alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Oknum Pengacara Pemalsu Dokumen Perceraian Ditahan

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kasus pemalsuan dokumen Putusan Pengadilan yang menjerat tersangka Eko Sasi Kirono, 33 terus bergulir. Terkini Satrekrim Polres Buleleng telah melimpahkan berkas perkara oknum pengacara tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng

 

Seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Suseno saat dikonfirmasi pada Kamis (8/4) mengatakan usai berkas perkara tersebut dilimpahkan, kini pihak JPU memiliki waktu beberapa hari kedepan untuk mempelajari berkas perkara yang dikirim oleh penyidik.

 

“Tersangka sudah dilakukan proses pemeriksaan dan telah dilakukan penahanan di Polres Buleleng. Dan untuk berkas perkara telah dikirim ke JPU (Tahap I) dan kami masih menunggu petunjuk JPU,” ungkap Iptu Suseno di Mapolres Buleleng.

 

Dikatakan Iptu Suseno, tersangka mengaku baru pertama kalinya melakukan pemalsuan dokumen. Dengan motif untuk mempercepat penyelesain. Dalam kasus yang dilaporkan pihak PN Singaraja ini, penyidik juga telah memeriksa beberapa orang saksi termasuk menyita sejumlah barang bukti berupa barang dan surat.

Baca Juga :  Bawa Sabu 1,3 Kg, Pengedar Medan-Bali Terancam Hukuman Mati

 

“Kami sudah menyita laptop, computer dan printer yang digunakan untuk memalsukan. Namun cap yang digunakan juga sudah dihilangkan oleh yang bersangkutan. Karena sudah menghilangkan barang bukti, tentu akan dijerat pasal-pasal lain,” jelasnya.

 

Seperti diketahui, kasus ini bermula pada 29 Januari 2021 lalu ketika istri klien Eko  yakni RBAA, mendatangi kantor PN Singaraja dengan membawa foto turuna putusan perkara perdata No. 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 dengan foto akta perceraian dikeluarkan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng.

 

Saat dicek oleh staf PN Singaraja, ternyata perkara perceraian itu belum selesai dan saat itu masih tahap pembacaan gugatan. Karena ada yang janggal, Panitera PN Singaraja melakukan pengecekan ke Disdukcapil Buleleng untuk mengetahui kebenaran terbitnya akta perceraian yang dikantongi penggugat GHW.

Baca Juga :  Mantan Menbudpar Gede Ardika Berpulang, Makinsan di Geni di Cilincing

 

Rupanya, benar telah terbit akta perceraian dengan memakai putusan perceraian yang diduga palsu. Sehingga, PN Singaraja melalui Panitera melapor kasus ini Polres Buleleng atas dugaan membuat putusan perceraian atas nama terlapor Eko Sasi Kirono.

 

“Tersangka berinisiatif memalsukan dokumen itu, seakan-akan putusan asli. Lalu, putusan pengadilan yang tersangka palsukan itu digunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian, dan terbitlah akta itu. Sehingga, menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi Pengadilan yang telah dilecehkan oleh tersangka,” ujar Iptu Suseno.

 

Atas ulahnya, tersangka Eko pun kini terancam disangkakan dengan Pasal 264 KUHP subsider pasal 263 KUHP terkait tindak pidana pemalsuan. “Korban dalam hal ini adalah instansi Pengadilan Negeri Singaraja. Beberapa barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” pungkas Iptu Suseno. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kasus pemalsuan dokumen Putusan Pengadilan yang menjerat tersangka Eko Sasi Kirono, 33 terus bergulir. Terkini Satrekrim Polres Buleleng telah melimpahkan berkas perkara oknum pengacara tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng

 

Seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Suseno saat dikonfirmasi pada Kamis (8/4) mengatakan usai berkas perkara tersebut dilimpahkan, kini pihak JPU memiliki waktu beberapa hari kedepan untuk mempelajari berkas perkara yang dikirim oleh penyidik.

 

“Tersangka sudah dilakukan proses pemeriksaan dan telah dilakukan penahanan di Polres Buleleng. Dan untuk berkas perkara telah dikirim ke JPU (Tahap I) dan kami masih menunggu petunjuk JPU,” ungkap Iptu Suseno di Mapolres Buleleng.

 

Dikatakan Iptu Suseno, tersangka mengaku baru pertama kalinya melakukan pemalsuan dokumen. Dengan motif untuk mempercepat penyelesain. Dalam kasus yang dilaporkan pihak PN Singaraja ini, penyidik juga telah memeriksa beberapa orang saksi termasuk menyita sejumlah barang bukti berupa barang dan surat.

Baca Juga :  Tertimpa Buah Kelapa, Empat Ruang SDN 2 Ped Bocor

 

“Kami sudah menyita laptop, computer dan printer yang digunakan untuk memalsukan. Namun cap yang digunakan juga sudah dihilangkan oleh yang bersangkutan. Karena sudah menghilangkan barang bukti, tentu akan dijerat pasal-pasal lain,” jelasnya.

 

Seperti diketahui, kasus ini bermula pada 29 Januari 2021 lalu ketika istri klien Eko  yakni RBAA, mendatangi kantor PN Singaraja dengan membawa foto turuna putusan perkara perdata No. 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 dengan foto akta perceraian dikeluarkan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng.

 

Saat dicek oleh staf PN Singaraja, ternyata perkara perceraian itu belum selesai dan saat itu masih tahap pembacaan gugatan. Karena ada yang janggal, Panitera PN Singaraja melakukan pengecekan ke Disdukcapil Buleleng untuk mengetahui kebenaran terbitnya akta perceraian yang dikantongi penggugat GHW.

Baca Juga :  Ngamuk dan Pukul Sang Kakak, ODGJ Ini Diamankan Satpol PP

 

Rupanya, benar telah terbit akta perceraian dengan memakai putusan perceraian yang diduga palsu. Sehingga, PN Singaraja melalui Panitera melapor kasus ini Polres Buleleng atas dugaan membuat putusan perceraian atas nama terlapor Eko Sasi Kirono.

 

“Tersangka berinisiatif memalsukan dokumen itu, seakan-akan putusan asli. Lalu, putusan pengadilan yang tersangka palsukan itu digunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian, dan terbitlah akta itu. Sehingga, menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi Pengadilan yang telah dilecehkan oleh tersangka,” ujar Iptu Suseno.

 

Atas ulahnya, tersangka Eko pun kini terancam disangkakan dengan Pasal 264 KUHP subsider pasal 263 KUHP terkait tindak pidana pemalsuan. “Korban dalam hal ini adalah instansi Pengadilan Negeri Singaraja. Beberapa barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” pungkas Iptu Suseno. 


Most Read

Artikel Terbaru

/