Ukraina tersebut, seluruhnya merupakan perempuan. Sebagian besar mereka, bekerja di bidang hospitality. “Menurut informasi dari UPT BP2MI, yang memiliki tupoksi memberikan perlindungan terhadap PMI, saat ini seluruh PMI yang berjumlah 29 orang sudah dipulangkan,” beber Sumertajaya.

 

Sosialisasi terus dilakukan terkait prosedur keberangkatan PMI ke luar negeri. Sosialisasi telah dilakukan hingga ke desa-desa dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), UPT BP2MI, dan Kantor Imigrasi. Ini sebagai bekal pemahaman kepada PMI jika terjadi suatu hal di negara tempat mereka bekerja seperti saat ini. “Sosialisasi juga sudah kami lakukan terkait ketentuan-ketentuan saat akan berangkat ke luar negeri. Supaya mereka paham apa yang perlu disiapkan dan dilakukan,” tambahnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perseteruan antara Ukraina dan Rusia membuat sebgian masyarakat di dua negara tersebut kocar-kacir. Tidak saja warga lokal, namun para pekerja migran terpaksa harus kembali ke kampung halaman. Seperti halnya 10 orang Pekerja Mingran Indonesia (PMI) asal Buleleng telah dipulangkan dari Ukraina. Proses pemulangan PMI tersebut, difasilitasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wilayah Bali.

 

Dikonfirmasi terkait keberadaan 10 PMI asal Buleleng, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng, Komang Sumertajaya, Selasa (8/2) menyampaikan, tujuh dari sepuluh orang PMI asal Buleleng yang dipulangkan dari Ukraina telah tiba di Bali. Mereka tiba di Bali pada Senin (7/3) sekitar pukul 19.00 wita. Sedangkan Tiga orang lainnya masih menjalani proses karantina di Jakarta. Rencananya 3 orang tersebut akan dipulangkan ke Bali pada Rabu (9/3). “Tujuh orang PMI yang dipulangkan itu sudah diserahkan oleh UPT BP2MI Bali kepada Disnakertrans Senin kemarin,” kata dia.

 

Dari data yang diperoleh, ketujuh PMI PMI Buleleng yang dipulangkan dari Ukraina tersebut, seluruhnya merupakan perempuan. Sebagian besar mereka, bekerja di bidang hospitality. “Menurut informasi dari UPT BP2MI, yang memiliki tupoksi memberikan perlindungan terhadap PMI, saat ini seluruh PMI yang berjumlah 29 orang sudah dipulangkan,” beber Sumertajaya.

 

Sosialisasi terus dilakukan terkait prosedur keberangkatan PMI ke luar negeri. Sosialisasi telah dilakukan hingga ke desa-desa dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), UPT BP2MI, dan Kantor Imigrasi. Ini sebagai bekal pemahaman kepada PMI jika terjadi suatu hal di negara tempat mereka bekerja seperti saat ini. “Sosialisasi juga sudah kami lakukan terkait ketentuan-ketentuan saat akan berangkat ke luar negeri. Supaya mereka paham apa yang perlu disiapkan dan dilakukan,” tambahnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/