alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Dalam Pengamanan Ketat, Lokasabha VIII PHDI Bali Berjalan Lancar

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali telah sukses digelar pada Jumat (8/4). Dibaliknya suksesnya acara tersebut, ratusan tim gabungan, dari aparat kepolisian, Satpol PP, dan BPBD Badung melakukan pengamanan ketat di pintu masuk Puspem Badung. Tak hanya itu Polisi juga terlihat di depan gedung Bupati Badung tempat berlangsungnya Lokasabha ke VIII tersebut.

Bahkan dua mobil dari Polres Badung pun disiagakan, yakni Water Canon dan Rantis DAPC Wolf. Setiap orang yang akan memasuki Puspem Badung pun tak luput dari pemeriksaan. Dari dua pintu yang ada, hanya pintu utama yang dibuka oleh petugas.

Ketua Harian PHDI Provinsi Bali Nyoman Kenak mengatakan, penjagaan yang dilakukan lantaran beredar isu terkait adanya demo dalam pelaksanaan Lokasabha. Sehingga Polri tidak mau kecolongan, apalagi keamanan Bali menjadi sorotan pusat.

“Mungkin isu yang ada di Bali sudah menjadi isu nasional. Jadinya Bapak Kapolda tidak mau kecolongan. Karena keamanan Indonesia kuncinya ada di Bali,” ujar Kenak.

Menurutnya, Lokasabha VIII ini sudah berjalan dengan lancar. Selain mendapatkan pengamanan yang cukup ketat, dalam penyampaian materi juga mampu memberikan pemahaman peserta Lokasabha. Padahal ia memperkirakan akan ada banyak perdebatan.

“Astungkara di luar dugaan Lokasabha sudah berjalan lancar. Meskipun pelaksanaannya sempat ngaret dari jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Kenak yang juga Ketua Panitia Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali.

Sementara dari jalannya lokasaha, tidak dihadiri oleh Gubernur Bali. Namun Mantan Ketua Harian PHDI Denpasar ini menerangkan telah kehadiran pimpinan daerah sudah diwakili.

Disinggung terkait Demo yang dilaksanakan di depan Kantor PHDI Provinsi Bali, Pria asal Griya Agung Beraban, Banjar Beraban, Kelurahan Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat ini mengakutelah mengetahui hal tersebut. Ia menjelaskan adanya demo tersebut lantaran PHDI dikenal sebagai lembaga yang seksi. Namun ia mngaku tidak mengetahui jika kantor PHDI Bali sempat disegel.

“Adanya demo itu, ini artinya PHDI adalah organisasi yang sangat seksi, sehingga banyak orang yang melirik. Ini juga menandakan pengurusan PHDI juga diminati oleh banyak orang,” jelasnya.

Sementara Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes menerangkan, terkait Lokasabha dalam rangka Pemilihan dan pelantikan Ketua PHDI Bali, pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan. Penjagaan ini sesuai Surat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor: 16/Lokasabha VIII PHDI Bali/IV/2022 tanggal 4 April 2022 tentang Permakluman Kegiatan Lokasabha VIII Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.

“Pengamanan ini kami lakukan dengan sikap humanis, tidak dengan cara kekerasan dan profesional, namun tegas sesuai SOP yang ada,” terangnya. AKBP Leo juga mengucapkan terimakasih kepada Satpol PP dan BPBD Badung yang telah bergabung dalam melakukan pengamanan.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali telah sukses digelar pada Jumat (8/4). Dibaliknya suksesnya acara tersebut, ratusan tim gabungan, dari aparat kepolisian, Satpol PP, dan BPBD Badung melakukan pengamanan ketat di pintu masuk Puspem Badung. Tak hanya itu Polisi juga terlihat di depan gedung Bupati Badung tempat berlangsungnya Lokasabha ke VIII tersebut.

Bahkan dua mobil dari Polres Badung pun disiagakan, yakni Water Canon dan Rantis DAPC Wolf. Setiap orang yang akan memasuki Puspem Badung pun tak luput dari pemeriksaan. Dari dua pintu yang ada, hanya pintu utama yang dibuka oleh petugas.

Ketua Harian PHDI Provinsi Bali Nyoman Kenak mengatakan, penjagaan yang dilakukan lantaran beredar isu terkait adanya demo dalam pelaksanaan Lokasabha. Sehingga Polri tidak mau kecolongan, apalagi keamanan Bali menjadi sorotan pusat.

“Mungkin isu yang ada di Bali sudah menjadi isu nasional. Jadinya Bapak Kapolda tidak mau kecolongan. Karena keamanan Indonesia kuncinya ada di Bali,” ujar Kenak.

Menurutnya, Lokasabha VIII ini sudah berjalan dengan lancar. Selain mendapatkan pengamanan yang cukup ketat, dalam penyampaian materi juga mampu memberikan pemahaman peserta Lokasabha. Padahal ia memperkirakan akan ada banyak perdebatan.

“Astungkara di luar dugaan Lokasabha sudah berjalan lancar. Meskipun pelaksanaannya sempat ngaret dari jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Kenak yang juga Ketua Panitia Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali.

Sementara dari jalannya lokasaha, tidak dihadiri oleh Gubernur Bali. Namun Mantan Ketua Harian PHDI Denpasar ini menerangkan telah kehadiran pimpinan daerah sudah diwakili.

Disinggung terkait Demo yang dilaksanakan di depan Kantor PHDI Provinsi Bali, Pria asal Griya Agung Beraban, Banjar Beraban, Kelurahan Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat ini mengakutelah mengetahui hal tersebut. Ia menjelaskan adanya demo tersebut lantaran PHDI dikenal sebagai lembaga yang seksi. Namun ia mngaku tidak mengetahui jika kantor PHDI Bali sempat disegel.

“Adanya demo itu, ini artinya PHDI adalah organisasi yang sangat seksi, sehingga banyak orang yang melirik. Ini juga menandakan pengurusan PHDI juga diminati oleh banyak orang,” jelasnya.

Sementara Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes menerangkan, terkait Lokasabha dalam rangka Pemilihan dan pelantikan Ketua PHDI Bali, pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan. Penjagaan ini sesuai Surat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor: 16/Lokasabha VIII PHDI Bali/IV/2022 tanggal 4 April 2022 tentang Permakluman Kegiatan Lokasabha VIII Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.

“Pengamanan ini kami lakukan dengan sikap humanis, tidak dengan cara kekerasan dan profesional, namun tegas sesuai SOP yang ada,” terangnya. AKBP Leo juga mengucapkan terimakasih kepada Satpol PP dan BPBD Badung yang telah bergabung dalam melakukan pengamanan.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/