26.5 C
Denpasar
Monday, May 29, 2023

Wabup Suiasa Ajak Elemen Masyarakat Perangi Sampah Plastik

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kerja Sosial (kersos), dengan tema Peduli Lingkungan Bebas Sampah Plastik yang diselenggarakan Universitas Dwijendra. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Wantilan Desa Adat Cemagi Kecamatan Mengwi, Minggu (7/4) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, hadir langsung Wabup Suiasa didampingi Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra beserta dengan unsur tripika kecamatan. Hadir pula Perbekel Desa Cemagi Si Ketut Wirama, Bendesa Adat Seseh Wayan Bawa, Wakil Rektor III Universitas Dwijendra Ida Bagus Rai beserta pembina, pengurus, pengawas Yayasan Dwijendra, mahasiswa dan mahasiswi akademika Universitas Dwijendra dan tokoh masyarakat Desa Adat Cemagi.

Ketua Panitia Kersos I Made Wahyu Candra Satriana melaporkan, latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik. Termasuk Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika Univesitas Dwijendra terhadap pelestarian lingkungan, dalam mendukung program pemerintah dan merupakan salah satu bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Wabup Suiasa dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada Universitas Dwijendra dan memberikan apresiasi, karena beberapa kali sudah menyelenggarakan kegiatan sosial ini. Mengurangi dan menanggulangi sampah plastik merupakan kewajiban masyarakat, mahasiswa bersama pemerintah di dalam menjaga lingkungan. Karena di satu sisi, merupakan implementasi wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan di sisi lain, Pemkab Badung berkewajiban berkolaborasi dan membangun sinergitas dengan beberapa elemen masyarakat termasuk dengan jajaran akademisi, salah satunya adalah Universitas Dwijendra.

Baca Juga :  Demi Game Online, Karyawan Bar Nyuri Rp 67 Juta

Lebih lanjut dikatakan, akhir-akhir ini kegiatan sosial banyak dilakukan di Badung. Kemarin juga merupakan momentum hari yang ditetapkan Gubernur Bali dalam kegiatan Resik Semesta di Provinsi Bali. Resik yang berarti kegiatan bersih-bersih dan itu, dilakukan seluruh elemen masyarakat yang ada di Bali, khususnya atensi terhadap penanganan sampah plastik tersebut.

Dijelaskannya Kabupaten Badung memiliki tiga inovasi terhadap penanganan sampah plasik, diantaranya adalah gerakan anti sampah plastik (Gelatik). Gerakan ini dilakukan melalui anak-anak sekolah yang ketika ke sekolah diwajibkan membawa sampah plastik ke sekolahnya. Sampah plastik tersebut dikumpulkan di sekolah, kemudian ditimbang dan dibayar pemerintah untuk kas di sekolah.

Inovasi kedua, adalah gojek sampah plastik (Gotik), yang ditujukan kepada masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik di rumah, dan kemudian bisa menghubungi pihak pemerintah. Sehingga nantinya sampah plastik itu akan dijemput dan ditimbang, lalu dibayar pemerintah.

Baca Juga :  Siswi SD Kelas V di Gianyar Tewas Digigit Ular Misterius

Inovasi ketiga, Badung anti sampah plastik (Batik) yang ditujukan kepada masyarakat Badung, kjususnya pada saat melakukan segala aktivitas sosial dan kegiatan keagamaan. “Di tahun 2019 ini Badung anti sampah plastik akan diusulkan sebagai inovasi daerah, sebagai upaya mendorong dan memerangi sampah plastik mengikuti dua program sebelumnya. Saya mengharapkan dengan adanya inovasi ini, bisa memerangi penggunaan sampah plastik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Diakhir acara diisi dengan pemberian cendramata kepada Wabup Suiasa dari Wakil Rektor III Universitas Dwijendra Ida Bagus Rai. Dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah plastik di pesisir Pantai Kramat Desa Adat Seseh.


BALI EXPRESS, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kerja Sosial (kersos), dengan tema Peduli Lingkungan Bebas Sampah Plastik yang diselenggarakan Universitas Dwijendra. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Wantilan Desa Adat Cemagi Kecamatan Mengwi, Minggu (7/4) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, hadir langsung Wabup Suiasa didampingi Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra beserta dengan unsur tripika kecamatan. Hadir pula Perbekel Desa Cemagi Si Ketut Wirama, Bendesa Adat Seseh Wayan Bawa, Wakil Rektor III Universitas Dwijendra Ida Bagus Rai beserta pembina, pengurus, pengawas Yayasan Dwijendra, mahasiswa dan mahasiswi akademika Universitas Dwijendra dan tokoh masyarakat Desa Adat Cemagi.

Ketua Panitia Kersos I Made Wahyu Candra Satriana melaporkan, latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik. Termasuk Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika Univesitas Dwijendra terhadap pelestarian lingkungan, dalam mendukung program pemerintah dan merupakan salah satu bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Wabup Suiasa dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada Universitas Dwijendra dan memberikan apresiasi, karena beberapa kali sudah menyelenggarakan kegiatan sosial ini. Mengurangi dan menanggulangi sampah plastik merupakan kewajiban masyarakat, mahasiswa bersama pemerintah di dalam menjaga lingkungan. Karena di satu sisi, merupakan implementasi wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan di sisi lain, Pemkab Badung berkewajiban berkolaborasi dan membangun sinergitas dengan beberapa elemen masyarakat termasuk dengan jajaran akademisi, salah satunya adalah Universitas Dwijendra.

Baca Juga :  Terjaring Operasi Pekat, Penjual Arak Diserahkan ke Pemkab Bangli

Lebih lanjut dikatakan, akhir-akhir ini kegiatan sosial banyak dilakukan di Badung. Kemarin juga merupakan momentum hari yang ditetapkan Gubernur Bali dalam kegiatan Resik Semesta di Provinsi Bali. Resik yang berarti kegiatan bersih-bersih dan itu, dilakukan seluruh elemen masyarakat yang ada di Bali, khususnya atensi terhadap penanganan sampah plastik tersebut.

Dijelaskannya Kabupaten Badung memiliki tiga inovasi terhadap penanganan sampah plasik, diantaranya adalah gerakan anti sampah plastik (Gelatik). Gerakan ini dilakukan melalui anak-anak sekolah yang ketika ke sekolah diwajibkan membawa sampah plastik ke sekolahnya. Sampah plastik tersebut dikumpulkan di sekolah, kemudian ditimbang dan dibayar pemerintah untuk kas di sekolah.

Inovasi kedua, adalah gojek sampah plastik (Gotik), yang ditujukan kepada masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik di rumah, dan kemudian bisa menghubungi pihak pemerintah. Sehingga nantinya sampah plastik itu akan dijemput dan ditimbang, lalu dibayar pemerintah.

Baca Juga :  PDIP Jembrana Laporkan Pembakaran Bendera Partai

Inovasi ketiga, Badung anti sampah plastik (Batik) yang ditujukan kepada masyarakat Badung, kjususnya pada saat melakukan segala aktivitas sosial dan kegiatan keagamaan. “Di tahun 2019 ini Badung anti sampah plastik akan diusulkan sebagai inovasi daerah, sebagai upaya mendorong dan memerangi sampah plastik mengikuti dua program sebelumnya. Saya mengharapkan dengan adanya inovasi ini, bisa memerangi penggunaan sampah plastik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Diakhir acara diisi dengan pemberian cendramata kepada Wabup Suiasa dari Wakil Rektor III Universitas Dwijendra Ida Bagus Rai. Dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah plastik di pesisir Pantai Kramat Desa Adat Seseh.


Most Read

Artikel Terbaru