alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Gubernur Bali Keluarkan Kebijakan Pemanfaatan PLTS Atap

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022, Senin (7/3). Dalam SE tersebut Gubernur Koster menghimbau kepada Pimpinan Lembaga/Unit Kerja Instansi Vertikal di Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Bandesa dan seluruh masyarakat Bali di wilayah Provinsi Bali agar memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

 

Menurut Gubernur Koster, Bali Energi Bersih diselenggarakan dengan memanfaatkan PLTS Atap menuju Bali Mandiri Energi. Sehingga, Energi Bersih perlu dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanakan secara menyeluruh, konsisten, berkelanjutan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh masyarakat Bali.

 

Pemanfaatan PLTS Atap merupakan kebutuhan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Serta mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas dalam menghadapi perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global.

 

“Tujuan pemanfaatan PLTS Atap ini untuk mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Sebagai dasar untuk menjaga alam beserta isinya serta lingkungan yang bersih, hijau, dan indah bagi kehidupan masyarakat dalam Bali Era Baru,” jelas gubernur asal Buleleng ini.

 

Selain itu juga untuk menjaga dan melestarikan iklim dengan mengurangi pemanasan global dan emisi karbon. Melakukan konservasi dan efisiensi energi, sehingga meringankan beban biaya masyarakat melalui pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali.

 

Hal itu juga dapat membuka peluang usaha, investasi, dan lapangan kerja dalam bidang Energi Terbarukan. Khususnya dalam pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali. Di samping juga menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia berkualitas dengan memanfaatkan PLTS Atap.

 

Dalam SE ini, Gubernur Koster secara spesifik menghimbau bagi bangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Provinsi Bali, agar memasang sistem PLTS Atap. Paling sedikit 20 persen dari kapasitas listrik terpasang atau luas atap, untuk bangunan lama dan bangunan baru.

 

Bagi bangunan komersial, industri, sosial, dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter persegi. Supaya memasang sistem PLTS Atap dan/atau pemanfaatan teknologi surya lainnya paling sedikit 20 persen dari kapasitas listrik terpasang atau luas atap, untuk bangunan lama dan bangunan baru.

 

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mendorong Lembaga Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Kejuruan untuk mengembangkan kompetensi di bidang Energi Bersih. Mengembangkan kurikulum pembelajaran di bidang Energi Bersih, menyiapkan pengelolaan PLTS Atap dengan melibatkan sumber daya manusia atau tenaga kerja lokal.

 

Gubernur Koster juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota, dan para pihak untuk memberikan penghargaan/insentif kepada Perorangan, Badan Usaha, Lembaga yang telah memasang PLTS Atap. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

 

“Pemerintah Provinsi Bali juga akan memberikan penghargaan kepada Perorangan, Badan Usaha, Lembaga, Penggiat, dan Inovator yang berkomitmen dalam pemanfaatan PLTS Atap maupun teknologi Energi Bersih dan Energi Baru Terbarukan lainnya,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022, Senin (7/3). Dalam SE tersebut Gubernur Koster menghimbau kepada Pimpinan Lembaga/Unit Kerja Instansi Vertikal di Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Bandesa dan seluruh masyarakat Bali di wilayah Provinsi Bali agar memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

 

Menurut Gubernur Koster, Bali Energi Bersih diselenggarakan dengan memanfaatkan PLTS Atap menuju Bali Mandiri Energi. Sehingga, Energi Bersih perlu dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanakan secara menyeluruh, konsisten, berkelanjutan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh masyarakat Bali.

 

Pemanfaatan PLTS Atap merupakan kebutuhan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Serta mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas dalam menghadapi perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global.

 

“Tujuan pemanfaatan PLTS Atap ini untuk mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Sebagai dasar untuk menjaga alam beserta isinya serta lingkungan yang bersih, hijau, dan indah bagi kehidupan masyarakat dalam Bali Era Baru,” jelas gubernur asal Buleleng ini.

 

Selain itu juga untuk menjaga dan melestarikan iklim dengan mengurangi pemanasan global dan emisi karbon. Melakukan konservasi dan efisiensi energi, sehingga meringankan beban biaya masyarakat melalui pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali.

 

Hal itu juga dapat membuka peluang usaha, investasi, dan lapangan kerja dalam bidang Energi Terbarukan. Khususnya dalam pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali. Di samping juga menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia berkualitas dengan memanfaatkan PLTS Atap.

 

Dalam SE ini, Gubernur Koster secara spesifik menghimbau bagi bangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Provinsi Bali, agar memasang sistem PLTS Atap. Paling sedikit 20 persen dari kapasitas listrik terpasang atau luas atap, untuk bangunan lama dan bangunan baru.

 

Bagi bangunan komersial, industri, sosial, dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter persegi. Supaya memasang sistem PLTS Atap dan/atau pemanfaatan teknologi surya lainnya paling sedikit 20 persen dari kapasitas listrik terpasang atau luas atap, untuk bangunan lama dan bangunan baru.

 

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mendorong Lembaga Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Kejuruan untuk mengembangkan kompetensi di bidang Energi Bersih. Mengembangkan kurikulum pembelajaran di bidang Energi Bersih, menyiapkan pengelolaan PLTS Atap dengan melibatkan sumber daya manusia atau tenaga kerja lokal.

 

Gubernur Koster juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota, dan para pihak untuk memberikan penghargaan/insentif kepada Perorangan, Badan Usaha, Lembaga yang telah memasang PLTS Atap. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

 

“Pemerintah Provinsi Bali juga akan memberikan penghargaan kepada Perorangan, Badan Usaha, Lembaga, Penggiat, dan Inovator yang berkomitmen dalam pemanfaatan PLTS Atap maupun teknologi Energi Bersih dan Energi Baru Terbarukan lainnya,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/