alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Petani Harap-harap Cemas, Program AUTP 2022 Belum Dibuka

GIANYAR, BALI EXPRESS – Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sejauh ini dinilai sangat membantu petani saat mengalami gagal panen. Namun hingga Maret 2022 ini, program tersebut belum dibuka. Para petani pun dibuat harap-harap cemas.

 

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta tidak menamfik jika hingga bulan Maret 2022 ini, program tersebut belum terbuka link-nya dan prosesnya dari Kementerian Pertanian. “Tentunya kami dan para petani berharap program ini bisa berlanjut di tahun 2022,” ujarnya Selasa (8/3).

 

Dirinya menambahkan jika di tahun 2021 lalu, jika ada lahan seluas 126 hektar lebih yang tercover AUTP di Gianyar. Dari luas tersebut terdiri dari 700 orang petani yang tersebar di tujuh subak yang ada di Gianyar. Dari tujuh subak tersebut, lima subak ada di Kecamatan Tegalalang, satu subak di Lodtunduh Kecamatan Ubud dan Subak Temesi di Kecamatan Gianyar.

 

Dan dari total luasan tersebut, seluas 19 hektar mengalami kerusakan hingga gagal panen. Namun seluruhnya sudah mendapat klaim AUTP dengan total Rp 155,8 Juta. “Kerusakan lahan pertanian diserang hama tikus dan tungro. Kerusakan terparah dialami Subak Umadalem, Desa Tegalalang, seluas 7 hektar,” bebernya.

 

Ia menjelaskan bahwadalam program AUTP tersebut, setiap peserta membayar Rp 36 ribu untuk 1 hektar lahan pertanian dan disubsidi pemerintah sebesar Rp 144ribu. Dimana pendaftaran dilakukan 30 hari sebelum masa tanam padi.

 

Kemudian pada pada masa tanam sebelumnya, di subak yang ada Kecamatan Tegallalang pernah terjadi gagal seluas 46,47 hektar. Di Gianyar 1 hektar dan Tampaksiring 3,14 hektar. Dan seluruh peserta AUTP yang ada didalamnya sudah menikmati klaim, dengan klaim Rp 6 juta perhektar. “Klaim  tergantung tingkat kerusakan tanaman, dari 50 persen sampai 100 persen,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sejauh ini dinilai sangat membantu petani saat mengalami gagal panen. Namun hingga Maret 2022 ini, program tersebut belum dibuka. Para petani pun dibuat harap-harap cemas.

 

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta tidak menamfik jika hingga bulan Maret 2022 ini, program tersebut belum terbuka link-nya dan prosesnya dari Kementerian Pertanian. “Tentunya kami dan para petani berharap program ini bisa berlanjut di tahun 2022,” ujarnya Selasa (8/3).

 

Dirinya menambahkan jika di tahun 2021 lalu, jika ada lahan seluas 126 hektar lebih yang tercover AUTP di Gianyar. Dari luas tersebut terdiri dari 700 orang petani yang tersebar di tujuh subak yang ada di Gianyar. Dari tujuh subak tersebut, lima subak ada di Kecamatan Tegalalang, satu subak di Lodtunduh Kecamatan Ubud dan Subak Temesi di Kecamatan Gianyar.

 

Dan dari total luasan tersebut, seluas 19 hektar mengalami kerusakan hingga gagal panen. Namun seluruhnya sudah mendapat klaim AUTP dengan total Rp 155,8 Juta. “Kerusakan lahan pertanian diserang hama tikus dan tungro. Kerusakan terparah dialami Subak Umadalem, Desa Tegalalang, seluas 7 hektar,” bebernya.

 

Ia menjelaskan bahwadalam program AUTP tersebut, setiap peserta membayar Rp 36 ribu untuk 1 hektar lahan pertanian dan disubsidi pemerintah sebesar Rp 144ribu. Dimana pendaftaran dilakukan 30 hari sebelum masa tanam padi.

 

Kemudian pada pada masa tanam sebelumnya, di subak yang ada Kecamatan Tegallalang pernah terjadi gagal seluas 46,47 hektar. Di Gianyar 1 hektar dan Tampaksiring 3,14 hektar. Dan seluruh peserta AUTP yang ada didalamnya sudah menikmati klaim, dengan klaim Rp 6 juta perhektar. “Klaim  tergantung tingkat kerusakan tanaman, dari 50 persen sampai 100 persen,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/