alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Jembrana Miliki Lab PCR, Hasil Bisa Diketahui Lebih Cepat

NEGARA, BALI EXPRESS- Kabupaten Jembrana kini memiliki Laboratorium (Lab) Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSU Negara. Peresmian dilakukan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, Kamis (8/4).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSU Negara dr.Ni Putu Eka Indrawati menyampaikan, laboratorium PCR memastikan Covid-19 itu mampu melakukan pengujian sebanyak 93 sampel dalam sehari. Selain itu, proses keluarnya hasil juga lebih cepat karena sampel tidak perlu dibawa lagi ke Denpasar. “Untuk pengambilan sampel di pagi hari, hasil bisa diketahui hanya dalam waktu 3-6 jam,” ujarnya. “Berbeda dengan sebelumnya yang membutuhkan waktu sampai dua hari karena sampel harus dibawa ke Denpasar dulu,” imbuh Eka.

Dengan hasil yang lebih cepat dan juga akurat tentunya pemilahan pasien suspect Covid-19 bisa dilakukan dengan cepat  pula. “Hasil keluar lebih cepat, pemilahan pasien juga cepat sehingga untuk penggunaan ruang isolasi bisa dikurangi kapasitasnya,” terangnya.

 Sementara itu, terkait tenaga medis yang dilibatkan, diakuinya sudah mendapat pelatihan di Rumah Sakit Bali Mandara selama lima hari. Mereka terdiri dari tenaga analis 5 orang dan administrasi 2 orang. Semuanya di bawah pengawasan satu orang dokter spesialis patologi klinik. “Tenaga pengisinya sudah kami berikan pelatihan di RS Bali Mandara. Saat ini kami juga masih bekerja sama dengan RS Bali Mandara terkait izin, karena meski lab sudah bisa digunakan, akan tetapi masih terkendala izin alat, makanya kami masih bekerja sama dengan RS Bali Mandara untuk izinnya,” bebernya.

Baca Juga :  Jabar Siapkan Rp 16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial COVID-19

Di sisi lain, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berharap dengan beroperasinya lab itu, nantinya mampu mempercepat penanganan Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Pihaknya juga mengaku sangat bangga dan bahagia atas diresmikannya Lab PCR di RSU Negara. Apalagi sebelumnya masyarakat harus menunggu lama bahkan berhari-hari untuk mengetahui hasil swab PCR karena sampel diuji di Denpasar. “Nah, sekarang dengan adanya Laboratorium PCR di RSU Negara, masyarakat tidak perlu khawatir dan menunggu lama lagi. Cukup menunggu 3-6 jam hasilnya sudah bisa keluar,” terangnya.

Saat disinggung terkait penanganan Covid-19 di Jembrana, Tamba mengatakan terus melakukan upaya percepatan. Di antaranya mempercepat vaksinasi dengan strategi jemput bola ke wilayah rawan kasus. “Sudah dua hari ini Jembrana nihil kasus positif baru (di RSU Negara). Upaya-upaya percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan, melalui percepatan vaksinasi di wilayah rentan. Seperti yang telah kami lakukan percepatan vaksinasi di Kelurahan Gilimanuk,” papar Tamba.

Baca Juga :  Perusahaan China Bantu Indonesia Alat Penanggulangan Covid-19

Selain itu berbagai upaya mendekatkan pelayanan juga sudah dilakukan. Termasuk mendekatkan pelayanan kedaruratan kepada masyarakat, dengan telah diluncurkan Jembrana Emergency Service (JES) yang bisa diakses hanya dengan satu aplikasi. “Ke depan juga akan kami launching program JKJ Plus, plus sendiri berarti pendekatan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada layanan kesehatan. Tentu semuanya kami lakukan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Jembrana,” pungkasnya.


NEGARA, BALI EXPRESS- Kabupaten Jembrana kini memiliki Laboratorium (Lab) Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSU Negara. Peresmian dilakukan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, Kamis (8/4).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSU Negara dr.Ni Putu Eka Indrawati menyampaikan, laboratorium PCR memastikan Covid-19 itu mampu melakukan pengujian sebanyak 93 sampel dalam sehari. Selain itu, proses keluarnya hasil juga lebih cepat karena sampel tidak perlu dibawa lagi ke Denpasar. “Untuk pengambilan sampel di pagi hari, hasil bisa diketahui hanya dalam waktu 3-6 jam,” ujarnya. “Berbeda dengan sebelumnya yang membutuhkan waktu sampai dua hari karena sampel harus dibawa ke Denpasar dulu,” imbuh Eka.

Dengan hasil yang lebih cepat dan juga akurat tentunya pemilahan pasien suspect Covid-19 bisa dilakukan dengan cepat  pula. “Hasil keluar lebih cepat, pemilahan pasien juga cepat sehingga untuk penggunaan ruang isolasi bisa dikurangi kapasitasnya,” terangnya.

 Sementara itu, terkait tenaga medis yang dilibatkan, diakuinya sudah mendapat pelatihan di Rumah Sakit Bali Mandara selama lima hari. Mereka terdiri dari tenaga analis 5 orang dan administrasi 2 orang. Semuanya di bawah pengawasan satu orang dokter spesialis patologi klinik. “Tenaga pengisinya sudah kami berikan pelatihan di RS Bali Mandara. Saat ini kami juga masih bekerja sama dengan RS Bali Mandara terkait izin, karena meski lab sudah bisa digunakan, akan tetapi masih terkendala izin alat, makanya kami masih bekerja sama dengan RS Bali Mandara untuk izinnya,” bebernya.

Baca Juga :  Kesadaran Masyarakat dan Warganet Percepat Musnahnya Hoax Covid-19

Di sisi lain, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berharap dengan beroperasinya lab itu, nantinya mampu mempercepat penanganan Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Pihaknya juga mengaku sangat bangga dan bahagia atas diresmikannya Lab PCR di RSU Negara. Apalagi sebelumnya masyarakat harus menunggu lama bahkan berhari-hari untuk mengetahui hasil swab PCR karena sampel diuji di Denpasar. “Nah, sekarang dengan adanya Laboratorium PCR di RSU Negara, masyarakat tidak perlu khawatir dan menunggu lama lagi. Cukup menunggu 3-6 jam hasilnya sudah bisa keluar,” terangnya.

Saat disinggung terkait penanganan Covid-19 di Jembrana, Tamba mengatakan terus melakukan upaya percepatan. Di antaranya mempercepat vaksinasi dengan strategi jemput bola ke wilayah rawan kasus. “Sudah dua hari ini Jembrana nihil kasus positif baru (di RSU Negara). Upaya-upaya percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan, melalui percepatan vaksinasi di wilayah rentan. Seperti yang telah kami lakukan percepatan vaksinasi di Kelurahan Gilimanuk,” papar Tamba.

Baca Juga :  Disdikpora Denpasar Gelar Workshop Pendidikan Inklusi

Selain itu berbagai upaya mendekatkan pelayanan juga sudah dilakukan. Termasuk mendekatkan pelayanan kedaruratan kepada masyarakat, dengan telah diluncurkan Jembrana Emergency Service (JES) yang bisa diakses hanya dengan satu aplikasi. “Ke depan juga akan kami launching program JKJ Plus, plus sendiri berarti pendekatan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada layanan kesehatan. Tentu semuanya kami lakukan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Jembrana,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/