alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Evi Pulang dengan Selamat dari Ukraina, Sang Ibu : Suksma Ratu Betara

GIANYAR, BALI EXPRESS – Ni Made Sasih, 48, ibu dari Kadek Evi Oktaviani, 25, terus mengucap syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena putrinya bisa pulang dengan selamat.

Padahal, sejak ia mendengar informasi bahwa Ukraina diserang oleh Rusia, dirinya langsung tidak bisa tidur memikirkan Evi yang bekerja sebagai spa terapist di Odessa, salah satu kota yang menjadi pusat pariwisata di Ukraina.

“Sejak katanya ada serangan itu, saya langsung tidak bisa tidur. Mikirin anak saya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Selasa (8/3).

Beruntung, ia masih bisa berkomunikasi dengan Evi lewat Video Call. Sehingga ia bisa mengetahui kondisi dari putrinya. “Saya tidak mikirin apa-apa lagi, setiap hari komunikasi sama anak saya. Yang penting anak saya selamat. Suksma Ratu Betara,” imbuhnya mengucap syukur.

Ia menuturkan jika anak keduanya itu selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja ke luar negeri. Kata dia, Evi memiliki tekad bulat untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Apalagi sehari-hari ayah dari Evi, I Made Lentor, 50, hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan Sasih sendiri sebagai ibu rumah tangga. “Bapaknya kerjaannya buruh bangunan, anak saya keluarga negeri mau merubah ekonomi keluarga. Dulu (rumahnya) tidak seperti ini, sekarang syukur sudah bisa membangun,” imbuhnya.

Dan untuk mengikuti jejak Evi, anak pertamanya dan anak ketiganya juga berencana akan mengadu nasib ke luar negeri. “Anak saya yang pertama rencana berangkat ke Turki sebagai spa terapist juga, kalau anak yang ketiga rencana berangkat pesiar,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh Kadek Evi Oktaviani, 25, jika sebelum mengadu nasib di Ukraina, dirinya sempat bekerja di Turki selama 1 tahun. Lalu sempat jeda selama 6 bulan dan barulah ia berangkat ke Ukraina. “Ditempat saya kerja di Ukraina itu hampir seperti Seminyak suasananya. Dekat pantai, dan tempat kerja juga ada ornamen Bali, ada patung Ganesha. Jadi senang disana,” paparnya.

Namun kini semuanya berubah setelah invasi Rusia ke Ukraina. Ia harus pulang ke Bali meskipun kontrak kerjanya baru habis di bulan Juni 2022 mendatang. “Ya sekarang fokus dirumah saja, dan ngumpul dengan keluarga. Nanti mungkin cari freelance atau DW,” pungkasnya.

Kadek Evi Oktaviani, 25, sendiri merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar yang bekerja di Ukraina dan baru tiba di Bali Senin (7/3) malam. Ia berhasil dievakuasi bersama puluhan PMI lainnya dan dipulangkan ke Indonesia dengan selamat. Evi sendiri bekerja sebagai spa terapist di Bali Spa yang ada di Odessa.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Ni Made Sasih, 48, ibu dari Kadek Evi Oktaviani, 25, terus mengucap syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena putrinya bisa pulang dengan selamat.

Padahal, sejak ia mendengar informasi bahwa Ukraina diserang oleh Rusia, dirinya langsung tidak bisa tidur memikirkan Evi yang bekerja sebagai spa terapist di Odessa, salah satu kota yang menjadi pusat pariwisata di Ukraina.

“Sejak katanya ada serangan itu, saya langsung tidak bisa tidur. Mikirin anak saya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Selasa (8/3).

Beruntung, ia masih bisa berkomunikasi dengan Evi lewat Video Call. Sehingga ia bisa mengetahui kondisi dari putrinya. “Saya tidak mikirin apa-apa lagi, setiap hari komunikasi sama anak saya. Yang penting anak saya selamat. Suksma Ratu Betara,” imbuhnya mengucap syukur.

Ia menuturkan jika anak keduanya itu selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja ke luar negeri. Kata dia, Evi memiliki tekad bulat untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Apalagi sehari-hari ayah dari Evi, I Made Lentor, 50, hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan Sasih sendiri sebagai ibu rumah tangga. “Bapaknya kerjaannya buruh bangunan, anak saya keluarga negeri mau merubah ekonomi keluarga. Dulu (rumahnya) tidak seperti ini, sekarang syukur sudah bisa membangun,” imbuhnya.

Dan untuk mengikuti jejak Evi, anak pertamanya dan anak ketiganya juga berencana akan mengadu nasib ke luar negeri. “Anak saya yang pertama rencana berangkat ke Turki sebagai spa terapist juga, kalau anak yang ketiga rencana berangkat pesiar,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh Kadek Evi Oktaviani, 25, jika sebelum mengadu nasib di Ukraina, dirinya sempat bekerja di Turki selama 1 tahun. Lalu sempat jeda selama 6 bulan dan barulah ia berangkat ke Ukraina. “Ditempat saya kerja di Ukraina itu hampir seperti Seminyak suasananya. Dekat pantai, dan tempat kerja juga ada ornamen Bali, ada patung Ganesha. Jadi senang disana,” paparnya.

Namun kini semuanya berubah setelah invasi Rusia ke Ukraina. Ia harus pulang ke Bali meskipun kontrak kerjanya baru habis di bulan Juni 2022 mendatang. “Ya sekarang fokus dirumah saja, dan ngumpul dengan keluarga. Nanti mungkin cari freelance atau DW,” pungkasnya.

Kadek Evi Oktaviani, 25, sendiri merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gianyar yang bekerja di Ukraina dan baru tiba di Bali Senin (7/3) malam. Ia berhasil dievakuasi bersama puluhan PMI lainnya dan dipulangkan ke Indonesia dengan selamat. Evi sendiri bekerja sebagai spa terapist di Bali Spa yang ada di Odessa.


Most Read

Artikel Terbaru

/