alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Polres Buleleng Gulung Dua Pengedar Sabu

SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Gede Agus Ariawan alias Gede Oye, 41 akhirnya dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Pria asal Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng ini nekat menjual sabu dengan dalih ekonomi.Oye yang kesehariannya berprofesi sebagai sales rokok ini pun terancam penjara hingga 12 tahun.

Kasatnarkoba Polres Buleleng, AKP I Made Derawi menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Oye dilakukan, Sabtu (4/4) dini hari di pinggir jalan Kelurahan Kaliuntu. Saat itu, polisi berhasil menemukan satu paket sabu seberat 5.15 gram bruto yang dibungkus dengan lakban berwarna hitam.  Tak dapat mengelak, Oye pun akhirnya digiring ke Mapolres Buleleng untuk diperiksa.

Kepada penyidik, Oye mengaku mendapatkan barang haram itu dari rekannya yang ada di Denpasar. Kemudian, rencananya akan dijual kepada seorang pengguna yang saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

“Oye mengambil sabu itu dari seseorang di Denpasar dengan menggunakan sistem tempel. Sabu itu belum sempat dijual, yang bersangkutan sudah kami tangkap. Kami masih dalami, sampai kami bisa menangkap pelaku utamanya,” terang AKP Derawi kepada awak media, Rabu (8/4) siang.

Baca Juga :  Perbaikan Rumah Akibat Gempa, Perkimta Buleleng Alokasikan Rp 650 Juta

Sementara tersangka Oye, mengaku telah menjalani bisnis haram itu sejak dua bulan belakangan ini, karena faktor ekonomi. Akibat perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 miliar.

Selain berhasil menangkap Oye, aparat Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) juga menciduk seorang pengedar sabu-sabu lintas kabupaten bernama  Putu Ariasa alias Baruk, 41. Pria berstatus residivis kasus sabu-sabu (SS) tahun 2018, yang tinggal Banjar Celuk, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dibekuk di kebun miliknya di Lingkungan Telabah Lantang, Banjar Beji, Desa Sangsit, Jumat (3/4) sekitar pukul 12.15 siang.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskoba AKP Made Derawi menjelaskan, pelaku Baruk merupakan residivis kasus yang sama di Denpasar tahun 2018 lalu. Pelaku Baruk saat ini dinyatakan bebas bersyarat dan masih menjalani wajib lapor.

Baca Juga :  Buat Kerumunan saat Festival Otomotif, Manajemen Mal Diperiksa

Saat penangkapan, ditemukan empat paket sabu kode berbeda dengan total berat 1,09 gram bruto (0,29 gram neto) yang disembunyikan di celana dalamnya. Pelaku Baruk tak mampu berkelit, selanjutnya digiring ke Mapolres Buleleng untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Sabu-sabu disembunyikan di celana dalam pelaku. Dari tangan pelaku kami berhasil amankan 1 klip berisi 4 gulungan plastik klip berisi butiran kristal bening  sabu dengan kode A berat 0,27 gram bruto (0,07 gram neto), kode B berat 0,26 gram bruto (0,06 gram neto), kode C berat 0,28 gram bruto (0,08 gram neto), Kode D berat 0,28 gram bruto ( 0,08 gram neto). Totalnya, 1,09 gram bruto (0,29 gram neto),” ungkap Kasat Derawi.

Akibat perbuatannya, pelaku Baruk dijerat pasal Tindak Pidana Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika/tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Gede Agus Ariawan alias Gede Oye, 41 akhirnya dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Pria asal Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng ini nekat menjual sabu dengan dalih ekonomi.Oye yang kesehariannya berprofesi sebagai sales rokok ini pun terancam penjara hingga 12 tahun.

Kasatnarkoba Polres Buleleng, AKP I Made Derawi menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Oye dilakukan, Sabtu (4/4) dini hari di pinggir jalan Kelurahan Kaliuntu. Saat itu, polisi berhasil menemukan satu paket sabu seberat 5.15 gram bruto yang dibungkus dengan lakban berwarna hitam.  Tak dapat mengelak, Oye pun akhirnya digiring ke Mapolres Buleleng untuk diperiksa.

Kepada penyidik, Oye mengaku mendapatkan barang haram itu dari rekannya yang ada di Denpasar. Kemudian, rencananya akan dijual kepada seorang pengguna yang saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

“Oye mengambil sabu itu dari seseorang di Denpasar dengan menggunakan sistem tempel. Sabu itu belum sempat dijual, yang bersangkutan sudah kami tangkap. Kami masih dalami, sampai kami bisa menangkap pelaku utamanya,” terang AKP Derawi kepada awak media, Rabu (8/4) siang.

Baca Juga :  Tak Dilengkapi Dokumen, Kapal Yacht Menyusup ke Lovina

Sementara tersangka Oye, mengaku telah menjalani bisnis haram itu sejak dua bulan belakangan ini, karena faktor ekonomi. Akibat perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 miliar.

Selain berhasil menangkap Oye, aparat Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) juga menciduk seorang pengedar sabu-sabu lintas kabupaten bernama  Putu Ariasa alias Baruk, 41. Pria berstatus residivis kasus sabu-sabu (SS) tahun 2018, yang tinggal Banjar Celuk, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dibekuk di kebun miliknya di Lingkungan Telabah Lantang, Banjar Beji, Desa Sangsit, Jumat (3/4) sekitar pukul 12.15 siang.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskoba AKP Made Derawi menjelaskan, pelaku Baruk merupakan residivis kasus yang sama di Denpasar tahun 2018 lalu. Pelaku Baruk saat ini dinyatakan bebas bersyarat dan masih menjalani wajib lapor.

Baca Juga :  Perbaikan Rumah Akibat Gempa, Perkimta Buleleng Alokasikan Rp 650 Juta

Saat penangkapan, ditemukan empat paket sabu kode berbeda dengan total berat 1,09 gram bruto (0,29 gram neto) yang disembunyikan di celana dalamnya. Pelaku Baruk tak mampu berkelit, selanjutnya digiring ke Mapolres Buleleng untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Sabu-sabu disembunyikan di celana dalam pelaku. Dari tangan pelaku kami berhasil amankan 1 klip berisi 4 gulungan plastik klip berisi butiran kristal bening  sabu dengan kode A berat 0,27 gram bruto (0,07 gram neto), kode B berat 0,26 gram bruto (0,06 gram neto), kode C berat 0,28 gram bruto (0,08 gram neto), Kode D berat 0,28 gram bruto ( 0,08 gram neto). Totalnya, 1,09 gram bruto (0,29 gram neto),” ungkap Kasat Derawi.

Akibat perbuatannya, pelaku Baruk dijerat pasal Tindak Pidana Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika/tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Most Read

Artikel Terbaru

/