alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dewan Ingin Desa Presisi Diatur Pakai Perda

TABANAN, BALI EXPRESS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan berinisiatif membuat rancangan peraturan daerah (perda) atau ranperda tentang Desa Presisi. Rencana itu bahkan telah disepakati pihak eksekutif dalam rapat kerja kemarin, Kamis (7/4).

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menyebutkan, aturan mengenai Desa Presisi itu penting dibuat. Bahkan bila proses penyusunan rancangannya cepat dilakukan, Tabanan akan menjadi contoh seluruh Indonesia.

“Karena yang pertama membuatnya. Mendahului,” kata Dirga usai memimpin rapat kerja dengan pihak eksekutif yang terdiri dari Asisten I, Bappelitbang, Diskominfo, dan sejemlah perangkat daerah lainnya.

Menurutnya, aturan itu penting dibuat untuk memperkuat penerapan program Desa Presisi yang berbasis pada data. Sehingga pembangunan Tabanan, khususnya di desa, ke depannya berbasis data.

“Ketika membangun tanpa data seperti membangun tanpa gambar. Sekarang ini lagi bikin gambarnya. Datanya yang dibikin. Setelah ada. Mulai dari mana (pembangunannya),” tegasnya

Apalagi, sambungnya, Desa Presisi sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah yang dilaksanakan sejak 2021 lalu. “Desa Presisi ini juga visi misi Bupati kemarin,” tukas Dirga.

Dia tidak memungkiri dalam pembahasan kemarin ada kekhawatiran mengenai penggunaan kata Desa Presisi dalam judul ranperda. Karena konsep Desa Presisi telah dipatenkan oleh pihak Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun menurut Dirga hal itu tidaklah menjadi masalah. Sebab, ketika pemerintah telah mengeluarkan peraturan maka seluruh desa di Indonesia akan menerapkan Desa Presisi.

“Ketika itu sudah dikeluarkan dalam bentuk PP dari presiden yang terkait desa presisi seluruh indonesia akan memakainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya menyebutkan, saat ini tahapan Desa Presisi masih dalam pembuatan peta desa lengkap dengan koordinatnya. “Batas-batas desa ini disertai koordinat,” jelasnya.

Penentuan batas desa dengan menggunakan koordinat salah satunya untuk menghindari sengketa tapal batas. Karena di masa lalu batas desa memanfaatkan batas alam yang situasinya bisa saja mengalami perubahan saat ini. “Baru setelah itu disusul dengan potensi-potensi desa,” jelasnya.

 

 

 

 

 






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan berinisiatif membuat rancangan peraturan daerah (perda) atau ranperda tentang Desa Presisi. Rencana itu bahkan telah disepakati pihak eksekutif dalam rapat kerja kemarin, Kamis (7/4).

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menyebutkan, aturan mengenai Desa Presisi itu penting dibuat. Bahkan bila proses penyusunan rancangannya cepat dilakukan, Tabanan akan menjadi contoh seluruh Indonesia.

“Karena yang pertama membuatnya. Mendahului,” kata Dirga usai memimpin rapat kerja dengan pihak eksekutif yang terdiri dari Asisten I, Bappelitbang, Diskominfo, dan sejemlah perangkat daerah lainnya.

Menurutnya, aturan itu penting dibuat untuk memperkuat penerapan program Desa Presisi yang berbasis pada data. Sehingga pembangunan Tabanan, khususnya di desa, ke depannya berbasis data.

“Ketika membangun tanpa data seperti membangun tanpa gambar. Sekarang ini lagi bikin gambarnya. Datanya yang dibikin. Setelah ada. Mulai dari mana (pembangunannya),” tegasnya

Apalagi, sambungnya, Desa Presisi sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah yang dilaksanakan sejak 2021 lalu. “Desa Presisi ini juga visi misi Bupati kemarin,” tukas Dirga.

Dia tidak memungkiri dalam pembahasan kemarin ada kekhawatiran mengenai penggunaan kata Desa Presisi dalam judul ranperda. Karena konsep Desa Presisi telah dipatenkan oleh pihak Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun menurut Dirga hal itu tidaklah menjadi masalah. Sebab, ketika pemerintah telah mengeluarkan peraturan maka seluruh desa di Indonesia akan menerapkan Desa Presisi.

“Ketika itu sudah dikeluarkan dalam bentuk PP dari presiden yang terkait desa presisi seluruh indonesia akan memakainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya menyebutkan, saat ini tahapan Desa Presisi masih dalam pembuatan peta desa lengkap dengan koordinatnya. “Batas-batas desa ini disertai koordinat,” jelasnya.

Penentuan batas desa dengan menggunakan koordinat salah satunya untuk menghindari sengketa tapal batas. Karena di masa lalu batas desa memanfaatkan batas alam yang situasinya bisa saja mengalami perubahan saat ini. “Baru setelah itu disusul dengan potensi-potensi desa,” jelasnya.

 

 

 

 

 






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/